Tag

, , , , , , , , , ,

Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya).” (QS. An Naml (27): 38-40)

Setelah singgasana dihadirkan, Nabi Sulaiman memerintahkan agar mengubah singgasana Ratu Balqis.

Dia (Sulaiman) berkata, “Ubahlah singgasananya, maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalnya.” (QS. An-Naml : 41).

Al Quran dalam surat An-Naml mengisahkan mengenai misi pemindahan singgasana ratu Bilqis. Ketika Salomo bertanya kepada para pengikutnya, siapa yang akan membawa tahta Bilqis? ”. Jin Ifrit mengatakan kepadanya bahwa dia akan membawanya sebelum dia bangkit dari tempatnya. Namun, seorang manusia membawanya ke Nabi Sulai’man A.S. selesai dalam sekejap mata. Tempat duduk Sulai’man berada di Palestina, dan takhta Bilqis berada di Yaman, dua ribu mil jauhnya. Ini adalah keajaiban besar yang dilakukan oleh salah satu dari mereka yang duduk bersama Hazrat Sulai’man A.S.

Surat An Naml (27): 38-40 cikal bakal kuantum teleportation.

QS. An Naml ayat 38 – 40 merupakan deskripsi fenomena “teleportasi” paling jelas dibandingkan dengan deskripsi dari budaya dan agama lain, digabung secara indah dalam fakta sejarah kerajaan Saba dan hal dari dunia ghaib, sebuah gambaran kecanggihan teknologi teleportasi yang telah dimiliki oleh Nabi Sulaiman a.s. dan umatnya yang hidup dizaman kurang lebih 3.000 tahun yang lalu.

Kisah dalam Al-Qur’an surat An Naml ayat 38 – 40 di atas paling banyak dikutip oleh para pemikir Islam dan para ilmuwan dunia, sebagai inspirasi maupun sebagai referensi, seperti bisa dilihat dibanyak publikasi International.

Tulisan in mencoba untuk mentadabburi serta menelusuri surat QS. An Naml ayat 38 – 40 diatas serta pengaruhnya dalam penemuan teori Quantum didunia fisika modern.

surat QS. An Naml ayat 38 – 40 dan asal usul Quantum  teori.

Teori kuantum yang lahir dari penelitian tentang cahaya. Penelitian ini mulanya ditujukan untuk mengetahui dengan akurat suhu besi dalam tanur.
Dalam mengolah besi, Jerman pada perang dunia pertama menghadapi persoalan besar waktu itu. Untuk membuat besi berkualitas baik, suhu pengolahan batu besi harus akurat, warna merah kehitaman sekitar 1000°C, kalau merah menyala 2000°C, dan kalau bewarna putih artinya suhunya sudah tinggi sekali. Tapi jaman itu belum ada alat pengukur suhu yang bisa mengukur hingga ribuan derajat celcius. Maka perlu dilakukan penelitian tentang hubungan antara suhu benda panas dan warna yang dipancarkan secara akurat. Dan salah seorang fisikawan di antaranya adalah Max Planck.

image

The International Solvay Institutes for Physics and Chemistry, located in Brussels, were founded by the Belgian industrialist Ernest Solvay in 1912, following the historic invitation-only 1911 Conseil Solvay, considered a turning point in the world of physics.

Ilmu dibidang Fisika Kuantum dibidani oleh Planck, Bohr, Heisenberg, (bohr atom model, heisenberger theory, dualisme dsb) Schrödinger serta Einstein dengan efek fotolistriknya (photoelectric effec) dan lain-lain.

Tapi bagaimana mereka Memperoleh ide atau pengetahuan mekanika kuantum?. Serta apa hubunganya dengan ayat diatas?, untuk memahami hal ini mari kita melihat hubungan dan pengetahuan mereka tentang dunia Islam.

Pada tahun 1925, Erwin Schrödinger mengembangkan persamaan yang menjelaskan perilaku gelombang mekanika kuantum. Model matematika ini, disebut dengan Persamaan Schrödinger, adalah inti dari mekanika kuantum, menjelaskan hubungan ruang dan waktu pada sistem mekanika kuantum.

image

Persamaan Schrödinger bergantung waktu (time dependent). Persamaan Schrodinger digunakan untuk menemukan tingkat energi yang diizinkan dari sistem mekanika kuantum (seperti atom, atau transistor). Fungsi gelombang Ψ yang terkait memberikan probabilitas untuk menemukan partikel pada posisi tertentu.

Hal ini dianggap sebagai hasil utama dalam studi sistem kuantum dan derifasinya merupakan tonggak batas penting dalam pengembangan teori mekanika kuantum.

Persamaannya adalah jenis persamaan diferensial yang dikenal sebagai persamaan dengan fungsi gelombang, yang berfungsi sebagai model matematis pergerakan gelombang. Fungsi gelombang Ψ memberikan “prediksi kemungkinan hasil pengukuran”.

Model matematika Persamaan Schrödinger, adalah inti dari mekanika kuantum dan merupakan sebuah konsep baru yang belum ada sebelumnya.

Persamaan Schrödinger merupakan konsep baru, belum ada sama sekali sebelumnya; ini adalah ide original dari Erwin Schrödinger, (baca: Feynmen Lectures on Physics volume III, Bab 16). Seperti yang dikatakan Feynman:
” Where did we get that (equation) from? Nowhere. It is not possible to derive it from anything you know. It came out of the mind of Schrödinger. ”
— Richard Feynman.

Sejarah Erwin Schrödinger.

Meskipun dibesarkan di rumah tangga religius sebagai seorang Lutheran, dia adalah seorang ateis. Namun, ia memiliki interest yang kuat dalam agama-agama Timur, panteisme dan simbolisme agama yang digunakan dalam karya-karyanya. Dia juga percaya bahwa karya ilmiahnya adalah pendekatan kepada Yang Mahakudus, meskipun dalam arti metaforis.

Dia memiliki ketertarikan dalam kehidupannya terhadap filsafat Hindu Vedanta, yang mempengaruhi spekulasinya pada tulisannya What is Life? Tentang kemungkinan bahwa kesadaran individu hanyalah manifestasi kesadaran kesatuan.

Ia adalah penganut dervish, sekarang tasawuf, Mr Schrodinger adalah seorang sufi, Muslim Sufi.

Sekilas tampak tidak ada titik temu antara fisika dengan sufisme, perbedaan-perbedaan tersebut terjadi makin jelas antara Fisika klassik Newtonian dimana semua fenomena yang ada di semesta dapat diurai secara analitik berdasarkan hukum-hukum Fisika yang pasti. Namun dalam tatanan Fisika modern ternyata terjadi banyak kemiripan dengan filosofi Sufisme .

Erwin Schrödinger adalah seorang sufi, Muslim Sufi.

Dan sebagai seorang sufi ia mengakui bahwa kesadaran (consciousness) bisa ada di dua tempat ganda di waktu yang sama. Mungkin dari situ asal usul bagaimana ia mendapatkan ide dengan kucing Schrodinger yang menggambarkan apa yang dilihatnya sebagai masalah interpretasi Kopenhagen tentang mekanika kuantum yang diterapkan pada objek sehari-hari.

Kucing Schrödinger

Measurement (pengukuran dan pengamatan) didalam dimensi mikroskopis, dalam prosesnya dapat terjadi bahwa pengukuran berulang pada kondisi yang sama persis menghasilkan hasil pengukuran yang berbeda-beda. Penyimpangan ini tidak disebabkan oleh ketidaktepatan alat ukur, namun disebabkan oleh karakter statistik dari mekanika kuantum.

Percobaan difraksi elektron telah membuktikan bahwa partikel dengan massa kecil sebenarnya bersikap seolah-olah merupakan gelombang. Mereka melakukan difraksi, saling interferens, dan bahkan ada di banyak ruang hingga bisa diamati. Bersama dengan difraksi elektron, teori kuantum lainnya menjurus kepada fenomena superposisi kuantum, dimana kejadian “terjadi dan tidak terjadi” eksis pada waktu yang sama, dan ini adalah saatnya bagi kucing Schrödinger untuk masuk berperan.

image

Animasi dari interferensi dua buah gelombang yang saling bertemu satu sama lain.

Masalah pengukuran ini adalah pusat masalah dari mekanika kuantum, sekaligus yang memaksa fisika kuantum jadi bersifat filosofis (bermain dengan logika dan pikiran).

Mengapa fisika kuantum dikatakan bersifat filosofis? Fisika kuantum selalu menggunakan interpretasi yang erat sekali dengan pikiran untuk dapat menghubungkan hasil penghitungan dan pengamatan.

image

Gedanken experiment Schrödinger cat experiment.
Kucing Schrodinger adalah eksperimen pikiran yang telah dilakukan Schrödinger agar kita bisa mengerti esensi mekanika kuantum. Schrodinger berpikir bahwa ketika kita memasukkan seekor kucing di dalam sebuah kardus yang dilengkapi dengan timer yang digunakan untuk mengaktifkan racun dan menutup kotak tersebut, maka kita tidak akan mengetahui apakah kucing tersebut akan berada dalam keadaan hidup ataukah mati. Dari eksperimen pikiran ini, didapatkan bahwa peluang untuk memperoleh kejadian hidup dan mati dari kucing tersebut adalah 50% dan kita tidak akan mengetahui secara pasti apabila kita tidak membukanya.

Esensi Mekanika kuantum yang didapatkan dari experimen pikiran tersebut adalah (mungkin tidak sejalan dengan intuisi dan terlihat paradoks) :

● Kucing Schrödinger menunjukkan prinsip superposisi. Suatu sistem kuantum selalu berada dalam keadaan superposisi (Superposition State): dua kondisi yang benar-benar saling eksklusif, dapat terjadi secara bersamaan, di mana sebuah keadaan sistem tersusun atas beberapa keadaan layaknya keadaan kucing tersebut.)

● Kucing Schrödinger menunjukkan prinsip mempengaruhi suatu hal melalui cara pengukuran (pengukuran analog dengan membuka kotak). Hanya dengan mengukur keadaan fisik kuantum dapat ditentukan. Dari pernyataan ini, didapatkan kesimpulan bahwa keadaan sistem menurut mekanika kuantum adalah sesuatu yang probabilistik dan tersusun atas beberapa macam keadaan, dan pengukuran dalam mekanika kuantum menentukan keadaan sistem tersebut.

● Kucing Schrödinger menggambarkan percobaan celah ganda (double-slit experiment), dimana elektron atau foton dapat terbang melalui dua lubang secara bersamaan.

Dari sini timbul pertanyaan: apakah kuantum dapat eksis dibeberapa tempat pada waktu yang bersamaan hingga lokasinya bisa di pinpoint?

Bi-location

Hadist qudsi: Allah telah berkata “Aku adalah harta tersembunyi yang perlu disingkap, Aku ciptakan semesta sehingga Aku dapat diketahui”

Bilokasi, atau kadang-kadang multilokasi, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan / kejadian di mana suatu objekt atau kesadaran (consciousness) dari seorang individu dikatakan berada atau nampak berada (akibat pergerakan sangat cepat) di dua tempat yang berbeda pada waktu yang sama, lihat juga deskripsi Tayy al-Arḍ.

image

Dari tulisan-tulisan dari Islam abad pertengahan penuh dengan cerita dan laporan dari individu yang memiliki sifat seperti itu. Tokoh syaikh terkenal, Imam, dan tokoh-tokoh dalam Islam: seperti Abusaeid Abolkheir atau Rumi atau Al-Khidir, yang diyakini memiliki mukjizat (keramat).

Islam memang mempunyai banyak kisah perjalanan ruang dan waktu yang mempengaruhi timbulnya tradisi Tayy al-Arḍ dalam Islam, antara lain

Kisah mujizat Nabi Muhammad S.A.W. : ” bumi yang melipat.

Tanah yang dilalui oleh unta Muhammad SAW. diperpendek jaraknya oleh Jibril, sebelah sisi kanan dijaga oleh Israfil dan sisi kirinya dijaga oleh Mikail kemudian mendung menaunginya.
Dalam kitab as-Sab’iyyatun fi Mawadhil Bariyyat. Kejadian ini berlangsung selama perjalanan dari Syiria ke pulang ke Mekkah, ketika Muhammad SAW. diperintahkan Maysarah membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun, Muhammad SAW. sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Allah memerintahkan pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Muhammad SAW. Jibril diperintahkan untuk melipat tanah yang dilalui unta Muhammad SAW.dan menjaga sisi kanannya sedangkan Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi Muhammad SAW. Kauma (2000), hal 90-91.

Tay al-Ard. Teleportasi dalam tradisi Islam.

image

Tayy al-Arḍ (Arabic: طيّ الأرض‎‎ “melipat bumi”) nama sebuah thaumaturgical teleportation dalam bentuk mystik dari tradisi religi dan philosophi Islam. Konsep ini dinyatakan sebagai “melintasi bumi tanpa bergerak”; Beberapa telah menyebutnya sebagai “berjalan di bumi yang bergerak di bawah kakinya”. Ini adalah konsep yang banyak dikenal oleh kaum Sunni, Syi’ah dan Sufi, masing-masing kelompok memiliki interpretasi yang berbeda mengenai hal itu.

Dictionary of Dehkhoda di persia mendefinisikan Tay al-Ard sebagai: Sejenis “keramat” [mukjizat] di mana alih-alih bergerak menuju tujuan dengan melangkah maju, bumi berbalik menuju traverser atau bergerak dengan cepat, tidak peduli seberapa jauh tujuannya. ”

image

Memang kedengarannya agak konyol saat pertama kali membacanya, tapi coba memvisualisasikannya … berdiri diam, lalu melihat secara “slow motion” panorama alam sekeliling kita bergerak, melihat danau, hutan dan lautan melesat melewati kita dengan kecepatan yang luar biasa, tanpa melangkah, dan sampai di tempat tujuanmu. Perkiraan bagaimana kesadaran akan melihat ruang lokal bergerak dari satu titik di Bumi (atau ke planet lainnya).

Ibn al-Nadim mendefinisikannya sama persis, dia mengatakan: “Konsep Tay al-Ard berakar pada ayat-ayat al Quran surat An-Naml 27: Ayat 38-40″

Secara bahasa, istilah Tay berarti “terbang” atau kemampuan untuk terbang, sementara istilah Al-Ard biasanya mengacu pada bumi, atau dalam konteks tertentu, ditafsirkan sebagai “alam”. Dikombinasikan bersama, seseorang bisa mendefinisikan istilah tersebut sebagai kemampuan untuk terbang di atas bumi, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya.

Konsep “melipat bumi” Tay al-Ard, berakar pada ayat-ayat al Quran surat An-Naml 27: Ayat 38-40.

Allah SWT berfirman:
Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur’an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 111)

image

Tay al Ard. Ilustrasi folding space atau melipat bumi, Konsep melipat bumi dari Tay al-Ard, yang berakar pada ayat-ayat al QS. An-Naml 27: 38-40, merupakan gagasan original dan unik, hanya terdapat dalam tradisi Islam yang tidak mempunyai akar dari ilmu pengetahuan atau tradisi budaya maupun kitab suci lain. Banyak diadopsi sebagai dasar pemikiran dalam Ilmu fisika teoritis modern, terutama dibidang Quantum mekanik dan juga teori relativitas.

Dikalangan sufi, Tay al-Ard juga disebut tay al-makan, yang berarti, Folding of Space (“lipatan ruang”), kata makan (“lokasi”) digunakan sebagai sinonim untuk kata ardh (“bumi”). Kedua kata itu berasal dari bahasa Arab, dan kedua kata itu juga merupakan bagian dari leksikon Persia.

Perlu diingat. Umat Islam harus berhati-hati dalam menafsirkan kemampuan untuk melakukan Tay Al-Ard sebagai tanda kesalehan dan menganggap kedekatan seseorang dengan Allah SWT, karena sumber kemampuan itu bisa berasal dari persetujuan langsung Allah SWT, atau sebagai akibat dari bantuan syaithan’s atau jin.

Dalam realitas modern, Bilokasi dimungkinkan dalam mekanika kuantum namun hal ini terutama berkaitan dengan entangled atoms atau partikel sub atomik.

Peneliti di Cern memberitakan hal ini: Entangled photons show interference and bilocation (Jul 28, 2004 CERN Courier).

Apabila kita percaya bahwa obyekt atau seseorang  bisa ada di berbagai tempat di waktu-sama, maka ada kesamaan antara superposisi kondisi kuantum dan alam sadar. Maka pertanyaan otomatis timbul apakah ada mekanika kuantum metafisik (sebuah disiplin yang fundamental dalam kajian filsafat.)? Berikut ini argumen yang rationel.

Metafisika dalam mekanika kuantum mungkin dimulai dengan mengenali bahwa cahaya adalah partikel semi-fisik. Sebagai bukti:

Sebuah foton adalah fisik sekaligus merupakan metafisik partikel.
● Sifat fisik cahaya
1. menurut E = mc2 cahaya memiliki inersia (wujud). Oleh karena itu memiliki berat.
2. cahaya itu nyata, untuk ini kita bisa lihat. Oleh karena itu cahaya adalah materi (Materi biasanya memiliki massa dan volume).

● Sifat metafisik cahaya –
1. foton adalah boson dengan massa nol, tidak memiliki massa diam (ruhemasse), oleh karena itu tidak mempunyai berat.
2. Kecepatan cahaya selalu konstan, sesuai dengan kecepatan pengamat. Jadi cahaya tidak berwujud.
Karena itu cahaya bukan materi.

image

model standar dengan boson gauge dan Higgs boson. Dalam model standar partikel boson fisika menengahi partikel dasar, kekuatan antara fermion tersebut. Seperti layaknya foton sebagai perantara dari gaya elektromagnetik.

analogi: bayangkan, jika kita memiliki sebuah meja dimana partikel fisik berada di satu sisi dan partikel metafisik berada di sisi lain, foton akan jatuh ke tengah-tengahnya. (Seperti merkuri yang merupakan logam dan bukan logam pada saat bersamaan).

image

Ilmuwan bisa membangun molekul yang terbentuk dari cahaya murni: Fisikawan telah membuat terobosan lain dalam menggunakan cahaya untuk membangun molekul dan struktur yang kompleks. Para peneliti menunjukkan dua foton, digambarkan dalam konsepsi artis ini sebagai gelombang (kiri dan kanan) dapat dikunci bersama-sama pada jarak pendek. Dalam kondisi tertentu, foton dapat membentuk kondisi menyerupai molekul dengan dua atom, Direpresentasikan sebagai bentuk dumbbell biru di pusat.
Kredit: E. Edwards / JQI

■ Bukti lainnya adalah dualitas gelombang partikel kuantum. Mereka seperti partikel Newton dan gelombang pada saat bersamaan. Ombaknya seperti benda fisik, bisa ada di banyak tempat secara simultan dan bisa menembus rintangan potensial. (Seperti jin bisa ada di banyak tempat & bisa menembus dinding padat).

image

Para ilmuwan EPFL sekarang dapat mengambil snapshot pertama dari cahaya yang berperilaku baik sebagai gelombang dan sebagai partikel.

Apa artinya ? Apakah ada dunia metafisik di luar partikel sub atom.

Allah dalam firmannya telah menjelaskan bahwa jin diciptakan dari api. (Def. Api : api adalah oksidasi bahan dalam proses kimia eksotermik yang cepat dari pembakaran, dan menghasilkan panas, cahaya, dan berbagai produk reaksi. Proses oksidatif yang lebih lambat seperti karat berbeda dengan definisi ini.):

Allah SWT. berfirman:
Dan  Kami (Allah) ciptakan Jin sebelum (Adam) dari Api yang sangat panas ”  (QS. Al-Hijr: 27).

Dan Dia menciptakan Jin dari nyala api ” (QS, Ar-Rahman: 15)

Serta Malaikat diciptakan dari cahaya (photon):

Dalam hadits shahih dari Aisyah R.A, dia berkata: Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda:
Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian (dari tanah)

(HR. Muslim dalam shahihnya, no. 2996, Ahmad no. 24668, Baihaqi di Sunan Kubro, no. 18207, dan Ibnu Hibban, no. 6155)

Quantum superposisi.

Berdasarkan mekanika kuantum, objek bisa kehilangan sifat-sifat klasiknya yang sudah terdefinisi dengan baik, seperti misalnya sebuah partikel yang bisa berada di dua lokasi yang berbeda pada saat yang sama. Dalam fisika kuantum ini disebut “superposisi”.

Quantum superposisi adalah prinsip dasar mekanika kuantum. Ini menyatakan bahwa, seperti superposisi gelombang dalam fisika klasik, ada dua (atau lebih) keadaan kuantum (atau, konfigurasi sifat-sifatnya) yang secara teoritis dimungkinkan yang dapat ditambahkan bersama-sama (“superposed“) dan hasilnya adalah keadaan kuantum yang valid; Dan sebaliknya, bahwa setiap keadaan kuantum dapat digambarkan sebagai jumlah dari dua atau lebih keadaan kuantum berbeda lainnya. Tetapi ketika diukur, memberikan hasil yang sesuai hanya dengan salah satu dari konfigurasi yang dimungkinkan (seperti yang dijelaskan dalam interpretasi mekanika kuantum).

Secara matematis, ini mengacu pada sifat dari hasil solusi untuk persamaan Schrödinger disebabkan persamaan Schrödinger adalah linear, setiap kombinasi linear suatu solusi dari persamaan tertentu juga akan menjadi solusi dari itu.

image

Percobaan kucing Schrödinger dengan kepadatan probabilitas satu atom telinga (dot merah). Situasi gambar: 1. Situasi awal, 2. Kondisi superposisi, yakni mengalami keadaan hidup dan mati dalam waktu bersamaan, 3 a, b. Kondisi hasil pengukuran a. mati atau  b. hidup.

Ada kesamaan antara superposisi kondisi kuantum dan Tayy al-Arḍ (kesadaran individu) yang berdasarkan surat An-Naml 27: 38-40. Kemampuan dapat memiliki dua posisi yang berbeda pada saat bersamaan seperti kucing Schrodinger (sebelum keadaannya diukur.)

An-Naml 27: 38-40* (Tayy al-Arḍ) Schrödinger cat
1. takhta ratu bilqis berada di yemen kondisi awal: hidup.
kondisi sebelum diukur (kotak tutup):
2. Ibn Kathir: “Nabi Sulaiman pun menujukan pandangannya ke langit, setelah itu ia mengembalikan pandangannya ke arah semula sebagaimana biasanya, …” dan ..tiba-tiba singgasana itu hilang menembus bumi superposisi quantum
kondisi terukur (kotak dibuka):
3a. kemungkinan rusak dead
3b. Nabi Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya… live

* tafsir Ibn Kathir.

Sekarang kembali ke pertanyaan utama, bagaimana Planck, Einstein, Bohr, Schrodinger mengerti mekanika kuantum?

image

Planck, Einstein, Bohr, Schrodinger mereka adalah bapak fisika kuantum, mereka semua adalah Darwis. Maka masuk akal bahwa mereka bisa mengerti bahwa seseorang individu bisa eksis di berbagai tempat pada saat bersamaan. Begitulah cara mereka menyadari bahwa sebuah partikel dapat memiliki multi lokasi dan memahami superposisi kondisi kuantum.

Evolusi pengetahuan mekanika kuantum adalah sebagai berikut.

\begin{array}{lclrlrl} \text{Bi-}& \to & \text{Quantum}& \to & \text{Quantum}& \to & \text{Bohr's}\\ \text{Location}& & \text{superposition}& & \text{theory}& & \text{atom-model} \end{array}

● Max Planck merumuskan Teori Kuantum dari pengetahuan superposisi kuantum
● Einstein merumuskan Teori Photo-Quantum dari pengetahuan superposisi kuantum
● Bohr merumuskan teori kuantum atom dari pengetahuan superposisi kuantum

Dan pengetahuan tentang superposisi Quantum berasal dari pemahaman Bi lokasi yang berevolusi :

\frac{\text{27. An-Naml}}{\text{ayat 38-40}} \to \frac{\text{Tayy}}{\text{Al Ardh}} \to \frac{\text{Bi-}}{\text{location}}

Asal usul E.P.R. paradox.

Schrödinger bermaksud eksperimen pemikirannya sebagai bahan diskusi tentang artikel EPR, yang dinamai menurut pengarangnya – Einstein, Podolsky, dan Rosen-pada tahun 1935. Artikel EPR menyoroti sifat aneh dari keterikatan kuantum, yang merupakan karakteristik dari keadaan kuantum yang Kombinasi dari keadaan dua sistem (misalnya, dua partikel subatomik), yang pernah berinteraksi namun kemudian dipisahkan dan masing-masing tidak dalam keadaan tertentu. Penafsiran Kopenhagen menyiratkan bahwa keadaan kedua sistem mengalami kehancuran ketika salah satu sistem diukur menjadi keadaan yang pasti.

Tay al-Ard (“Folding space” atau “melipat bumi”), mempunyai kemiripan dengan ruang melengkung (curved space).

Sebagaimana hadits dari Abdullah bin ‘Umar dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Pada hari kiamat kelak, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melipat langit. Setelah itu, Allah akan menggenggamnya dengan tangan kanan-Nya sambil berkata: ‘Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang selalu berbuat sewenang-wenang? Dan di manakah orang-orang yang selalu sombong dan angkuh? ‘ Setelah itu, Allah akan melipat bumi dengan tangan kiri-Nya sambil berkata: ‘Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang sering berbuat sewenang-wenang? Di manakah orang-orang yang sombong? “ (HR Muslim 4995).

Mengapa Einstein menolak untuk menerima mekanika kuantum?

Einstein seperti Schrodinger bisa mengerti bahwa seorang suci bisa eksis di banyak tempat pada waktu yang bersamaan. Lalu kenapa Einstein menolak mekanika kuantum ??? Inilah jawabannya.

image

Curve space time

Einstein berpikir seperti Sufi, bahwa dia bukan ada di 2 tempat, melainkan ruang antara 2 titik A dan B menjadi melengkung, dan akan saling menggantikan (supersede).
Anggap saja A, B adalah dua posisi berbeda dari satu orang/objek yang sama secara bersamaan. Dua amplitudo probabilitas, namun Einstein berpikir bahwa orang tersebut seharusnya tidak memiliki 2 posisi, sebagai gantinya: Tayy al Ard berarti adalah ruang diantara titik A, B akan melengkung di bawah kaki orang AB dan A & B akan memiliki posisi yang sama secara simultant dan A, B akan saling menggantikan (supersede). Hal ini adalah alasannya mengapa ia mendukung geometri ruang melengkung dan mekanika kuantum yang ditinggalkan.

Dengan cara ini, superposisi kondisi kuantum mendahului pengetahuan teknis teori kuantum. Andrew, Einstein, Bohr, Schrodinger sudah mengetahui masalah  superposisi Quantum sebelum mereka mengembangkan teori kuantum.

image

Einstein menolak teori kuantum tentang Interpretasi Probabilitas dari fungsi gelombang dan teori ketidakpastian. Yang mana keduanya ini adalah Interpretasi Copenhagen yang disusun oleh Niels Bohr dan murid-muridnya di Copenhagen. Pernyataan fisikawan Albert Einstein: Tuhan tidak bermain dadu…!
Salah satu interpretasi yang mungkin dari pernyataan Einstein tersebut bahwa ia menolak probabilistik (stochastic) untuk penjelasan mekanika kuantum. Namun penafsiran ini masih diperdebatkan.

Relativitas umum – melengkungnya ruang waktu.

Einstein memahami misteri Tayy al ard. Posisi Einstein adalah keberadaan sufi’s Tayy al ard yang berarti ruang melengkung. Begitulah cara dia merumuskan geometri ruang melengkung yang memainkan peran penting dalam Relativitas Umum dimana gravitasi sering divisualisasikan sebagai ruang melengkung.

image

Teori relativitas umum Einstein meramalkan bahwa ruang-waktu di sekitar Bumi tidak hanya melengkung tapi juga dipelintir oleh rotasi planet ini. Proyeksi Gravitasi B mision menunjukkan bahwa hal ini benar. The Gravity Probe B (GP-B) misi diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari dua aspek dari teori Einstein tentang gravitasi: efek geodetik, atau melengkung dari ruang dan waktu di sekitar tubuh gravitasi, dan efek frame-dragging, yang menggambarkan jumlah ruang dan waktu benda berputar menariknya saat berputar. Kredit: NASA

Banyak karya karya Einstein lainnya yang bersentuhan dengan tradisi ajaran Islam:

wormhole.

image

melipat ruang-waktu bisa menciptakan lubang cacing yang bisa digunakan untuk perjalanan yang lebih cepat dari cahaya (hyperspeed) dan perjalanan waktu (time travel). “Lubang cacing traversable adalah terowongan hyperspace, yang menghubungkan dua wilayah jarak jauh jauh di dalam alam semesta kita, atau dua alam semesta yang berbeda – jika ada alam semesta lainnya – atau dua periode yang berbeda dalam waktu, seperti dalam perjalanan waktu, atau dimensi yang berbeda.” menurut fisikawan Eric Davis.

ekspansi alam semesta dalam bigbang teori.
Dilalasi waktu.

Al Quran sebagai pelajaran bagi para ilmuwan.

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

Di surat Al-An’am 6: Ayat 104, selanjutnya Allah SWT berfirman:
Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu).
(QS. Al-An’am 6: Ayat 104)

Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 29)

Namun begitu, sebagian besar umat Islam ternyata masih banyak yang belum menyadari akan kebenaran dari fakta ini, dan sebagian lainnya, masih saja menganggap dan berkeyakinan bahwa peristiwa ini terjadi secara ghaib bin ajaib, sehingga mereka tidak kepikiran untuk menggali lebih lanjut isyarat ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang tersirat dalam ayat-ayat tersebut di atas.

KESIMPULAN
● Al Quran rupanya merupakan inspirasi bagi para ilmuwan kelas dunia dan menjadi dasar dari teori fisika.
● Selain itu kita telah membahas asal-usul epistemologis Relativitas, mekanika kuantum berdasarkan tasawuf dan telah menunjukkan bahwa pengetahuan ilmiah berasal dari sumber transendental. Oleh karena itu mistik keagamaan memiliki dasar ilmiah.

Wallahu a’lam bish-shawabi .

Terima kasih telah membaca sampai disini dengan sabar.

Bacaan:

● Fisika itu sunatullah: menghilangkan-alergi terhadap persamaan schrödinger.

Iklan