Tag

, ,

image

Indonesia merupakan negeri muslim paling besar di dunia. Dan Indonesia juga memiliki jumlah masjid terbanyakdan negeri asal jamaah haji paling besar di dunia.

Indonesia juga adalah negeri dengan jumlah bahasa daerah  terbanyak, yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang dipakai oleh beraneka suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia.

Masya Allah,  seharusnya kita bangga bisa dilahirkan sebagai putera-puteri Indonesia.  Indonesia mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri dan tak ada satupun Negara di dunia ini yang dapat menyamai Indonesia.  Itulah kehendak Allah.

Selain keunikan dan ciri khas diatas, masih terdapat banyak keunikan lainnya seperti berikut ini.

Kata “Indonesia” terdiri dari 9 huruf dimana angka 9 adalah angka tertinggi dan mudah-mudahan Indonesia akan menjadi Negara dengan kedudukan tertinggi.  Bahasa Indonesia pun mempunyai keunikan tersendiri terutama dalam angka-angka dengan huruf depan sama jika dijumlahkan hasilnya akan sama

S: Satu + Sembilan =10
D: Dua +Delapan =10
T: Tiga + Tujuh =10
E: Empat + Enam =10
L: Lima + Lima =10

Jumlahkan kata-kata Indonesia dengan urutannya (I=9, N=14, dst) hasilnya adalah 90.  di dalam Al-Qur’an surah ke 90 adalah surat Al-Balad; yang berarti Negeri.  Apakah Indonesia akan menjadi Al-Balad yang akan membawa kembali kejayaan Islam? Insya Allah.

Allah SWT berfirman:

لَآ أُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِ

Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),”

وَأَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِ

dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,
(QS. Al-Balad 90: Ayat 1-2)

Bung Karno menuturkan bahwa sejak dari Saigon, sudah merencanakan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 karena diyakini 17 merupakan angka keramat. Al- Qur’an diturunkan pada 17 Ramadhan. Shalat Seharinya terdiri dari 17 Rakaat, dan diplihnya hari yang mulia, Jumat (Api sejarah 2).

Selama masa persiapan menuju kemerdekaan, Bung Karno meminta rekomendasi dari beberapa Ulama. Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan rekomendasi yang diberikan oleh K.H Abdoel Moekti dari Muhammadiyah. K.H Hasyim Asy’ari memberikan kepastian kepada Bung Karno untuk tidak takut memproklamirkan kemerdekaan.

Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa proklamasi dilaksanakan pada hari Jumat (hari suci umat Islam), tanggal 17 Agustus 1945 yang dalam kalender Islam, 17 Agustus 1945 sama dengan 9 Ramadhan 1364 H (Ramadhan bulan suci Umat Islam), pada Pukul 10 pagi di kediaman Bung Karno Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Jumlahkan tanggal kemerdekaan (17+8+45) hasilnya 70 atau 7+0=7. didalam Al-Qur’an surah ke 70 adalah Al-Ma’arij; yang berarti tempat-tempat naik.  apakah  Indonesia adalah juga tempat-tempat naik para malaikat seperti dalam surah tersebut, jika ya banyak-banyaklah berdo’a untuk umat Islam didunia dan kejayaan Islam.  Sedangkan surah ke 7 adalah Al-A’raaf; yang berarti tempat tertinggi dan mudah-mudahan Indonesia akan mendapatkan tempat tertinggi dan dihormati dalam pergaulan dunia dan menjadi tempat kejayaan Islam dan peradaban Manusia.  Sebagaimana jumlah kemerdekaan (1+7+8+1+9+4+5) hasilnya 8 dalam Al-Qur’an yaitu surah Al-Anfal; yang diturunkan saat perang Badar Kubra tahun ke 2 H.  peperangan ini sangat penting karena menentukan jalan sejarah perkembangan Islam yang Mudah-mudahan Indonesia pun akan dapat menentukan jalannya sejarah perkembangan Islam selanjutnya.

Sumber: dihimpun dari berbagai sumber.

Waĺlahu a’lam.

Transkrip kata-kata Kiyai Agus Sunyoto. Acara bedah buku Fatwa dan Resolusi Jihad, di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri 3 Nopember 2017, Jum’at kemarin.

Ketika Indonesia pertama kali merdeka gak punya tentara, tidak ada tentara… Baru dua bulan kemudian diadakan tentara. Agustus, September, Oktober… 5 Oktober dibentuk tentara keamanan rakyat (TKR). Ini dokumen Negara. Silakan dibaca di sekretariat Negara, di arsip nasional ini semua ada. Nah, dengan dibentuknya ini Negara Indonesia sudah punya tentara. Tanggal 10 Oktober diumumkanlah jumlah tentara keamanan rakyat di Jawa saja. Belum Sumatra dll… Itu ternyata TKR di Jawa jumlahnya 10 divisi. 1 divisi isinya 10.000 prajurit. Terdiri dari 3 resimen, terdiri dari 15 batalyon. 1 divisi… Jadi 10 divisi artinya TKR jumlahnya 100.000 pasukan. Itu TKR pertama. Yang nanti menjadi TNI.

Dari pernyataan data TKR yang dikeluarkan pemerintah tanggal 10 Oktober 1945 kita tahu, bahwa komandan divisi pertama TKR itu adalah Kolonel KH. Sam’un. Kiyai… pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga adalah kolonel KH. Arwiji Kartawinata. Ini di Tasikmalaya. Pangkatnya kolonel… kiyai haji… Sampai tingkat resimen sama… Resimen 17 dipimpin Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Sampek komandan batalyon… Komandan batalyon TKR Malang dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman. Siapa kiyai Iskandar Sulaiman ini? Beliau saat itu jabatannya Rois Suriyah NU Kabupaten Malang. Poro kiyai… Ini dokumen Negara… Gak ngarang… Silakan dibaca di arsip nasional, kemudian di sekretariat Negara masih tersimpan. Di pusat sejarah TNI ada semua… Bahkan untuk selanjutnya kita lihat komandan divisi pertama TKR Kolonel KH. Sam’un beliau ternyata pensiun Brigadir Jendral. Jadi banyak kiyai2 yang pensiun Brigadir Jendral. Ini sejarah yang selama ini ditutupi. Termasuk KH. Hasyim Asy’ari dalam pemerintahan Presiden Soekarno beliau sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Tapi silakan dibaca itu buku2 sejarah anak2 SD, SMP, SMA… Ada gak KH. Hasyim Asy’ari masuk di buku pelajaran itu?. Gak ada… Seoalah2 gak pernah ada jasanya dan bukan pahlawan nasional… Jadi memang yang dari pesantren itu disingkirkan betul dari Negara ini.

Nah, dari situ kita bisa tahu kenapa TKR waktu itu banyak dipimpin poro kiyai, karena hanya poro kiyai dari pesantren dengan santri2 yang menjadi tentara itu adalah golongan dari elemen bangsa ini yg mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Tentara saat itu gak dibayar. Dibayar dari mana… Baru merdeka, duit aja gak punya. Jadi, tentara itu baru menerima bayaran tahun 1950. Selama tahun 45 sampai perjuangan 50 itu gak ada bayaran. Dan yang mau melakukan itu hanya poro kiyai, dengan tentara2 Hizbulloh… Laskar2 itu gak ada bayaran… Sampai sekarang… NU itu punya tentara swasta namanya Banser, yo gak dibayar… (hahaha… riuh hadirin tertawa). Itu fakta… Jadi nanti kita akan tahu bagaimana sampek terjadinya pertempuran 10 Nopember.

10 Nopember ini satu peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Pertempuran besar yang terjadi setelah perang selesai. Jadi perang dunia itu selesai 15 Agustus 1945. Ketika Jepang menyerah itu perang dunia kedua dinyatakan selesai. Tidak ada lagi perang…

Pasukan Inggris ditugasi ngangkuti interniran dan tawanan Jepang. Tawanan militer yang diangkuti, tugas utamanya itu. Jangan sampek tawanan2 ini menghadapi amuk massa… Diserang massa dipateni kabeh… Wah iki bahaya. Jadi harus diangkuti.

Bagaimana bisa terjadi perang besar 10 Nopember, wong sudah gak ada perang. Nah ternyata sebelum pertempuran 10 Nopember ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 Oktober 1945. Bagaimana bisa terjadi perang 4 hari di Surabaya? Karena sebelum tanggal 26, yaitu tanggal 22 Oktober ada fatwa dan resolusi jihad dari PBNU, itu yg menyebabkan Surabaya bergolak. Jadi tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang. Akan bertempur dengab penduduk Surabaya, gak pernah mikir mereka… Perang selesai kok… Tapi karena masyarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, siap nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Ini sejarah yang selama ini ditutupi.

Justru karena dengan sejarah yang ditutupi, tidak mengakui fatwa dan resolusi jihad dan tidak mengakui ada perang 4 hari di Surabaya, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 Nopember akan nganggep tentara Inggris gak waras. Lapo Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab… Untuk apa… Tapi kalo melihat rangkaian ini baru masuk akal. Oo…yaa marah mereka karena jendralnya terbunuh, pasukanya dibunuh bonek2 Suroboyo… (hahahaha audiens ngakak).

Kenapa harus ada fatwa dan resolusi jihad? Karena Presiden Soekarno meminta fatwa kepada PBNU, mbh Hasyim… Apa yang harus dilakukan warga Negara Indonesia kalo diserang musuh? Karena Belanda ingin kembali menguasai Indonesia. Disitulah bung Karno juga menyatakan bagaimana caranya supaya Negara Indonesia diakui oleh Negara di dunia, karena sejak diproklamasikan 17 Agustus dan Negara dibentuk 18 Agustus tidak ada satupun Negara di dunia yg mau mengakui Indonesia. Karena Negara Indonesia diberitakan adalah Negara boneka bikinan Jepang, bukan atas kehendak rakyat. Negoro sing ora dibelani rakyat.

Itulah… Fatwa dan resolusi jihad kemudian dimunculkan oleh PBNU, itulah yang akhirnya ketika Inggris dateng… Tanggal 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya, karena penduduk Surabaya sudah siap perang. Ternyata sore, Gubernur Jawa Timur mempersilahkan. Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja. Ditunjukkan beberapa lokasi, kemudian masuk. Tanggal 26 Oktober ternyata membangun pos2 pertahanan Inggris. Karung2 pasir ditumpuk kemudian dikasih senapan mesin. Bikin begitu, banyak… Lho ini apa maunya Inggris, padahal sudah tersebar isu Belanda mau berkuasa dengan membonceng tentara Inggris. Dengan munculnya pos2 pertahanan tanggal 26 Oktober sore hari pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung2 keluar nawur pasukan Inggris. Ayo tawur… Tawuran… Dan peristiwa itu memang betul… Para pelaku mengatakan, itu duduk perang mas… Itu tawuran. Kenapa? Gak ada komandannya, gak ada yang mimpin. Pokok e wong krungu jihad… Jihad… Mbah Hasyim… Mbah Hasyim… Jihad… Sudah, keluar semua langsung tawur. Sambil teriak Allohu Akbar… Jadi ini betul, memang bukan perang karena gak ada komandannya. Keluar dari kampung2, kenapa? Karena seruan jihad itu disiarkan lewat langgar2… Masjid… Lewat spiker2 itu… Langsung jihad… Tawur… Dan itu berlangsung 27 Oktober, besoknya… perang lagi… Tanggal 28 Oktober yang namanya tentara kepengaruh bonek… Melu nawuri Inggris. Namanya tentara kan terlatih… langsung massa dipimpin, ayo lewat sini. Dalam pertempuran 28
‌Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh. Tapi tentara gak ngakoni, karena mereka tentara… Kenapa? Indonesia merdeka, negoro belum ada yang mengakui, mosok tentara wes mateni tentara Inggris, oo itu urusan besar nanti… Itu ikhtiyar arek Suroboyo kabeh. Ya orang2 Surabaya aja. Itu yang diteriakkan selalu “Arek2 Suroboyo” karena apa? Tentara gak mau ikut campur disitu. Negoro durung ono sing ngakui, wes mateni tentara Inggris. Sampek tanggal 29 pertempuran itu masih. Disitulah pihak Inggris mendatangkan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohamad Hatta, datang… Didamaikan… Tanggal 30 Oktober ditanda tangani kesepakatan damai, tidak tembak menembak… Itu kan Gubernur Jawa Timur, pimpinan Jawa Timur, wong sing tawuran rakyat… Gak ada hubunganya rakyat dengan Gubernur. Gubernure wes tanda tangan, massa kampong gak mau. Itulah tanggal 30 Oktober Brigadir Jendral Mallaby digranat arek Suroboyo. Blengngngng… mati. Inggris ngamuk betul, maksude opo wong2 iki… Perang sudah selesai, pasukan Inggris diserang, Jendrale dipateni. Panglima tertinggi Jendral Krestisen marah. Kemudian ngancam “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuhnya Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang2 Surabaya yang masih memegang bedil, meriam dst… tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibom-bardir. Darat laut udara… Datanglah tujuh kapal perang. Langsung di pelabuhan Tanjung Perak itu… Meriamnya sudah diarahkan ke Surabaya. Dan kemudian meriam howidser diturunkan dari kapal. Ini khusus untuk menghancurkan bangunan dan kemudian satu squadron pesawat tempur dan pesawat pengebom. Memang mau dihabisi Surabaya itu. Karena mereka marah.

Disitulah tanggal 9 Nopember jam setengah empat sore setelah mbah Hasyim pulang dari konperensi Masyumi di Jogja, karena beliau ketua Masyumi waktu itu, beliau pulang ke Surabaya mendengar ancaman itu dan menyaksikan sendiri bagaimana blokade mau menghancurkan Surabaya, langsung beliau menjawab, fatwa… “Fardhu ain bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari kota Surabaya untuk membela kota Surabaya”. Ya, 94 kilo itu jarak dibolehkannya sholat qosor. Wilayah Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang itu kan gak sampe 90 kilo. Dateng semua. Dari Kediri juga datang. Kita catat semua. Bahkan dari Lirboyo ini dalam catatan, dipimpin kiyai Mahrus. Jadi seruan itu langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang ke Suroboyo.

Selain menewaskan Jendral Mallaby, pertempuran di Surabaya juga menewaskan seorang Brigadir Jendral yang bernama Loder Saimen. Jadi peristiwa pertempuran Surabaya itu menewaskan dua orang Jendral Inggris.

Luar biasa pengorbanan poro kiyai dan santri, tapi lihat apa yang dilakukan pemerintah dikemudian hari kepada para kiyai ini…

Islam penyebabkan Indonesia memberontak.

Iklan