Tahukah Anda, Bank Indonesia Milik Siapa? – Eramuslim

Tag

,

image

Oleh: Zaim Saidi

*Bank sentral adalah perusahaan swasta yang diberi hak monopoli mencetak uang. BI milik siapa*?

KEBANYAKAN orang, warga negara di hampir semua negara nasional di dunia ini, tidak memahami bahwa mata uang kertas yang mereka pakai di negaranya *bukanlah terbitan pemerintah setempat*. Hak monopoli penerbitan uang kertas diberikan *kepada perusahan-perusahaan swasta* yang menamakan dirinya sebagai “bank sentral”. Sebelum ada bank sentral sejumlah bank swasta menerbitkan nota bank yang berlaku sebagai alat tukar tersebut. Dimulai di Inggris, dengan kelahiran Bank of England, hak menerbitkan uang kertas itu mulai diberikan hanya kepada satu pihak saja. *Memang, kebanyakan bank sentral itu melabeli dirinya dengan nama yang berbau-bau nasionalisme*, sesuai negara masing-masing.

Bank Sentral Milik Keluarga-Keluarga

Baca lebih lanjut

Persamaan isi kandungan Al Quran dan Injil.

Tag

, ,

Bukti Al Quran firman Allah S.W.T.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْإِنْجِيلَ
Dia menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil,
[QS. Ali ‘Imran: Ayat 3]

Ibn Kathir dalam tafsirnya tentang
Firman Allah Swt.:

مُصَدِّقاً لِما بَيْنَ يَدَيْهِ

Membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. (Ali Imran: 3)

Yakni kitab-kitab sebelum Al-Qur’an yang diturunkan dari langit buat hamba-hamba Allah dan para nabi. Kitab-kitab tersebut membenarkan Al-Qur’an melalui apa yang diberitakannya dan apa yang disiarkan-nya sejak zaman dahulu kala. Begitu pula sebaliknya, Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab tersebut, karena Al-Qur’an sesuai dengan apa yang diberitakan oleh kitab-kitab tersebut yang isinya antara lain membawa berita gembira yang sangat besar, yaitu janji Allah yang akan mengutus Nabi Muhammad Saw. dan menurunkan Al-Qur’an yang agung kepadanya.

*******************

Kegelapan malam.

Tag

, , , ,

image

Pemandangan langit malam tanpa pembiasan cahaya awan.

وَءَايَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُّظْلِمُونَ
وَالشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ
لَا الشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

[QS. Ya Sin: Ayat 37-40]

image

Allah menciptakan apa yang Dia ciptakan sebelum menciptakan masa dan waktu. Waktu dan masa tidak lain hanyalah jam-jam malam dan siang dengan kata lain sesuai peredaran matahari dan rembulan pada garis orbitnya.

Sebenarnya cukup jelas mengapa gelap di malam hari. matahari menerangi hanya satu sisi dunia. Dan karena Bumi berputar, oleh karena itu, ada perubahan dari hari ke malam.

image

Kita melihat langit terang benderang dan berwarna karena atmosfer kita berinteraksi dengan sinar matahari seperti pada siang hari. Fenomena ini disebut hamburan atau scattering.”

Baca lebih lanjut

Pusaka Suku Papua Berumur Ratusan Tahun Ternyata Alquran.

Islam telah lama masuk ke bumi Papua, sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini terbukti dengan masih adanya peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat.
Seperti di sebuah wilayah pesisir antara Sorong dan Papua, terdapat satu suku yang diketahui merupakan kaum muslim. Namun sayangnya, mereka tak lagi mengajarkan Islam secara turun-temurun, karena mereka dilahirkan sebagai muslim namun tidak memahami agama Islam.

Mereka sudah tidak mengenal Syahadat. Mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi. Meski babi adalah santapan yang masyhur di Papua.

Orang-orang suku itu menganggap larangan tersebut sebagai hukum adat, padahal itu adalah hukum Islam. Menariknya lagi, sang kepala suku mempunyai satu barang yang sangat dikeramatkan berupa sebuah kotak yang menyimpan pusaka turun-temurun.

Mereka tak tahu pasti benda apa itu. Saat mulai banyak nelayan muslim yang datang ke wilayah itu, suatu ketika sang kepala suku menunjukkan pusaka yang telah disimpannya selama ratusan tahun.

Tak dinyana, ketika kotak dibuka, para nelayan muslim pun terkejut karena ternyata isi kotak ‘keramat’ itu adalah sebuah Alquran yang sudah sangat tua.

Ternyata sudah sejak berabad-abad lalu suku ini menganut Islam. Namun mungkin karena tak ada orang yang mensyiarkan secara turn-temurun, ajaran Islam pun hilang dan tak lagi dikenali di tempat ini.

Tinggallah sebuah pusaka yang diwasiati secara turun-temurun dan mereka anggap sebagai benda keramat, yang ternyata adalah kitab suci umat Islam, Alquran.

*Dikutip dari catatan (alm) Habib Munzir Al-Musawa pimpinan Majelis Rasulullah “Perjalanan Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Manokwari Papua, Irian Barat” pada 9 Oktober 2008.

Sumber.
 www.majelisrasulullah.org .

Hikmah terulangnya ayat-ayat Al-Qur’an

Tag

, ,

وَكَذٰلِكَ أَنْزَلْنٰهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا

Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Al-Qur’an) itu memberi pengajaran bagi mereka.

[QS. Ta Ha: Ayat 113]

Selanjutnya

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتٰبًا مُّتَشٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلٰى ذِكْرِ اللَّهِ  ۚ  ذٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَنْ يَشَآءُ  ۚ  وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ ۥ  مِنْ هَادٍ

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.

[QS. Az-Zumar: Ayat 23]

Dalam Al-Qur’an banyak sekali kata-kata, ayat-ayat, dan cerita-cerita yang terulang. Bukankah lebih baiknya Al-Qur’an dipersembahkan kepada umat manusia setelah “diedit” terlebih dahulu sehingga tidak ada pengulangan-pengulangan?

Pembahasan ini berkaitan dengan ilmu Ulumul Qur’an, yang sering menjadi pusat perhatian para pengkaji ilmu tersebut. Kita sendiri pun sering membaca beberapa ayat yang sering diulang dalam suatu surah tertentu.

Baca lebih lanjut

Binatang bertasbih.

Tag

,

image

jama’ah burung

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ ۥ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صٰٓفّٰتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ ۥ وَتَسْبِيحَهُ ۥ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ
Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
[QS. An-Nur: Ayat 41]

Tafsir Al Jalalain:
(Tidakkah kamu melihat, bahwasanya Allah kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi) dan termasuk ke dalam pengertian bertasbih adalah salat (dan juga burung-burung) lafal Thair adalah bentuk jamak dari lafal Ath Thaair, yakni makhluk yang terbang antara bumi dan langit (dengan mengembangkan sayapnya) lafal Shaaffaatin adalah Hal atau kata keterangan keadaan dari burung-burung tadi, yaitu burung-burung itu membaca tasbih dengan mengembangkan sayapnya. (Masing-masingnya telah diketahui) oleh Allah (cara salat dan bertasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan). Di dalam ungkapan ini, semuanya dianggap sebagai makhluk yang berakal.

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُ ۥ دَ مِنَّا فَضْلًا  ۖ  يٰجِبَالُ أَوِّبِى مَعَهُ ۥ  وَالطَّيْرَ  ۖ  وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

[QS. Saba’: Ayat 10]

Semut bertawaf

Bakteripun seperti bertawaf.

Sebuah tim peneliti dari MIT dan Universitas Cambridge telah menemukan lakukan Ketika bakteri yang dibuat untuk mengalir melalui kisi, Mereka sinkronisasi dan berenang dalam pola seperti elektron mengorbit atom, berputar berlawanan dengan arah jarum jam.

Allahu Akbar. Wallahu a’lam.

Tadabbur Al Quran, Redefining Big Bang

Tag

, , , , , , , , , , , ,

image

Illustrasi: Allah jadikan awan sebagai saringan untuk hujan. Apabila tidak dijadikan seperti itu, tentu bumi akan tenggelam terendam air. Hadis Rasulullah SAW, diriwayatkan dari Ibnu Abi ‘Ashim.

Air, Mahluk Pertama yang diciptakan Allah Ta’ala dialam semesta,

Seperti diterangkan didalam Al Quran

وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah arsy-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya“ (Qs. Hud : 7)

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa keberadaan air jauh lebih dulu dari pada keberadaan langit dan bumi. Jadi air lebih tua umurnya dibanding langit dan bumi.

Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw :

كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ وَخَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ

“Dialah Allah yang- pada waktu itu – tidak ada sesuatupun selain Dia, sedangkan ‘arsy-Nya di atas air, lalu Dia menulis di dalam adz-Dzikir segala sesuatu (yang akan terjadi,) lalu Dia menciptakan langit dan bumi”. (HR. Bukhari, no : 2953)

Baca lebih lanjut

Tidak ada Singularitas big bang di alam semesta.

Tag

, , , , ,

image

semua materi di alam semesta, kucing, mobil, gunung, kompleks rumah ... semuanya, bersatu kedalam satu titik kepadatan tak terbatas (infinite) dengan gravitasi yang sangat kuat dan ruang sekitarnya akhirnya berkontraksi ke satu titik. Teori relativitas umum hanya menjelaskan peristiwa sesudah ledakan singularitas, tapi tidak mampu mendefinisikan titik singularitas itu sendiri. Pertanyaan lainnya apa yang terjadi sebelum titik singularitas? Apa mungkin dilihat dari segi ilmiah sesuatu yang tidak ada tiba tiba meledak?

Singularity dalam Astronomi di definisikan menurut Wikipedia: sebagai kondisi umum di mana hukum-hukum fisika tidak bisa didefinisikan.

Baca lebih lanjut

Pohon hijau dan sumber Energi

Tag

, , , , , ,

imagepohon Marakh dengan nama latinnya yaitu Leptadenia pyrotechnica dari family Asclepiadaceae. Menariknya nama latin pyrotechnica – ini mempunyai arti pembuat api.

pohon Marakh dengan nama latinnya yaitu Leptadenia pyrotechnica dari family Asclepiadaceae. Menariknya nama latin pyrotechnica – ini mempunyai arti pembuat api.

imagePohon Affar atau pohon Iffar (pohon waru / Hibiscus Tiliaceus),

Pohon Affar atau pohon Iffar (pohon waru / Hibiscus Tiliaceus),

Tahukah anda bahwa ternyata berabad-abad yang lalu Al-Quran telah memberikan petunjuk luar biasa tentang kayu dan kaitannya dengan api (energi)? setidaknya ada tiga petunjuk spesifik di Al-Qur’an yaitu di Surat Yaasiin 80, Al-Waqi’ah 71-72 dan An-Nur 35.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya