Tag

,

Perjalanan ruang-waktu dalam Al Quran dan Hadits.

Dalam Islam banyak dikisahkan perjalanan ruang dan waktu, bersumber dari Al Quran dan hadits.

● Salah satu Mukjizat Nabi Muhammad SAW. adalah kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW dalam waktu kurang dari satu malam.
الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ

…yang telah memperjalankan hamba-Nya…” (QS. Al Isra : 1)

Kejadian-kejadian sekitar isra’ dan mi’raj dijelaskan di dalam hadits- hadits nabi. Dari hadits-hadits yang sahih, didapati rangkaian kisah-kisah berikut. Suatu hari malaikat Jibril datang dan membawa Nabi, lalu dibedahnya dada Nabi dan dibersihkannya hatinya, diisinya dengan iman dan hikmah. Kemudian didatangkan buraq, ‘binatang’ berwarna putih yang langkahnya sejauh pandangan mata. Dengan buraq itu Nabi melakukan isra’ dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina

secara fisik (berdasarkan kata “hamba” adalah ungkapan yang menggabungkan ruh dan jasad) dengan berkendaraan Buroq.

image

Pintu masuk Mesjid Al Buraq. Struktur kecil ini, di sudut barat daya kompleks al-Aqsa diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW mengikat Buraq (kiri)

● Buraq (bahasa Arab: البراق , al-burāq; “cahaya atau kilat”) adalah sesosok makhluk tunggangan ajaib, yang membawa Nabi Muhamad SAW dari Masjid al-Aqsa menuju Mi’raj ketika peristiwa Isra Mi’raj. Makhluk ini diciptakan Allah tebuat dari cahaya. Dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah “buraq” yang diartikan sebagai “Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw

Buraq menurut Hadis. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hudzaifah bin al Yaman mengatakan bahwa Rasulullah saw telah diberikan seekor binatang yang punggungnya panjang dan langkahnya adalah sepanjang mata memandang. Mereka berdua (Rasulullah saw dan Jibril as, pen) tidaklah terpisahkan diatas punggung buraq sehingga mereka meyaksikan surga dan neraka … kemudian mereka berdua kembali pulang ke tempat semula (ketika berangkat)…” (Abu Isa mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih)

● Kisah Nabi Muhammad Pulang Ke Makkah dari Syria

Biasanya dalam perjalanan pulang, kira-kira jarak tujuh hari lagi mendekati Makkah, Maisarah mengirim seorang utusan kepada Khadijah r.a, memberitahukan bakal kedatangan kafilah serta perkara-perkara lain yang menyangkut perjalanan.

Maisarah menawarkan kepada Muhammad SAW: “Apakah engkau bersedia diutus membawa berita ke Makkah?” Muhammad SAW berkata: “Ya, saya bersedia apabila ditugaskan”.

Pemimpin rombongan mempersiapkan unta yang cepat untuk dinaiki oleh utusan yang akan berangkat terlebih dahulu ke kota Makkah. Ia pun menulis sepucuk surat memberikan kepada majikannya bahawa perniagaan kafilah yang disertai Muhammad SAW mendapat hasil laba yang sangat memuaskan, dan menceritakan pula tentang pengalaman-pengalaman aneh yang berkaitan dengan diri Muhammad SAW.

Tatkala Muhammad SAW menuntun untanya dan sudah hilang dari pandangan mata, maka Allah SWT menyampaikan wahyu kepada malaikat Jibril a.s .: “Hai Jibril, singkatkanlah bumi di bawah kaki-kaki unta Muhammad SAW! Hai Israfil, jagalah ia dari sebelah kanannya! Hai Mikail, jagalah ia dari sebelah kirinya! Hai awan, teduhilah ia di atas kepalanya!”

Kemudian Allah SWT mendatangkan ngantuk kepadanya sehingga baginda SAW tertidur nyenyak dan tiba-tiba telah sampai di Makkah dalam tempoh yang cukup singkat. Saat terbangun, ia hairan mendapati dirinya telah berada di pintu masuk kota kelahirannya. Baginda SAW sedar bahawa ini adalah mukjizat Tuhan kepadanya, lalu bersyukur memuji Zat Yang Maha Kuasa.

Sementara baginda SAW mengarahkan untanya menuju ke tempat Khadijah r.a, secara kebetulan Khadijah r.a pada saat itu sedang duduk sambil kepalanya keluar jendela memandangi jalan ke arah Syam, tiba-tiba dilihatnya Muhammad SAW di atas untanya dari arah bertentangan di bawah naungan awan yang bergerak perlahan-lahan di atas kepalanya. Khadijah r.a menajamkan matanya, bimbang kalau-kalau tertipu oleh penglihatannya, sebab yang dilihatnya hanyalah Muhammad SAW sendirian tanpa rombongan, padahal telah dipesannya kepada Maisarah agar menjaganya sebaik-baik. Ia bertanya kepada wanita-wanita sahayanya yang duduk di sekitarnya: “Apakah kamu mengenali siapa pengendara yang datang itu?” sambil tangannya menunjuk ke arah jalan.

Seorang di antara mereka menjawab: “Seolah-olah Muhammad Al-Amiin, ya sayyidati!”

Kegembiraan Khadijah r.a terlukis dalam ucapannya: “Kalau benar Muhammad Al-Amiin, maka kamu akan kumerdekakan bilamana ia telah sampai!”

Tak lama kemudian muncullah Muhammad SAW di depan pintu rumah wanita hartawan itu, yang langsung menyambutnya dengan tutur sapa tulus ikhlas: “Kuberikan anda unta pilihan, tunggangan khusus dengan apa yang ada di atasnya.”

Muhammad SAW mengucapkan terima kasih, kemudian menyerahkan surat dari ketua rombongan. Ia minta izin pulang ke rumah bapa saudaranya setelah melaporkan tentang perniagaan mereka ke luar negeri.

● Kesaksian sahabat; Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah dari Rasulullah. Seakan-akan mentari bersinar dari wajah beliau. Aku tidak pernah dapati seseorang yang lebih cepat jalannya dibandingkan beliau, seakan-akan bumi melipat sendiri tubuhnya saat beliau berjalan. Ketika aku ikut berjihad, aku lihat beliau tidak pernah berlindung di balik perisai.” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi).

Kisah lainnya dari Al Quran dan Hadits;
● Peristiwa “al Maidah” permintaan Nabi Isa as kepada Allah SwT (QS. Al Maidah 5 ayat 114-115).
pemindahan singgasana Ratu Balqis (Q.S. An-Naml: 38-40),
● selalu tersedianya makanan di mihrobnya Siti Maryam (Q.S. Ali Imron: 37),
● Peristiwa teleportasi Isa as ke suatu tempat yang hanya Allah tahu dalam rangka penyelamatan Allah terhadap diriNya dari Fitnah. (QS. An Nisa 4 ayat 158 – 159).
● perjalanan Nabi Sulaiman pake angin (Q.S. As-Saba’: 12)
● Kisah Nabi Khidir yang bisa menembus gerbang waktu untuk mengajari Nabi Musa (Q.S. Al-Kahfi: 60-82)
● Kisah nabi Khaidir dengan nabi Muhammad SAW serta para sahabat.
● Kisah Ashabul Kahfi (Penghuni Gua). (Q.S. Al-Kahfi: 9-26)
image

Teleportasi dalam tradisi keagamaan dan kepercayaan lain.

Akun teleportasi ajaib juga terdapat di sejumlah tradisi keagamaan lain seperti dalam agama

● Yudaisme terdapat Kefitzat Haderech (“jumping of the path/road/way,” sebuah istilah bahasa Hebrew equivalent dengan expresi bahasa inggris “short cut”).

Kefitzat Haderech adalah istilah Kabbalah Yahudi yang secara harfiah berarti “contrating the path” (menyingkat jalan).” Akar kefatz, dalam konteks Talmud ini, berarti “mengepalkan” (dalam bahasa Ibrani modern dan tahap bahasa lainnya, kata itu diterjemahkan sebagai “lompatan”): artinya, rute itu sendiri dipersingkat. Kefitzat Haderech mengacu pada perjalanan ajaib antara dua tempat yang jauh dalam waktu singkat. Talmud mencantumkan tiga kisah alkitabiah di mana mukjizat ini terjadi. Dalam cerita awal gerakan Chasidic, rabi yang bekerja penuh keajaiban dianggap memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan dengan kecepatan yang tidak wajar.

● Teleportasi juga dikenal dalam Hinduisme dan Buddhisme Tibet “Siddhis” (bhs Sanskrit dan Pali; Devanagari सिद्धि;Tamil: சித்தி; Tibetan:གྲུབ, THL: ngödrup,) produk magic spiritual tinggi melalui sādhanās seperti meditasi dan yoga;
● “miraculous transport” di agama Christiani. di kristen catholic tumbuh dari doktrin Katolik tentang Ekaristi.

Fenomena santet di Jawa.

image

Rongent korban santet

Apakah santet di Indonesiajuga merupakan sebuah fenomena teleportasi? atau ulah Jin? Karena dalam kisah nabi Sulaiman A.S. jin dan manusia keduanya dapat memindahkan singgasana dengan cara masing2, tapi jin Ifrit tidak melakukannya dengan teleportasi.

Waallahu a’lam bishawab.

Iklan