Isra Miraj dan teori relativitas

Sejarah Islam mencatat peristiwa unik dan sulit dicerna akal, Isra dan Miraj. Secara istilah, Isra berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad saw pada waktu malam hari dari Malsjid Al Haram Mekkah ke Masjid Al Aqsha Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha ke langit sampai di Sidratul Muntaha dan langit tertinggi tenpat Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah swt. Isra’ Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh dalam waktu semalam. Prosesi sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad termaktub dalam QS. 17.Al-Isra’ :1 yang berbunyi

“Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra’ :1)

Dan tentang mi’raj Allah menjelaskan dalam QS. An-Najm:13-18:

“Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)

Rasulullah SAW melihat secara langsung.

Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung.

Mengenai pemahaman tentang Isra’ Mi’raj banyak kaum muslim yang masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar, yang terbagi dalam:

  • Pemahaman dgn beranggapan peristiwa isra’ Mi’raj hanyalah sekedar perjalanan ruh, spiritual atau metaphor journey Nabi Muhammad SAW tidak dengan jasad fisik. Pemahaman ini berpegang kepada surah Al Quran :

QS. 17 Al-Isra’ : 60 “…Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu adalah sebagai ujian bagi manusia…”

  • Sebaliknya ada yang berpendapat, bahwa isra’ dari Mekah ke Bait’l-Maqdis itu dengan jasad atau physical journey. Sedang mi’raj ke langit adalah dengan ruh atau metaphor journey.
  • Pemahaman lain menyatakan bahwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan dengan jasad (fisik) dan dapat dijelaskan dalam ilmu yang dipahami manusia karena merupakan peristiwa nyata.

Pemahaman secara fisik (physical journey).

ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.

Didalam pemahan secara fisika banyak orang mempertanyakan ke-shahih-an Isra` Mi`raj;  “ apakah mungkin manusia melakukan perjalanan sejauh itu hanya dalam waktu kurang dari semalam?” . Kaum kafirpun telah menantang Rasulullah seperti  diberitakan dalam Al Quran dalam surat  Al-Israa: 93.

“Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”

Dan  didalam Hadith

“Ketika orang-orang Quraisy tak mempercayai saya (kata Nabi SAW), saya berdiri di Hijr (menjawab berbagai pertanyaan mereka). Lalu Allah menampakkan kepada saya Baitul Maqdis, saya dapatkan apa yang saya inginkan dan saya jelaskan kepada mereka tanda-tandanya, saya memperhatikannya….” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).

dan banyak Hadith hadith lainnya.

Peristiwa perjalanan Isra’ Mi’raj dan  teori relativitas.

Diantara keduanya terdapat faktor persamaan dan perbedaan didalam proses kejadian,

persamaan kedua kisah antara lain:
•    Keduanya  membahas  perihal  perjalanan atau journey dari Bumi ke luar angkasa lalu kembali ke Bumi.
•    Keduanya  membahas  penggunaan  faktor “Speed” atau “kecepatan”  tinggi  didalam  pemberitaannya
•    Konsep mengenai perpisahan antara  dua manusia (atau lebih) digunakan sebagai bahan pokok  atau object pembahasan didalam kedua cerita.

Dalam Isra Miraj, Rasulullah meninggalkan kaumnya di bumi untuk bepergian ke ke Majidil Aqsha  lalu ke Langit ketujuh, dalam kasus teori relativitas menceritakan tentang dua saudara kembar A dan B, dimana saudara kembar B bepergian keluar angkasa.

Sampai disini dari hal hal tersebut diatas, kita  sudah dapat mengambil kesimpulan secara gamblang,  bahwa peristiwa Isra Miraj adalah benar. Bagaimana mungkin seorang  manusia  yang ummi  14 Abad yang silam dapat membuat sebuah cerita atau teori yang dapat dibuktikan didalam abad ke 20 dengan sedemikian detailnya. Dengan kata lain tidak mungkin Rasulullah  SAW mencontoh teori Albert Einstein yang lahir sesudahnya (?).

Teori Relativitas.

Theori Relativitas membahas mengenai Struktur Ruang dan Waktu serta mengenai hal hal yang berhubungan dengan Gravitasi. Theori relativtas terdiri dari dua teori fisika, relativitas umum dan relativitas khusus. Theori relativitas khusus menggambarkan perilaku ruang dan waktu dari perspektif pengamat yang bergerak relatif terhadap satu sama lain, dan fenomena terkait. Artikel ini hanya dibahas theori relativitas khusus dan Efek yg  disebut dilatasi waktu (dari bahasa Latin: dilatare “tersebar”, “delay”).

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan mathematik:
t’ = waktu benda yang bergerak

t = waktu benda yang diam

v = kecepatan benda

c = kecepatan cahaya

Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya waktu menjadi mundur (-t’).

Kisah perjalanan Si Kembar atau  dilatasi waktu.

Twin Paradox adalah suatu theori hasil pemikiran (Gedankenexperiment atau thought experiment) oleh Albert Einstein berbasis theori relativitas khusus yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan para pakar fisika. Theori tersebut secara keseluruhan menggambarkan kisah perjalanan dua saudara kembar yang berpisah. Salah seorang dari saudara kembar (A) tersebut tinggal di Bumi dan saudara kembar lainnya (si traveler(B)) terbang keluar angkasa kesebuah planet di tata surya yang jauh dengan kecepatan cahaya dan kembali kebumi dengan kecepatan yang sama. Setelah mereka bertemu kembali dibumi mereka menemukan fakta bahwa umur si kembar yang mengadakan perjalanan (si traveler) lebih muda daripada umur saudaranya (A) yang tetap tinggal dibumi, disebabkan si traveler mengalami phenomenon time dilation atau fenomena dilatasi waktu  dalam perjalanannya.
Time dilation (dilatasi waktu) adalah fenomena, dimana seorang Observer disatu titik melihat, bahwa jam dari orang yang bergerak dengan cepat menjadi lebih lambat (atau cepat), sebenarnya hal tersebut tergantung dari frame of reference dimana dia berada. Time dilation dapat di ketahui hanya apabila kecepatan mengarah kepada kecepatan cahaya dan sudah dibuktin secara akurat dengan unstable subatomic particle dan precise timing of atomic clocks.

Pembuktian teori relativitas.

Studi tentang sinar kosmis merupakan satu pembuktian teori ini. Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik. Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu? Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

Pembuktian selanjutnya terjadi pada tahun 1971,  perbedaan waktu (time dilation) di twin paradox theori tersebut telah dibuktikan melalui “Hafele-Keating-Experiment” dengan menggunakan 2 buah jam yang berketepatan tinggi (High precision Cesium Atom clocks) yang di set awal pada waktu yang sama.
Experiment tersebut menghasilkan perbedaan waktu pada kedua jam tersebut, antara jam yang diletakkan di pesawat Intercontinental yang bergerak terbang kearah timur / barat dengan jam referensi yang diletakkan di U.S. Naval Observatory di Washington, waktu jam di pesawat berkurang/bertambah tergantung dari arah penerbangan.

Twin paradox experiment
Relativ terhadap jam di Naval Observatory, jam dipesawat berkurang waktu 59+/-10 nanoseconds dalam penerbangan ketimur, dan mengalami pertambahan waktu 273+/-7 nanosecond pada penerbangan ke barat. Hasil empiris tersebut membuktikan theori twin paradox dalam tingkatan jam macroskopik.

Dengan adanya pembuktian pembukatian tersebut, berarti  Albert Einstein dengan teori relativitasnya secara langsung atau tidak langsung telah membuktikan bahwa kisah Al Quran tentang kisah  “perjalanan  Rasulullah SAW kelangit ketujuh dan kembali dalam satu malam” adalah benar.   Terutama dalam segi dimensi WAKTU,  dalam perhitungannya memungkinkan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan Nabi Isa AS, ummat Islam mempercayai bahwa Nabi Isa, yang diakui sebagai Yesus oleh penganut Kristen, memang tidak dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya ketika itu. Bahkan beliau belum wafat. Nabi Isa akan kembali diakhir jaman, Apakah Nabi Isa juga mengalami perjalanan dan dilatasi waktu serupa? Wallahu ‘alam bish shawwab.

Applikasi Teori Relativitas.

Salah satu aplikasi teori tersebut adalah alat GPS – Global Postioning System di Handphone anda merupakan applikasi hasil dari  theory relativitas umum dan relativitas khusus. Dalam hal ini jam satellite di orbit di bandingkan dengan jam di darat sebagai faktor koreksi pengiriman signal.

Akhirul kalam, saya menganggap bahwa pengetahuan akan adanya dilatasi waktu antar galaksi adalah suatu fenomena menarik bagi kaum muslimin. Fenomena inipun banyak terjadi pada peristiwa sehari-hari dan bahkan dipelajari oleh ilmuwan barat untuk mempelajari peristiwa di alam raya. Dan mestinya bukanlah sesuatu yang dilarang atau berlebihan untuk lebih memahami fenomena di alam. Untuk selanjutnya yang kita tunggu adalah adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan untuk dapat mengungkapkan desain dari black hole dan wormhole yang gabungan keduanya mirip bentuk teratai (Sidrah atau Sidratul, dan bentuk otak pada tubuh manusia. Sehingga semua ini mudah-mudahan dapat meningkatkan ketakwaan kita dihadapan sang Pencipta.

Pustaka:

Assalamulaikum warochmatullahi wabarokatu.

99 thoughts on “Isra Miraj dan teori relativitas

    • Bagai mana dengan misteri flying stone (batu pijakan nabi) sepertinya batu tersebut melayang/tidak jatuh karena waktu disekitar nya mungkin berhenti saat peristiwa isra miraj

    • SAKSI SAKSI peristiwa Isro dan Mi’roj
      .
      Nabi SAW berkata, “Sesungguhnya aku telah melewati rombongan Bani Fulan (yakni salah satu kafilah dagang mereka) di Rauha’, mereka sedang mencari salah satu untanya yang hilang, dan aku menunjukkan dimana untanya tersesat. Aku juga sempat minum segelas air (air yang diperuntukkan bagi para musyafir) pada kendaraan mereka, dan menyisakannya. Silahkan kalian bertanya kepada mereka tentang hal ini jika mereka telah kembali!!” Mendengar penjelasan itu, salah seorang dari mereka berkomentar, “Sungguh ini suatu bukti (bahwa Nabi
      SAW benar dengan cerita dan pengalaman beliau)!!”

      Mereka berkata lagi, “Ceritakanlah rombongan unta kami lainnya yang akan kembali??”

      Nabi SAW bersabda, “Aku melewati mereka di Tan’im.”

      Tan’im adalah daerah perbatasan ‘tanah haram’ tetapi sudah termasuk ‘tanah halal’, jauhnya tidak sampai sepuluh kilometer dari Makkah. Mereka berkata, “Berapa jumlahnya, apa saja muatannya, keadaannya bagaimana, siapa saja dan kapan akan tiba di sini?”, dan Nabi SAW dengan lancar menceritakannya,

      “Rombongan dagang itu adalah begini dan begini, di dalamnya ada si Fulan dan si Fulan, yang paling depan adalah seekor unta berwarna abu-abu. Dan mereka akan tiba di sini pada saat matahari terbit besok pagi!!”Ternyata rombongan kafilah itu telah mengirimkan utusan tentang kedatangan mereka, dan dia hadir juga saat itu. Spontan ia berkomentar, “Ini juga suatu tanda bukti!!”

      Keesokan harinya ketika matahari terbit, mereka menjumpai rombongan kafilah dagang itu datang dengan ciri-ciri yang tepat seperti digambarkan Rasulullah SAW.
      Namun, karena Allah memang belum menghendaki mereka untuk memperoleh hidayah keislaman, mereka hanya berkata, “Sungguh ini adalah suatu sihir yang yata!!”

      Sumber : Shahihul Bukhary, 2/684: Shahih Muslim, 1/96; sirah An-nabawiah, Ibnu Hisyam, Zadul Ma’ad; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal , Blog Percik Kisah Nabi

  1. saya percaya suatu saat nanti akan ditemukan mesin atau pesawat teleportasi.

    dan sebetulnya mesin teleportasi saat ini sudah digunakan pada pesawat ufo milik alien.
    seperti yang diberitakan oleh boriska (boys from mars)

    saya sangat tertarik untuk membuat mesin atau pesawat teleportasi.

    artikel ini membantu untuk pengetahuan dasar bahwa teleportasi SANGATLAH MUNGKIN dilakukan

      • “Dan kepada Allahlah sujud (patuh) segala apa yang ada di langit dan di bumi dengan kemauan sendiri maupun terpaksa dan sujud pula bayang-bayangnya pada waktu pagi dan petang hari” Ar radu':15

        yang di langit itu bisa jadi alien, :D

      • Diantara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
        QS Asy-Syuura 29

      • menurut saya bisa saja alien itu ada, kalau alien itu berasal dari golongan jin atau manusia,, sebab di Al Qur’an Allah mengatakan bahwa ia menciptakan Jin dan Manusia,, memang tidak ada kata alien, tapi mungkin saja ada kalau makhluk yang disebut2 sebagai alien itu berasal dari golongan Jin atau Manusia dari planet lain,, sekian pendapat saya,, ini hanya pendapat, tidak didasari pengetahuan apapun,, mohon maaf jika terdapat kekeliruan..

  2. jika dari hitungan waktu, mungkin bs benar. Tp dari hitungan massa m’ bgm? begitu jungan dengan ukuran panjang L? Menurut teori relativitas, benda akan semakin memendek jika bergerak mendekati kecepatan cahaya.

    Jika v = c, maka ukuran tubuh nabi SAW = 0, jika v > c maka ukuran tubuh Nabi menjadi (-).
    Kalo spti ini menjadi kacau pemahaman kita!

    NB:
    Untuk hal ini, harus dipisahkan alam fisis dan non fisis dalam kajian fisika. Antara Isra’mikraj dengan alam raya fisis ini tentu berbeda. Teori yang mungkin lebih dekat dan masuk akal adalah teori dimensi. Dalam hal ini, Nabi SAW dibawa oleh makhluk berdimensi lebih tinggi dari manusia.

    Artinya Nabi (berdimensi 3) sbg manusia, sementara malaikat mungkin berdimensi > 3 akan mudah membawa makhluk berdimensi yg lebih kecil darinya.

    • Untuk Masa memang akan berubah (lihat di penomena peluru, kendaraan dsb). Untuk teori relativitas lihat formula E=m.c2 dari, memang perihal perubahan masa dalam tulisan ini tidak dibahas. Kedua, tulisan ini terbatas hanya membahas kecepatan v dibawah kecepatan cahaya c, dan malaikat mempunyai kecepatan Vm lebih cepat dari cahaya (QS. 70 Al Ma’aarij:4).

      Perubahan dimensi menurut Stephen Hawking’s memungkinkan, lihat disini.

      Perihal perubahan panjang silahkan baca tutorial berikut.

      • Kalau setau saya, menurut teori relativitas, maka benda tidak dapat bergerak melebihi c. c adalah kecepatan maksimum benda bergerak

    • SETUJU… sidratul muntaha jangan dibayangkan ada di galaksi atau kluster manapun. milyaran galaksi dan kluster atau diujung langit manapun ya itu namanya dunia (jagat raya) yg berdimensi 3 Diujung dunia manapun langitnya sama dengan langit bumi kita, tidak ada lapisan langit ke 7. Langit ke 4,5,6 dan 7 adalah langit di luar langit kita.

  3. Masalah teori relativitas memang menarik untuk disimak. Contoh Nabi Isa saja yang masih misteri apakah benar benar wafat atau masih hidup itu belum terkuak secara gamblang. Hanya saja kalau dikaitkan dgn waktu mungkin saja sebenarnya Nabi Isa tetap hidup secara real.

    Mungkin banyak yang telah memperoleh info bahwa jarak galaksi kita (Bimasakti) dgn Andromeda berkisar 2 Juta tahun cahaya. Kalau bolak balik itu 4 juta thn. Namun bila ada pesawat yang mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya, jarak tempuhnya menjadi 32 thn. Bolak balik jadi 64 th. Istilahnya menurut ukuran bumi waktu bertambah 4 juta thn, tapi bagi mereka yang berada di pesawat dgn kecepatan mendekati cahaya usianya bertambah 64 thn. Jadi waktu itu benar benar relatif….

  4. Andai saja nabi melakukan perjalanan dengan kecepatan yang menyamai cahaya atau bahkan melebihi bukankah partikel2 penyusun jasad nabi akan pecah tercerai berai? kecuali sebelum melakukan perjalanan sifat jasad nabi yang materi di ubah dulu menjadi non materi sehingga memungkinkan bergerak dgn kecepatan tinggi bahkan melebihi kecepatan cahaya berkali2 lipat dengan perantara kendaraan dari dimensi lain yaitu buraq.
    wallahu’alam
    salam kenal :D

  5. Subhanallah, suatu kajian yang menarik. Teori Relativitas ini salah satu bukti kesesuaian antara ajaran Islam dengan IPTEK. Kembangkan terus mas kajiannya!

  6. Saya yakin alat teleportasi bnr adanya (mngingat cerita Nabi Sulaiman AS tntnag memindahkan singgahsana dlm sekedip mata) dan skrg ‘masih’ digunakan dikalangan bangsa jin (krn teknologi kt blm mumpuni). Sy prnh baca bahwa proses teleportasi ini dikenal dgn proses inhilnisasi yaitu merubah wujud padat mnjadi eter, agar materi tsb dpt ‘menunggangi’ frekuensi cahaya. Mirip dgn prinsip kerja telpon.
    Dan mungkin bgitu pula yg trjadi dgn Rasulullah SAW, sblm melakukan prjalanan secepat chya wujub beliau ‘diubah’ mnjdi eter trlbh dahulu.

  7. perjalanan Rosul Muhammad Isro’ ufuk alam dilakukan tiap malam, dan perjalanan Rosul setiap malamnya memakan waktu tidak lebih dari 1 detik. Namun perjalanan Rosdul ini tidak bisa diterangkan dengan teori relativitas, sebab teori relativitas hanya mampu menerangkan perjalanan alam wujud, tidak mungkin menerangkan perjalanan Rosul, sebab perjalanan Rosul sudah menembus dimensi lain. jika ingin jelas nanti saya kupas.

  8. saya bukan org yg paham tentang tentang fisika, bahkan malah kemampuan fisika saya sgt buruk, jd di sini saya ingin bertanya, apakah fenomena santet di Indonesia jg bs dihubungkan dengan E = m.c2 (–>angka 2 mksud saya kuadrat). Melihat rumus tersebut, berarti Energi bisa terbentuk dari massa, dengan kata lain massa bisa berubah menjadi energi dan energi jg bisa berubah menjadi massa (maaf kalo saya salah). Jika dianalogikan dengan ilmu santet, misal “jarum atau paku yg dimasukkan ke tubuh org lain”, maka jarum/paku tersebut yg merupakan massa berubah menjadi energi, dan setelah berbentuk energi, maka energi tersebut bisa ditransfer, masuk ke tubuh orang, dan setelah berada di dalam tubuh, energi tersebut berubah kembali menjadi massa. Apakah hal ini mungkin? Correct Me If I’am Wrong…

    • Mungkin saja. Yang lebih pasti adalah Santet merupakan phenomena fisika; perpindahan materi (paku dsb) dari satu tempat A ketempat B lainnya. Mungkin caranya secara detail belum diketahui.

  9. Saya bersikap terbuka dan yakin semua perjalanan meloncat masa, worm hole, menebok pintu langit atau Time travel pasti akan berlaku satu waktu atau sudahpun berlaku.

    • ‘BUKTI dan SAKSI perjalanan ISRO dan MI’ROJ’

      Nabi SAW berkata, “Sesungguhnya aku telah melewati rombongan Bani Fulan (yakni salah satu kafilah dagang mereka) di Rauha’, mereka sedang mencari salah satu untanya yang hilang, dan aku menunjukkan dimana untanya tersesat. Aku juga sempat minum segelas air (air yang diperuntukkan bagi para musyafir) pada kendaraan mereka, dan menyisakannya. Silahkan kalian bertanya kepada mereka tentang hal ini jika mereka telah kembali!!” Mendengar penjelasan itu, salah seorang dari mereka berkomentar, “Sungguh ini suatu bukti (bahwa Nabi
      SAW benar dengan cerita dan pengalaman beliau)!!”

      Mereka berkata lagi, “Ceritakanlah rombongan unta kami lainnya yang akan kembali??”

      Nabi SAW bersabda, “Aku melewati mereka di Tan’im.”

      Tan’im adalah daerah perbatasan ‘tanah haram’ tetapi sudah termasuk ‘tanah halal’, jauhnya tidak sampai sepuluh kilometer dari Makkah. Mereka berkata, “Berapa jumlahnya, apa saja muatannya, keadaannya bagaimana, siapa saja dan kapan akan tiba di sini?”, dan Nabi SAW dengan lancar menceritakannya,

      “Rombongan dagang itu adalah begini dan begini, di dalamnya ada si Fulan dan si Fulan, yang paling depan adalah seekor unta berwarna abu-abu. Dan mereka akan tiba di sini pada saat matahari terbit besok pagi!!”Ternyata rombongan kafilah itu telah mengirimkan utusan tentang kedatangan mereka, dan dia hadir juga saat itu. Spontan ia berkomentar, “Ini juga suatu tanda bukti!!”

      Keesokan harinya ketika matahari terbit, mereka menjumpai rombongan kafilah dagang itu datang dengan ciri-ciri yang tepat seperti digambarkan Rasulullah SAW.
      Namun, karena Allah memang belum menghendaki mereka untuk memperoleh hidayah keislaman, mereka hanya berkata, “Sungguh ini adalah suatu sihir yang nyata!!”

  10. SIAPA SAKSI MUHAMAD MELAKUKAN PERJALANAN DARI MASJIDIL HARAM KE MASJIDIL AQSA .KATA MUHAMAD SAKSI NYA ONTA DAN BINTANG BINTANG.ANEH SAKSI KO ONTA DAN BINTANG BINTANG. PADA HAL PADA MASA MUHMAD MASJIDIL AQSA DI YERUSALEM BELUM DI BUAT.NANTI SETELAH MASA MUHAMAD MENINGGAL LAMA BERSELANG PADA MASA KEJAYAAN KESULTANAN ISLAM BARU MASJIDIL AQSA DI BUAT

    • saya belum melihat hadith yang menyatakan saksinya perjalanan Isra Miraj Rasulullah saw. adalah saksinya onta atau bintang, sepengatahuan saya saksinya adalah pedagang Mekkah yang sedang dalam perjalanan serta bertemu dengan Rasulullah saw.

    • oceng u kok bisa ngarang crita buktix onta n binatang hadis drmana y mxtkn dmikian dari kata2 kthuan u psti orng non muslim y ingkar atas kbnrn islma pdhl suda jelas alqurn dpt dibuktkn kbnrn ayat2 scrara ilmiah olh harun yahya n bxk ilmuan non muslim kmdian msuk islm krn kbnrnx g’kxk u uda non muslm goblok

    • semoga Allah memberikan petunjuk pada siapapun yang memiliki pemahaman yang salah dalam masalah ini.dan mengampuninya. kisah isra adalah salah satu kisah yang harus di terima dengan keimanan bukan dengan ilmu pengetahuan yang jauh dari pancaran quran dan sunnah.
      ” berpeganglah pada quran dan sunnah jikalau kalian tidak mau sesat ” jangan pernah sombong dengan kemampun akal,
      ” akal terbatas “.

    • Maaf oceng….anda dapat dari mana kalau saksinya adalah bintang onta…
      padahal udah jelas dalam al’quran kisah perjalanan baginda Rasolulllah,,,
      “Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra’ :1)

  11. menarik sekali pembahasannya, saya sendiri awam dalam ilmu fisika.
    pertanyaan saya
    1. apakah Nabi (SAW) dibawa ke awal dan akhir penciptaan semesta?
    2. konsep waktu adalah konsep semesta ini, dalam konsep Allah SWT, Allah SWT tidak terkungkung oleh konsep waktu. Apakah bisa kita simpulkan bahwa pernciptaan semesta ini dimulai dengan terciptanya waktu (dimensi ke 4).

  12. saya difahamkan, kita tidak seharusnya terus menolak teori2 yang dikemuka oleh para pengkaji/saintis (bukan muslim), yang mana mereka dapat membuktikan secara saintifik dan metamatik untuk kita (muslim) mula belajar berfikir lalu mampu membantu kita memahami apa yang Dia cuba paparkan melalui alam ini demi mengenaliNya…
    teruskan penelitian…

  13. yang terjadi dengan nabi isa adalah, beliau diangkat ke langit, lalu diturunkan lagi ke bumi menjelang kiamat, bagi beliau mungkin terasa hanya beberapa hari berada di langit, tapi bagi manusia di bumi, hal tersebut memakan beribu2 tahun lamanya, sama seperti nabi muhammad yang melakukan perjalanan isra miraj, bagi beliau hanya memakan waktu beberapa menit saja, tapi bagi orang di bumi memakan waktu 1 malam
    ini yang namanya efek dilatasi waktu…

    • bahwa nabi Isa AS akan kembali lagi ke bumi adalah pengingkaran ‘aqidah. Adapaun anda terobsesi dengan teori relativitas yg dihubungkan dg isra mi’raj adalah relatif, saya sndiri tdk tertarik krn isra mi’raj Nabi SAW tdk bisa hanya disederhanakan dengan 1 teori relativitas waktu saja. 1) penutup para nabi adalah Muhammad SAw 2) nabi Isa AS diturunkan lagi ke bumi apa tujuanya (sangat kabur), Islam sudah sempura (Al Maidah:2) 3) Isa AS sudah wafat, bukan diangkat ke langit. cari terjemahan yg benar kata “yuaffa” artinya wafat alias mati, baca tafsir-tafsir berbobot yang berhubungan dengan ayat yg menerangkan wafatnya Isa AS, gunakan kajian sejarah yang komprehensip bahwa nabi Isa AS sudah dikebumikan. Berharap nabi Isa AS diturunkan lagi ke bumi (bersama imam Mahdi) adalah ajaran messias yg tak berdaya menghadapi kehidupan, kalau di Jawa (Indonesia) menunggu ratu Adil yg diramalkan Jayabaya

  14. Berarrti semua kantoong ajaibnya doraemonnn yg isinya pintu kemana aja&lorong waktuu ntuu bs bakal diproduksii yaww

  15. KK aku Pengen menjadi Ilmuan…trus G sengaja aku tulis di kertas Polio tentang teori relativitas albert einstein……terus teori yang di atas hampir mirip yang aku tulis di kertas polio……

  16. terpaksa nulis lagi nih…ada gangguan udah nulis tiba-tiba webnya tidak ditemukan, saya ulang anda pernah baca tentang bumi menggantung di daerah yang gelap terutama di daerah mekah tepatnya di ka’bah, penemuan nasa baru-baru ini menemukan adanya gelombang radiasi yang tidak berujung antara bumi dan surga, ada hadis bahwa batu hajar aswad adalah batu dari surga, peristiwa isro miraj nabi mungkin melalui jalur gelombang itu yang sudah ada sejak nabi ibrahim, gelombang radiasi yang menghubungkan bumi dengan surga, menurut saya manusia juga bisa melakukan perjalan keluar angkasa tinggal meneliti saja gelombang radiasi yang dikeluarkan batu hajar aswad, dan membuatnya seperti film stargate membuat wormholl

  17. nabi muhammad itu cahaya diatas cahaya nabi muhammad terbuat dari nur allah bukan dari sembarang nur ( cahaya) sebelum nabi adam diciptakan allah swt telah membuat nur muhammad terlebih dahulu, kemudian kalau menyikapi peristiwa ini posisi nabi muhammad diidra dan di mi’rajkan oleh allah swt kalau tentang teori anda seperti itu tak akan masuk kedalam daya fikir manusia atau secara matematis,karena allah memberikan ilmu kepada manusia ( qolilan= sedikit) yg maha pandai itu allah,jadi dengan peristiwa isra mi’raj ini jgn dikaitkan dengan secara teoritis itu menjadi penggoyah dasar keimanan saudara apakah anda percaya atau tidak dengan peristiwa tersebut. einstein itu orang yahudi pasti akan bertolak belakang dengan peristiwa seperti ini.kalau manusia biasa itu akan hancur kalau menempuh dengan kecepatan cahaya sementara kembalikan lagi tentang proses penciptaan nabi muhammad,,,nur muhammad = nurullah

      • Jasmani Manusia dari empat unsur sedangkan Ruhani manusia dari Nur, Malaikat dari Nur. . Jin dari Api.

    • setuju?ni baru pemikiran yg bs di terima akal..emang dah skenario ALLOH manusia spy berpikir dan cukup meyakini nya?berpikir di sini manusia kan semakin cerdas2 bs ga memikirkan isramiraj nya nabi saw msl kan mampu silakan?byk yg non muslim menjiplak ilmu miraj nya nabi.dngn pengetahuan nya yg merasa hebat dia bs buktikan secara ilmiah pergi keluar angkasa skrng ini abad 20?rosul dah duluan 14 abad yg lalu

  18. Dalam Islam tidak ada Sihir semuanya dapat dijelaskan dengan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi saat ini, hanya saja kita yg belum mampu menelaah dengan teori apa Mujizat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada para Rasulnya, Subhanallah…..

    • setuju banget sama komen satu ini, semua mukjizat dan kehebatan nabi dan Alquran bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, cuma tehnologi kita jaman sekarang yang belum mampu menjelaskan itu semua..

  19. sebagian komentator dah mulai pada ngaco, ada mesin waktu lah, ada alien lah, UFO lah, mengunggulkan jin lah, turunya nabi Isa lah malah ada yg nanyain santet segala. saya akan lebih ngaco ni, jika ada mesin waktu saya akan menghidupkan kembali nenek moyang saya yg sudah pada wafat, asyik donk bisa bercengkrama lagi ama kakeku??????????????????

  20. Sebelum dihebohkan oleh cerita Isra Mi’raj, dlm surah ke 6 ayat 35, Rasulullah nyesek, terasa amat berat (kabura) lantaran orang kafir kagak percaya kepada ajaran Rasul ini sebelum ada suatu kehebatan atau mukjizat, maka andaikan Rasululullah bisa tembus bumi (nafaqan fil ardhi) atau naik setinggi langit lewat tangga (sulaman fi samaa-i), untuk mencari mukjizat,kerjakanlah itu…….Ternyata tidak bisa berbuat seperti Gatotkaca yang bisa berdirgantara, atau seperi Raden Antareja yang bisa bikin lubang kaya lindung. Pada giliran surat Isra ayat 1, Rasulullah bisa terbang atau diterbangkan dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (tidak ada kata lain pengganti proses isra ataupun miraj, kecuali terbang. kalau lewat laut pasti berenang). Padahal pada surah Isra juga dari ayat 90 hingga ayat 93,Rasulullah sudah diminta untuk melaksanakan tujuh hal, yang terakhir adalah agar Rasulullah NAIK KE LANGIT dan pulang dari langit harus bawa kitab, sebagai bukti sudah pergi ke langit. Jangan sampai mereka dibohongin lagi bahwa Rasulullah pernah naik ke langit (isra-mi’raj) tapi tanpa bukti. Dalam ayat ke 93, Rasulullah kebingungan ikagak bisa melaksanakan satu macam saja dari 7 permintaan tadi. Lau Allah mewahyukan agar menjawab:MAHA SUCI TUHANKU (kata atau ungkapan SUBHANA ini persis sama artinya pada ayat SUBHANA ALLADZI ASRA…) BUKANKAH AKU INI SEORANG MANUSIA (seperti juga anda-anda semua, jika anda tidak bisa terbang akupun tidak bisa, bila kalian suka pergi ke pasar akupun demikian) YANG MENJADI UTUSAN (Allah)…?? Dengan jelas, tegas, konkrit, nyata, pasti bahwa Muhammad Al Mustafa Rasulullah kagak mungkin bisa terbang atau diterbangkan. Berbeda dengan zaman sekarang, setiap hari orang pergi ke Arab naik pesawat dg kecepatan rata-rata 800KM/jam (Saya lihat lewat monitor di pesawat di depan mata waktu terbang dengan Saudi Arabian Airlines).Bila dulu,konon Isra ke Madsjidil Aqsha berangkat jam 12 pulang sebelum Subuh. Untuk ukuran sekarang itu lelet atau low batt.. Maka, kalau mau komentar Isra mi’raj jangan pake rumus segala macem, kagak nyambung. Hendaknya lewat kajian, pakailah dalil Alquran. Riwayat isra itu kisah Israiliyyat. Alquran cerita isra itu dari Masjil haram ke masjidil Aqsha doang coy, Malik bin Annas, ketika turun surah Bani Israil/Ial Israa masih bau kencur, baru berumur delapan atau sembilan tahun. Itupun ia berada di Madinah, sedangkan Isra mikraj itu di Mekkah, satu atau dua tahun sebelum hijrah. Dari imam Bukhari tidak nampak ada cerita masjidil Aqshanya, Setelah Rasulullah dibersihin di zamzam langsung take off menuju langit dunia, langit ke ii hingga ke tujuh,lalu lanjut ke bebas langit dst., dst., Ternyata para nabi yang sudah meninggal itu bukan berada di alam akhirat tapi di langit satu sampai tujuh.Sedangkan dalam hadits Muslim ada disebut bahwa begitu sampai di Masjidil Aqsha, maka buraq itu diikat atau diparkir di tempat para nabi markirin bural-burak mereka. Padahal sang burak sampai kehabisan airmata-burak, lantaran saking pengen ngangkut nabi, masa kudu diikat sih?. Padahal yg hebat sebenarnya buraq, sekali lompat sejauh mata memandang, Rasulullah kan sekadar penumpang. Cepat atau lambatnya penumpang tergantung kendaraan yang ngangkut. Kalau nabrak gunung pasti hancurlah, sebagimana sukoi nabrak gunung Selamet.
    Siapa yang menginginkan penjelasan atau komentar Alquran tentang kisah Isra ataupun Mi’raj silahkan kontak 08158863049 atau mustafaadnani@gmail.com

  21. betapa luas jagad raya ini, planet yang kita tempati aja seakan sudah luas banget, berarti kita adalah sangat … sangat … sangat kecil dialam ini, tapi banyak orang yang sombong, merasa dirinya besar, seperti para pejabat yang korup, padahal nasi yang masuk keperutnya saja hasil merampas, makanya pikirannya gelap gak sampai memikirkan kekuasaan Tuhan Yg telah menciptakan alam ini begitu luasnya … laa haulla walla kuwatta illa billah hill aliyill adzim.

  22. dalam islam ada aqli ada naqli…..kalau pake akal saja jelas tak terjangkau….
    coba pikir oleh akal apa bisa memasukan bumi kedalam lubang jarum ?
    maka dari itu tebalkan iman kita untuk mempercayainya,,,,
    banyak banyak lah belajar tauhid….
    untuk allah tidak ada yang tidak mungkin sebab allah yang menciptakan tidak mungkin…

    • Intinya terletak pada kata pertama; sejak awal ditekankan ” SUBHANA..Maha Suci Alloh dari segala kekurangan/ kecacatan yang disifatkan oleh manusia.. Dia mampu memperlakukan hamba-Nya dengan cara yang diluar daya pikir manusia.. seolah menegaskan, bahwa apa pun teori yang temukan dalam hidup ini hanyalah menebak-nebak semata, Dia-lah yang punya kuasa

      Izin share.

  23. Sebuah pembahasan yang menarik mengenai peristiwa Isra’ & mi’raj Rasulullah SAW. Sebuah peristiwa yang nyata nyata menunjukkan kekuasaan mutlak Allah SWT yang tiada diragukan sedikitpun. Sedikit tambahan mengenai peristiwa tersebut, yang menyangkut aspek “kecepatan”, bahwa dalam AL Quran juga diceritakan kejadian lain yang berhubungan dengan kecepatan, yaitu pada waktu seorang yang ‘alim memindahkan singgasana Ratu Bilqis dari negri Saba’ yang dilakukan hanya dalam hitungan detik. Wassalamualaikum.

  24. isra miraj adalah cerita 1001 malam. Nggak ada saksi dan bukti sejarah. saat itu bait Allah yang dibuat oleh Salomo udah dihancurkan oleh Romawi. Kok bisa-bisanya nyasar kesana? apa ingin menyaingi bait allah bani isroil?…cape deh>>>>

    • Nyasar bagaimana? tidak ada hubungannya antara Isra Miraj dengan Romawi dsb. Bukti telah banyak disampaikan, baik melalui cara religi maupun secara ilmiah.

    • Hanya Markus dan Lukas yang memuat hikayat tentang kenaikan.
      “Yesus diangkat ke surga dan duduk di kanan Allah.” (Markus 16:19).

      Sedangkan Lukas 24:51, menjelaskan,
      “ketika ia (Yesus) sedang memberkati mereka, ia berpisah dari
      mereka dan terangkat ke surga. Kenaikan Yesus ke surga terjadi
      pada hari ia dibangkitkan dari kubur.”

      Namun tulisan Lukas lainnya dalam Kisah Para Rasul1:2-3, menyebutkan:

      “Selama 40 hari ia (Yesus) berulangkali menampakkan diri dan
      berbicara kepada mereka tentang kerajaan Allah.”

      Beberapa tinjauan kritis berkaitan dengan kenaikan Yesus seperti
      diungkapkan oleh Injil di atas adalah sebagai berikut:

      1. Perlu diingat bahwa akhir Injil Markus (16:9-20) menurut R.P Roguet
      dalam bukunya Initiation a I’Evangile (Pembimbing Kepada Injil)

      memuat hikayat yang tidak otentik. Kalimat tersebut hanyalah
      tambahan (yang tidak termuat dalam Codex vaticanus maupun Codex
      Sinaticus). Hikayat yang dimaksud adalah sekitar peristiwa penyaliban,
      kebangkitan, dan kenaikan Isa Al Masih.

      2. Tidak jelas siapa saksinya, kapan terjadinya, apa hubungannya
      dengan kebangkitan.

      3. Dua pemberitaan dari Lukas di atas (Lukas 24:51 dan Kisah Para
      Rasul 1:2-3), satu sama lain bertentangan. Yang satu menyatakan
      bahwa kenaikan Yesus ke surga terjadi pada hari ia dibangkitkan dari
      kubur (hari Ahad); sedangkan yang lain setelah 40 hari dari
      penampakan dirinya.

      4. Ringkasan 4 Injil yang diterbitkan pada tahun 1972 oleh sekolah Bibel
      di Yerussalem (jilid II hal. 451) yang mengkritik data-data kenaikan
      (ascention) dengan mengatakan “Sesungguhnya tidak ada kenaikan
      dalam arti kata fisik.”

      Pertanyaan balik untuk Kristenen termasuk Staf Isa dan Islam

      Kejadian 5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah
      lagi,
      Siapa saksi dalam peristiwa tersebut? Jika tidak ada apakah ini kisah BOHONG ?

  25. Ada fisika klasik(yg berhubungan dg angka2),ada fisika quantum(cikal bakal fisika modern).Bukan tdk mungkin Rasul yg agung menempuh hingga tempat yg bernama al-Mustawa,krn sifat Beliau cahaya diatas cahaya.Ada kejadian orang naik haji dari semarang bawa gula,pulang haji kebetulan gulanya masih sisa,dibawa kembali kesemarang,ternyata ketika akan berangkat haji ada semut dari smg yg ikut ke Makkah.Dengan bhs semut,dia cerita pd sesama semut,bhw dia tlh dtng dari Makkah,kira2 bagaimana?.Saksi isra’ wal mi’raj adalah:1.Kejujuran Rosul yg agung,2.Sahabat Abu Bakar yg selalu membenarkan,3.Al-Qur’an yg mutawatir,dan 4.Iman kita dg otak yg telah menyambut hidayah masuk kehati.

  26. Allah swt maha benar dengan segala firmannya !!!!! Kita Manusia Udah tau Belum Siapa Orang Tua kita yang sebenarnya ???? Baru dikasih tau az sama orang laen udah Sombongnya melebihi yang melahirkannya !!!!!!! Astagfirullah hal adzim …. Kalian semua itu akan Mati akan matiiiiiiiiiii mempertanggung jawabkan perbuatanmu dan kesombonganmuuuuuu !!!!!!…..

  27. Maha benar Allah dengan segala firmanNya..
    Manusia diciptakan diberikan Indra yang salah satunya adalah mata berfungsi untuk bisa melihat. Mata manusia hanya bisa memandang sejauh mata memandang, apakah bisa melihat sesuatu (benda) yang dekat jaraknya tapi benda itu terhalang (oleh tembok misalnya)?. keyakinan dari kebenaran peristiwa itu akan ditafsirkan oleh otak dan hati (keimanan). kenapa otak dan hati harus diserasikan untuk meyakinkan suatu kebenaran?. Otak tidak mampu memikirkan suatu yang logis dari kejadian yang gaib (tidak kasap mata) karena “keyakinan manusia akan sunnatullah Allah belum didukung oleh keilmuan sain manusia yang memadai (ilmu manusia itu sedikit) dan kemajuan teknologi yang masih terbatas (walaupun dikatakan modern) sehingga hanya mampu dipahami dan diyakini oleh hati (tauhid). ”
    Mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj, apapun alasan dan pemikirannya saya berpendapat bahwa Peristiwa itu adalah kekuasaan Allah SWT yang memang ada kajian keilmuan dari sisi sain dan teknologi yang sekarang sedang dan terus berkembang.
    Dan mungkin pada saatnya peristiwa Isra’ Mi’raj akan mengungkap suatu yang lebih daripada tinjuan kecepatan cahaya. alasannya adalah karena sampai saat ini kecepatan cahaya yang hanya bisa diamati oleh manusia. sehingga dilatasi waktu, panjang, dan massa semua mengacu kepada kecepatan cahaya (teori relativitas), yang mana kecepatan cahaya ini terbatas (300.000.000 m/s)
    Waallahua’lam..

  28. aneh ya, padahal Al-Quran adalah petunjuk dari Allah. ini adalah ilmu pengetahuan. dan Alquran itu nyata. seperti penciptaan manusia, sebelum ilmu bidan ada Al-quran sdh cerita bagaimana proses dari janin sampai bayi. sebelum manusia tau tentang bumi, Al-quran cerita bagaimana alam ini dibuat. semua tentang sains. itulah kekuasaan Allah. Kitab agama mana yang bisa seperti ini???

  29. sy lbh condong bahwa sidrotul muntaha ada pd dimensi lain…disebutkan di al qur’an bahwa sidrotul muntaha dekat dg surga. Jk msh dlm satu dimensi, berarti bumi & surga hanya dibatasi jarak yg sangat jauh saja…shg kita bs mencapai surga dg begerak mendekati kecepatan cahaya tanpa melalui proses kematian.
    Bgm halnya dg kiamat? manakah yg akan hancur? Seluruh alam raya atau hanya tata surya kita sj? Jk seluruh alam raya & sidrotul muntaha termasuk di dalamnya (karena msh dlm dimensi yg sama) bgmkah dg surga & neraka yg kelak akan menjd tmt tinggal manusia stlh kiamat.
    Jd kesimpulan sy kemungkinannya peristiwa mi’raj adalah peristiwa trans dimensi.
    Balas
    Fety-bdg

  30. di jaman yg modren ini msih ada aja orang mimpi ingin membuat mesin waktu . Orang yang ingin membuat mesin waktu pasti orang yang putus asa karena cobaan hidup yang terlalu berat sehingga pikiran kacau. Kalau lihat teorix einstein itu benda yang harus di gerakan dengan kecepatan lebih cepat dari cahaya bukan manusia kalo manusia pasti sudah hancur. Pesawat tempur dengan kecepatan 10 x kecepatan suara saja sudah gak pake pilot tapi pake remot kontrol . Ingat tubuh manusia itu ada batas kemampuanya .

  31. Bismillahir Rohmanir Rohim
    Isra` Mi’raj adalah peristiwa luar biasa bagi manusia. dan sangat sulit untuk difahami oleh akal manusia tapi mudah untuk diyakini karena ALLAH SWT yang menerangkannya. Dan Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho dan Mi’raj ke Sidratul Muntaha di Alam Baqa . Sesungguhnya peristiwa ini dilakukan hanya dengan Ruhani saja. Untuk memahami hal ini diperlukan banyak pengetahuan yang lain dan sulit untuk menjelaskannya apalagi untuk memahaminya. Sedikit ulasan sebagai bahan kajian bagi yang berminat.
    1. Allah menciptakan Alam Fana (Alam Dunia / Alam Jasmani) dan Alam Baqa (Alam Akhirat / Alam Ruhani).
    2. Penciptaan Alam Fana memerlukan waktu 2 masa untuk penciptaan langit dan 4 masa untuk penciptaan bumi, bisa direnungkan dan dikaji melalui ayat-ayat tentang kiamat.
    3. Alam Fana mempunyai dimensi lain, seperti Alam Jin dan Alam Barzah dll. Dan Masjidil Aqsho yang dikunjungi Nabi berada pada Dimensi lain (inipun sulit dipahami bagi awam)
    4. Setiap Materi juga mempunyai Dimensi lain.
    5. Tubuh Manusia terdiri dari Jasmani dan Rohani, sedangkan Jasmani terdiri dari Jiwa dan Raga. Artinya Jasmani manusiapun mempunyai Dimensi lain, seperti Nafs / Jiwa dan Qolbu / Hati.
    6. Jasmani Orang yang berilmu bisa melakukan keluarbiasaan seperti pada jaman Nabi Sulaiman memindahkan Singgasana hanya dalam waktu sekejap mata.
    7. Rohani orang yang beriman, bertaqwa dan diberi ilmu dapat mengadakan perjalanan ke Alam Baqa seperti Isra` Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, sedang Shalat seharusnya bisa menjadi Mi’rajnya orang yang beriman lagi bertaaqwa, artinya orang beriman yang sudah dapat mengenal dirinya (Ruhaninya) barulah ia dapat Mi’raj, dan itu semua bisa dilakukan dengan Shulthon (ilmu / kekuatan). ALLAH SWT menyuruh manusia untuk melintasi (menembus) penjuru langit dan bumi, dan itu tak akan bisa dilakukan tanpa Shulthon.
    8. Bagi Malaikat berpergian melaksanakan tugas dari langit ke bumi atau Alam Baqa ke Alam Fana bukanlah hal luar biasa, dan hal inipun bisa dilakukan oleh Ruhani yang sudah memperoleh karunia Shulthon dan dalam hal ini sangat sedikit sekali orang yang mencapai derajat ini (belum tentu ada sejuta 1).
    9. Oleh karena itu ALLAH menyuruh bertanya kepada Ahli Dzikir bukan kepada Ahli kitab atau sekedar ahli fikir, karena seorang Ahli Dzikir sudah pasti dia Ahli Fikir dan seorang Ahli Fikir belum pasti Ahli Dzikir. Dan apa yang disebut ahli itu?
    10. Dan yang paling penting adalah jangan banyak berdebat mencari pembenaran dan kemenangan semu, karena orang yang merasa paling benar akan tertutup dari bertambahnya ilmu yang Hakiki. Lebih baik pergunakan waktu untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada ALLAH Azza wa Jalla. Robbiy Zidniy Ilman war zukniy fahman. Salam.

  32. Isra’ Mi’raj, semua Mukmin tentu mengetahui rihlah terbaik ini. Sebuah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram, menuju Masjidil Aqsha, kemudian ke Sidratul Muntaha. Perjalanan, atau lebih tepatnya “diperjalankan”, karena Rasulullah tidak bepergian sendiri, melainkan berangkat atas izin Allah ditemani dua makhluk lainnya, yakni malaikat Jibril dan Buraq.

    Jarak perjalanan dalam isra’ mi’raj melampui hitung-hitungan teori kecepatan. Jika dilihat dari “kacamata” sains, rihlah ini tidaklah dapat diterima logika, karena mustahil seseorang bisa berpindah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang berjarak lebih kurang 1500 KM, kemudian ke Sidratul Muntaha yang jaraknya hanya Allah yang tahu, dalam waktu tidak lebih dari satu malam. Namun kita mempercayainya dengan “kacamata” iman, bahwa tiada sesuatu-pun yang mustahil bagi Allah.

    Dalam waktu singkat, Rasulullah, Jibril dan Buraq bisa berpindah sejauh ribuan kilometer dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Lalu, berapa kecepatannya?

    1. Jibril, Diciptakan dari Nuur (Cahaya). Rasulullah pernah bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian.” ( HR. Muslim )
    2. Buraq, Sang Kilat Cahaya. Istilah Buraq berasal dari kata “Barqu”, yang bermakna kilat. Hal ini sebagaimana yang difirman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 20: “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka”. Kata kilat pada ayat diatas mengacu pada kata “Barqu”.
    3. Rasulullah, Cahaya. Dalam sebuah hadits shohih riwayat Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan An-Nasai disebutkan bahwa Rasulullah pernah berdoa: “Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam kuburku kelak, cahaya dalam rambutku, cahaya dalam kulitku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya dalam tulang-tulangku, cahaya dihadapanku, cahaya dibelakangku, cahaya disamping kananku, cahaya disamping kiriku, cahaya diatasku, cahaya dibawahku. Ya Allah, tambahkan cahaya bagiku, limpahkan cahaya untukku, dan jadikan aku cahaya”.
    ” … Jadikan aku cahaya”, itu kalimat terakhir dari doa Rasulullah. Rasul utusan Allah yang doanya tentu di-ijabah oleh Allah.

    Malaikat dan Buraq ialah cahaya, dan atas izin Allah, Rasulullah juga dijadikan nuur (cahaya). Berapa kecepatan cahaya? Ilmu sains modern telah menunjukkan bahwa kecepatan cahaya ialah lebih kurang 300.000 KM per-detik.
    Jadi, jika kita ukur dari ilmu sains modern, perjalanan Isra’ hanya membutuhkan waktu lebih kurang: 1500/300.000 = 0.005 detik. Maha suci Allah!

    Maka pantaslah, dalam ayat 1 surat isra’, Allah memulainya dengan kalimat “سُبْحَانَ” (Maha Suci Allah). Banyak peristiwa yang diceritakan Al-Qur’an, tetapi jarang sekali diawali dengan kalimat Tasbih. Kalau untuk memaparkan peristiwa Isra’ Mi’raj Allah memakai kalimat Tasbih, tentulah bukan suatu kebetulan. “سُبْحَانَ الَّذِي” (Maha Suci Allah). Maha Suci dari segala kelemahan. Maha Suci dari segala sifat kekurangan. Maha Suci dari segala kesia-siaan. Allah mempertaruhkan kesucian-Nya untuk menjamin kebenaran peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Pertanda bahwa Isra’ Mi’raj bukan peristiwa biasa.

  33. maha suci Allah, tiada keraguan sedikitpun atas apa yg tjd pd prstiwa isra mi’raj..sbgmn dgn prstiwa ashabul kahfi. bhw wktu adlh relativ, begitupun umur, massa. 100thn diluar gua = tidur sebentar digua. kalau bcr ttg sains kajian itu tdk akan habis & makin mnambah wawasan serta keimanan. insya Allah, amin.

  34. ‘BUKTI dan SAKSI perjalanan ISRO dan MI’ROJ’

    Nabi SAW berkata, “Sesungguhnya aku telah melewati rombongan Bani Fulan (yakni salah satu kafilah dagang mereka) di Rauha’, mereka sedang mencari salah satu untanya yang hilang, dan aku menunjukkan dimana untanya tersesat. Aku juga sempat minum segelas air (air yang diperuntukkan bagi para musyafir) pada kendaraan mereka, dan menyisakannya. Silahkan kalian bertanya kepada mereka tentang hal ini jika mereka telah kembali!!” Mendengar penjelasan itu, salah seorang dari mereka berkomentar, “Sungguh ini suatu bukti (bahwa Nabi
    SAW benar dengan cerita dan pengalaman beliau)!!”

    Mereka berkata lagi, “Ceritakanlah rombongan unta kami lainnya yang akan kembali??”

    Nabi SAW bersabda, “Aku melewati mereka di Tan’im.”

    Tan’im adalah daerah perbatasan ‘tanah haram’ tetapi sudah termasuk ‘tanah halal’, jauhnya tidak sampai sepuluh kilometer dari Makkah. Mereka berkata, “Berapa jumlahnya, apa saja muatannya, keadaannya bagaimana, siapa saja dan kapan akan tiba di sini?”, dan Nabi SAW dengan lancar menceritakannya,

    “Rombongan dagang itu adalah begini dan begini, di dalamnya ada si Fulan dan si Fulan, yang paling depan adalah seekor unta berwarna abu-abu. Dan mereka akan tiba di sini pada saat matahari terbit besok pagi!!”Ternyata rombongan kafilah itu telah mengirimkan utusan tentang kedatangan mereka, dan dia hadir juga saat itu. Spontan ia berkomentar, “Ini juga suatu tanda bukti!!”

    Keesokan harinya ketika matahari terbit, mereka menjumpai rombongan kafilah dagang itu datang dengan ciri-ciri yang tepat seperti digambarkan Rasulullah SAW.
    Namun, karena Allah memang belum menghendaki mereka untuk memperoleh hidayah keislaman, mereka hanya berkata, “Sungguh ini adalah suatu sihir yang yata!!”

    Sumber : Shahihul Bukhary, 2/684: Shahih Muslim, 1/96; sirah An-nabawiah, Ibnu Hisyam, Zadul Ma’ad; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal , Blog Percik Kisah Nabi

  35. Pengetahuan anda tentang teori ralativitas cukup baik. Fenomena nabi Muhamad saw dan nabi Isa atau Yesus tsb adalah hipotesa, letaknya telah dijalur ilmiah utk mewujudkan sebuah teori. Buktikan.

  36. subhannallah…..

    hanya allah yang maha tau….

    kita manusia hanya bisa berfikir …. hanya secuil yang kita tau…
    gak mungkin manusia bisa menandingi pengetahuan sang pencipta (allah) YME…

    allahuakbar…

  37. Malaikat Jibril adlah makhluk yang terbuat dari cahaya (makhluk cahaya), buraq (barqun) adalah juga cahaya / kilat. Tentunya Rasulullah sebelum berangkat Isra’ mi’raj, dirubah / dikonversi terlebih dulu menjadi cahaya. Bukankah materi bisa diubah menjadi energi dan sebaliknya energi juga bisa diubah menjadi materi ? Sehingga perjalanan isra’ mi’raj menggunakan kecepatn cahaya. Bayangkan apabila Rasulullah apabila tidak diubah menjadi makhluk cahaya (masih dengan badan meteri) dengan kecepatan cahaya tentu akan berakibat fatal. Untk lebih jelasnya silakan baca buku “TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA” karya Agus Mustofa.

    • Berarti kalau kaya gitu Cahaya bisa diubah Menjadi mempunyai Massa dong. Apakah kalau sudah di konversikan menjadi massa tetap mempunyai kecepatan seperti Sebelum di Ubah? KALAU MISSALNYA BISA BERARTI BISA SAJA KITA PERGI MENUNGGANGI CAHAYA UNTUK MELINTASI WAKTU? Sorry kalau salah ane masih SMP KELAS 8 yg kebetulan tertarik dg teory relativitas dan mesin waktu

  38. KRISTEN DAN ISLAM ITU SAMA, BEDA TIPIIIIIS, YANG PENTING MARILAH KITA JALANI DENGAN SUNGGUH SUNGGUH KEYAKINAN KITA INI,, KALAU KAMU NGAKU KRISTEN MAKA SERING SERINGLAH TIAP MINGGU KE GEREJA,, YANG KAMU NGAKU ISLAM YA KERJAKAN SHOLAT WAJIB LIMA WAKTU ITU,,,JANGAN SUKA BERANTEM SESAMA UMMAT BERAGAMA,,KARENA ALLAH MEMANG MEMBUAT KEHIDUPAN INI PENUH PERBEDAAN DAN WARNA,,TAPI KALAU DIHAYATI MAKA PERBEDAAN DAN WARNA ITU INDAH BILA SALING DISANDINGKAN SEPERTI,,PELANGI.

    • Kristen dan Islam itu BEDA selain dilihat dari segi ketuhanan juga dari segi way of livenya. Keharmonisan itu terjadi tidak harus karena SEMUA SAMA. Suami istri dgn gender beda bisa harmonis. Warna yg berbeda juga bisa harmonis, begitu juga kejadian2 dialam lainnya.

  39. Ping balik: Isra Miraj dan teori relativitas | azfiamandiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s