Tag

, , , ,

image

Kapal mewah Titanic di hari Minggu pagi tanggal 14 April 1912 saat sebelum tragedi terjadi pada pelayaran perdananya.

RMS Titanic adalah sebuah kapal penumpang super Britania Raya. Titanic merupakan kapal terbesar di dunia pada masanya. Satu dari tiga kapal samudra kelas Olympic dioperasikan oleh White Star Line. Kapal ini sanggup mengangkut 2.224 penumpang.

image

April 1912, kapal mewah Titanic berangkat pada pelayaran perdananya ke New York.

Faktor penyebab terjadinya kecelakaan.

Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City. Tenggelamnya Titanic mengakibatkan kematian sebanyak 1.514 orang dalam salah satu bencana maritim masa damai paling mematikan sepanjang sejarah.

image

Headline News koran New York tentang tenggelamnya kapal Titanic

Titanic gagal untuk memperlambat, bahkan setelah menerima beberapa pesan nirkabel peringatan adanya gunung es depan, Titanic masih berlayar dengan kecepatan penuh ke daerah yang penuh dengan gunung es-itu yang benar-benar menenggelamkan kapal tersebut.

Tenggelamnya ROYAL MAIL SHIP (R.M.S) TITANIC telah menjadi salah satu bencana yang paling terkenal dalam sejarah. Karena kerugian yang mengerikan dari kehidupan dan kematian dari kapal yang dipercayai “tidak dpt tenggelam. Beberapa teori telah dikembangkan sejak tenggelamnya untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi pada malam yang naas.

image

Map lawas dari rute perjalanan perdana Titanic ke New York serta posisi tengelamnya.

Dua studi terbaru menyatakan bahwa kondisi alam yang langka memainkan peranan besar dalam bencana tersebut.

Pendapat pertama berhubungan dengan faktor astronomi, sebuah peristiwa bulan yang sangat jarang

Terinspirasi oleh karya visioner dari ahli kelautan mendiang Fergus J. Wood dari San Diego yang menyarankan bahwa pendekatan luar biasa dekatnya bulan pada 4 Januari 1912.

Sekelompok team astronomers dari Texas State University-San Marcos, mengatakan kedekatan Bumi ke Bulan dan Matahari – sebuah pendekatan langka di lebih dari 1.000 tahun – yang diketahui dari record air pasang yang membantu menjelaskan mengapa Titanic bertemu begitu banyak es, termasuk gunung es yang fatal.

Dalam penelitian mereka menemukan sebuah peristiwa yang sangat langka terjadi dalam sejarah – Bulan dan matahari berbaris sedemikian rupa dalam satu garis sehingga gaya tarik gravitasi mereka ditingkatkan satu sama lain, sebuah efek yang terkenal yang disebut sebagai “pasang purnama ” atau “spring tide”.

Pendekatan perigee Bulan – terbukti menjadi yang terdekat jaraknya ke Bumi, terdekat selama kurun waktu 1.400 tahun, – dan datang dalam waktu enam menit bulan purnama. Selain itu, pendekatan perihelion bumi -terdekat ke matahari-terjadi sehari sebelumnya.

Seluruh konfigurasi ini telah menaikkan kekuatan air pasang bulan purnama lautan bumi secara maksimal. Menyebabkan air pasang tinggi yang tidak normal, menimbulkan arus kuat dan memindahkan gunung es keselatan, yang tiga setengah bulan kemudian bisa masuk ke perairan es di Atlantik Utara.

Malam itu gunung es yang telah menenggelamkan Titanic seharusnya berada di Greenland ternyata berpindah ke jalur Titanic karena terbawa oleh arus laut dan berbenturan dengan Titanic.

Dan pendapat kedua, yang diajukan oleh seorang sejarawan Titanic dari Inggris, Tim Maltin, yang berpendapat penyebabnya adalah fatamorgana. yang menyembunyikan gunung es dari pandangan awak pengintai diatas kapal dan mengelabui mereka, serta membingungkan kapal terdekat untuk identitas kapal ini, serta menunda upaya penyelamatan selama berjam-jam.

image

Atas: TITANIC, gunung es yang menengelamkan kapal Titanic ( dilihat dari S.S. Carpathia), May, 1912. Bawah : NatGeo dalam presentasi berjudul "Titanic: kasus ditutup", tentang bagaimana fatamorgana bisa memunculkan cakrawala jauh, yang bisa menyembunyikan gunung es untuk waktu yang lama, dengan tidak menunjukkan silhuet yang jelas di malam yang cerah berbintang. Banyak orang di kapal di daerah itu dapat mengkonfirmasi bahwa fatamorgana tersebut dapat terjadi dalam situasi cuaca yang tepat.

Bukti tambahan tentang hipotesis distorsi ini muncul dari kapal terdekat SS California yang melaporkan penampakan konsisten fatamorgana.

1992 investigasi pemerintah Inggris juga menyatakan bahwa Super refraksi mungkin telah memainkan peran dalam bencana, tapi kemungkinan itu belum bisa diselidiki sampai Tim Maltin menemukan catatan cuaca, ‘kesaksian penumpang yang selamat dan log-kapal lama dan materi yang terlupakan lainnya.

Sejarah kapal Titanic

Titanic adalah kapal uap White Star Line Kapal ini dibangun pada 1909 sampai 1911 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast, Irlandia. dia adalah yang terbesar dari seri tiga kapal yang dimiliki oleh White Star Line, Kapal lainnya adalah Oceanic, Olympic.

Titanic dirancang oleh Thomas Andrews, business man dan seorang ahli terbaik dalam bidang perkapalan, dan sebelumnya ia sukses dalam pembuatan kapal-kapal besar lainnya seperti Adriatic, Oceanic, Olympic.

image

Ukuran baling baling kapal Titanic.

Karena banyaknya fitur keselamatan dan komentar oleh perancang bahwa dia hampir tak dpt tenggelam, perusahaan menjulukinya sebagai kapal yang tak pernah bisa tenggelam (The Unsinkable Ship). Promosi besarnya sukses menarik kalangan bangsawan dan industrialis kaya. Titanic segera dianggap sebagai sebuah kapal yang tidak dapat tenggelam.

Fakta tentang Titanic bisa lihat disini.

Tafsir al-Qur’an surat Asy-Syura: Ayat 33-35 karya Ibn Kathir “al-Azim”.

Lebih dikenali dengan Tafsir ibn Kathir, ialah sebuah tafsir al-Quran klasik yang dikaryakan Ibnu Kathir (1301–1373 M).

Al Quran telah menceritakan mengenai tenggelamnya kapal 1400 tahun silam begitu tepat sesuai dengan kejadian naas kapal Titanic, seakan akan diturunkan sesudah kejadian.
Masya Allah.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran. Asy-Syura: Ayat 33-35:

وَمِنْ ءَايٰتِهِ الْجَوَارِ فِى الْبَحْرِ كَالْأَعْلٰمِ
إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلٰى ظَهْرِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ
وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجٰدِلُونَ فِىٓ ءَايٰتِنَا مَا لَهُمْ مِّنْ مَّحِيصٍ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.”
“Jika Dia menghendaki, Dia akan menghentikan angin, sehingga jadilah (kapal-kapal) itu terhenti di permukaan laut. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang selalu bersabar dan banyak bersyukur,”
“atau (Dia akan) menghancurkan kapal-kapal itu karena perbuatan (dosa) mereka, dan Dia memaafkan banyak (dari mereka),”
“dan agar orang-orang yang membantah tanda-tanda (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka tidak akan memperoleh jalan keluar (dari siksaan).”

Menurut Ibn Kathir selanjutnya juga dalam ayat ayat ini termasuk di antara tanda-tanda yang menunjukkan kepada kekuasaan Allah Swt.

Hukum Allah Swt. dalam QS. Asy-Syura. Ayat 33-35 berlaku didalam terjadinya musibah tenggelamnya Titanic seperti yang ditafsirkan oleh Ibn Kathir, banyak terjadi kesesuaian dalam redaksi tafsir dengan kenyataan terjadinya musibah tanpa diketahui oleh Ibn Kathir. Berikut penafsiran Ibn Kathir yang kalimat tulisannya (bold) sesuai dengan kejadian nyata peristiwa tragedi Titanic:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. (Asy-Syura: 33)

Ibn Kathir: Yang dimaksud dengan ungkapan al-fulk ialah bahtera-bahtera yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung. Demikianlah menurut pendapat Mujahid, Al-Hasan, As-Saddi, dan Ad-Dahhak, bahwa bahtera-bahtera tersebut yang ada di laut pemandangannya bagaikan gunung-gunung di daratan \dotso

image

Media umumpun menganggap Titanic sebesar gunung. Hingga ilustrasi majalah kuno menggambarkan tentang dimensi Titanic besarnya dianggap sebanding dengan besarnya gunung es. (Perhatikan gambar titik-titik).

Pada saat konstruksi, Titanic adalah objek bergerak terbesar yang pernah dibangun. Mempunyai berat lebih dari 46.000 ton, panjang hampir 900 kaki, dan tinggi lebih dari 25 lantai.

image

Dan panjang Titanic berbanding bangunan terkenal.

Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin. (Asy-Syura: 33)

Ibnu Kathir: Yakni angin yang bertiup di laut yang membawa bahtera bergerak. Seandai-Nya Allah menghendaki, bisa saja Dia menghentikan tiupan angin itu sehingga bahtera-bahtera itu tidak dapat bergerak, bahkan diam saja, tidak dapat maju dan tidak dapat mundur, bahkan diam saja mengapung di tengah laut…… \dotso

Kutipan – Captain Edward John Smith, Commander of Titanic:
We do not care anything for the heaviest storms in these big ships. It is fog that we fear. The big icebergs that drift into warmer water melt much more rapidly under water than on the surface, and sometimes a sharp, low reef extending two or three hundred feet beneath the sea is formed. If a vessel should run on one of these reefs half her bottom might be torn away.

Dilain pihak Tim Maltin berpendapat bahwa perairan es menciptakan kondisi ideal untuk jenis fatamorgana yang jarang terjadi.

Kondisi tenangnya permukaan laut justru menghasilkan waterwall atau dinding air palsu akibat fatamorgana yang bisa menyembunyikan gunung es dari pengintaian lookups kapal Titanic. Refleksi permukaan laut bergelombang besar akan menyebabkan distorsi pandangan fatamorgana.

image

Gambar diatas menunjukkan keadaan laut yang Allah SWT menjadikannya tenang, sebuah kondisi ideal bagi kapal kapal bermesin untuk berlayar dengan tenang, sebagai bukti dan tanda tanda nikmat yang diberikan Allah SWT. Seharusnya setiap kapal dapat menghindari gunung es, yang berkecepatan sangat rendah, seperti kapal lainnya. Tapi sebaliknya Titanic malah mempercepat kecepatan hanya karena publikasi. ..

atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka. (Asy-Syura: 34)

Ibnu Kathir menafsirkan : Yakni seandainya Allah menghendaki, tentu Dia dapat membinasakan perahu-perahu itu, lalu menenggelamkannya disebabkan dosa yang dilakukan oleh para pemiliknya yang sedang menaikinya \dotso

Sesuai kenyataannya pemilik Titanic Mr. Bruce Ismay, memang “sedang menaiki kapal Titanic” dan merupakan salah satu penumpang yang selamat. Joseph Bruce Ismay adalah president perusahaan yang membangun kapal Titanic.

image

Dipagi hari tanggal April 15, 1912 penumpang yang selamat menemukan mereka dikelilingi oleh ladang gunung es, bahkan ada yang setinggi 150 – 200 ft. dari permukaan laut

Allah SWT. menenggelamkan kapal Titanic dengan mendatangkan gunung es dari Greenland serta membuatnya tak terlihat dengan fatamorgana hingga ketitik impact dengan Titanic.

image

Ilustrasi kuno tahun 1912. Pemandangan dari bagian forward-well-deck depan kapal pada saat gunung es lewat di sepanjang sebagian besar kanan berdasarkan kesaksian Able Seaman dan Joseph Scarofft yang melihat dari forward-well-deck depan pada saat kejadian.

Kesombongan yang berbuah malapetaka : menenggelamkan Titanic

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ {18}

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

image

Tenggelamnya kapal Titanic banyak dipublikasikan di majalah dan koran didunia. P.L. Skidmore seorang guru seni penumpang kapal Carpathia, membuat sketsa April 15, 1912, berbasiskan keterangan saksi John B. Thayer Jr. sewaktu dia berada di sekoci terbalik. Gambar koleksi Donald Olson.

Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853)

Saat mengetahui Titanic akan tenggelam, Kapten Smith memerintahkan untuk berhenti sepenuhnya. Akan tetapi pemilik White Star Line, Bruce Ismay tidak ingin investasi besarnya itu berada diam di tengah laut Atlantik dan tenggelam perlahan atau diderek ke pelabuhan.Ini tidak baik untuk publisitas! kata Ismay.

…disebabkan dosa yang dilakukan oleh para pemiliknya yang sedang menaikinya (kutipan tafsir Ibn Kathir)

The Telegraph memberitakan sikap J.B. Ismay saat itu : ” The mystery of his actions intensified when Emily Ryerson, a first-class passenger – returning to New York for the funeral of her son and now also burying her husband – revealed that she and her friend, Marian Thayer, had met Ismay on deck on the fatal day and been shown by him an ice warning. “Will you be slowing down?” Mrs Ryerson inquired. “Certainly not,” Ismay replied. Instead, they would be speeding up. Ismay’s concern, Mrs Ryerson said, was with crossing the Atlantic in record time.

image

Berita tenggelamnya kapal Titanic di media.

Ismay menyuruh Kapten untuk berjalan dengan pelan. Katanya lagi, “Titanic dibuat tidak untuk tenggelam.” Padahal bisa saja Titanic selamat dan tidak akan ada korban jiwa jika kapal diam saja dan menunggu bantuan datang. Tetapi dengan berjalan perlahan, tekanan air laut memasuki lambung kapal yang robek karena menabrak gunung es, dan memenuhi setiap lantai satu persatu, dan akhirnya tenggelam seluruhnya. Dalam video diperlihatkan bagaimana kapal Titanic tenggelam dari awal hingga akhir.

Satu lagi, dalam salah satu berita dikatakan; sebelum Titanic berlayar menuju New York, Kapten Smith berkata bahwa, “Titanic tidak mungkin tenggelam, Tuhan pun tidak sanggup menenggelamkannya.” Bukankah kata-kata Kapten sangat menunjukkan kesombongan besar bahkan sampai membawa nama Tuhan. Kecelakaan Titanic tersebut terjadi disaat kemudian setelah kalimat Kapten dilontarkan dalam perjalanan perdananya …

atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka). (Asy-Syura: 34)

Ibn Kathir: Yaitu sebagian besar dari dosa-dosa mereka; dan seandainya Allah meng­hukum mereka berdasarkan semua dosa yang dilakukan mereka, tentulah Dia akan membinasakan semua orang yang memakai jalan laut. \dotso

image

Frederick Fleet, 24, was the lookout who first spotted the iceberg. At 11:39 p.m. on April 14, 1912, a young lookout named Frederick Fleet spotted an iceberg. His ship was headed straight for it. The Titanic made impact, and two hours and 40 minutes later, the boat was lost to the ocean forever, 2,224 people were on board. Only 700 survived.

Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan keluar (dari siksaan). (Asy-Syura: 35)

Ibn Kathir menafsirkan : Artinya, tiada jalan selamat bagi mereka dari siksaan Kami, karena sesungguhnya mereka dikalahkan oleh kekuasaan Kami \dotso

image

Para penumpang yang diselamatkan

Teknologi super rumit produk manusia, dikalahkan oleh kekuasaan Allah SWT yang telah menciptakan Air dengan kekuasaan- Nya dan bisa menjadikannya benda padat yang keras. Allahu Akbar.

Kehebatan yang dimiliki gunung es memang tiada duanya,ia memang hanya memiliki kandungan Air saja, seperti yang sehari hari kita gunakan, tetapi penciptanya-lah yang memiliki kehebatan luar biasa, yang dengan hanya ciptaan-Nya yang sederhana mampu mengalahkan ciptaan manusia yang dengan susah payah mereka buat.

image

Foto gunung es yang kemungkinan menabrak Titanic, difoto dari kapal Prinze Adelbert berjarak beberapa mil keselatan dari lokasi bencana.

Bagaimana bisa kapal yang dibuat dengan teknologi mesin canggih terkalahkan oleh bongkahan gunung es yang hanya terbuat dari air saja ?

Menurut pembangun kapal Titanic, bahkan dalam kecelakaan terburukpun di laut, kapal seharusnya dapat mengapung selama dua sampai tiga hari. Tapi kegagalan material dan cacat desain berkontribusi terhadap tenggelamnya dari Titanic secara cepat. Selain itu, perubahan juga telah dilakukan baik dalam desain kapal dan peraturan keselamatan yang mengatur kapal di laut, juga mengakibatkan bencana Titanic.

Walaupun Titanic dianggap sebagai kapal yang tak pernah bisa tenggelam – Titanic tetap dapat dikalahkan oleh kekuasaan Allah SWT. – tenggelam akibat hukum alam yang tidak ada hukum alam satupun yang bukan berasal dari Allah SWT. \dotso Allahu akbar.

Kesimpulannya.

Allah SWT berfirman:

سَنُرِيهِمْ ءَايٰتِنَا فِى الْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ ۥ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
(QS. Fussilat: Ayat 53)

Allah Maha Tahu segala apa yang “sudah dan akan” terjadi. Dan “memperlihatkan kekuasaan-Nya” melalui Tafsir al-Qur’an al-Azim dan tragedi kapal Titanic.

Al Quran adalah firman Allah, merupakan sumber yang pasti benar. Akan tetapi sumber yang benar harus ditafsirkan secara benar. Menurut pendapat penulis, Ibn Kathir telah menafsirkan Al Quran dengan benar, karena 600 tahun sesudah masa penulisan tafsirnya “tanpa setahunya” masih sesuai dengan kejadian tenggelamnya Titanic. Subhanallah.

Mudah mudahan tulisan ini bisa mengingatkan kita, sesudah lebih dari 100 tahun sejak tragedi Titanic, kepada ke-tauhid-an Allah SWT. In shaa Allah.

Rasulullah S.A.W. bersabda

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Wallaahu a’lam bishawab.

National geographic: Titanic case closed.

Tafsir Ibn Kathir Asy-Syura: 32-35 selengkapnya.

Mungkin ada baiknya membandingkan dengan terjemahan dalam bahasa Inggris :

Allah Swt. berfirman bahwa termasuk di antara tanda-tanda yang menunjukkan kepada kekuasaan Allah Swt. yang cemerlang dan pengaruh-Nya yang besar ialah Dia telah menundukkan laut untuk dapat dijadikan sebagai jalan bagi bahtera dengan seizin-Nya. Yang dimaksud dengan ungkapan al-fulk ialah bahtera-bahtera yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung. Demikianlah menurut pendapat Mujahid, Al-Hasan, As-Saddi, dan Ad-Dahhak, bahwa bahtera-bahtera tersebut yang ada di laut pemandangannya bagaikan gunung-gunung di daratan.

{إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ}

Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin. (Asy-Syura: 33)

Yakni angin yang bertiup di laut yang membawa bahtera bergerak. Seandai-Nya Allah menghendaki, bisa saja Dia menghentikan tiupan angin itu sehingga bahtera-bahtera itu tidak dapat bergerak, bahkan diam saja, tidak dapat maju dan tidak dapat mundur, bahkan diam saja mengapung di tengah laut.

{إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ}

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur. (Asy-Syura: 33)

Sabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan penderitaan. Dan sesungguhnya laut yang telah ditundukkan dan angin yang telah ditiupkan sesuai dengan keperluan mereka dalam perjalanannya di laut, benar-benar terkandung bukti-bukti yang menunjukkan kepada nikmat Allah yang Dia berikan kepada makhluk-Nya.

Firman Allah Swt.:

{لِكُلِّ صَبَّارٍ}

bagi setiap orang yang banyak bersabar. (Asy-Syura: 33)

dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan serta cobaan.

{شَكُورٍ}

dan banyak bersyukur. (Asy-Syura: 33)

bilamana dalam keadaan makmur dan senang.

*********

Firman Allah Swt.:

{أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا}

atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka. (Asy-Syura: 34)

Yakni seandainya Allah menghendaki, tentu Dia dapat membinasakan perahu-perahu itu, lalu menenggelamkannya disebabkan dosa yang dilakukan oleh para pemiliknya yang sedang menaikinya.

{وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ}

atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka). (Asy-Syura: 34)

Yaitu sebagian besar dari dosa-dosa mereka; dan seandainya Allah meng­hukum mereka berdasarkan semua dosa yang dilakukan mereka, tentulah Dia akan membinasakan semua orang yang memakai jalan laut.

Sebagian ulama tafsir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka. (Asy-Syura: 34) Seandainya Allah menghendaki, tentulah Dia mengirimkan angin yang kuat tiupannya dan melanda kapal-kapal itu sehingga menyimpang dari tujuannya. Dan angin itu mengombang-ambingkannya ke arah kanan dan ke arah kiri tanpa tujuan, menyimpang jauh dari arah yang di tujuanya.

Pendapat ini mengandung pengertian bahwa perahu-perahu itu pada akhirnya hancur dan tenggelam, semakna dengan pendapat yang sebelumnya. Dan kebalikan dari pendapat yang pertama, yang mengatakan bahwa senadainya Allah menghendaki, tentu Dia menjadikan angin itu tidak bertiup sehingga perahu-perahu itu tidak dapat bergerak. Atau bila Dia menghendaki, dapat saja meniupkan angin yang sangat kuat sehingga mengombang-ambingkannya dan menenggelamkannya serta membinasa­kan para penumpangnya. Akan tetapi, berkat kelembutan dan rahmat Allah Swt. kepada hamba-hamba-Nya, Dia meniupkan angin menurut kadar yang diperlukan, sebagaimana Dia menurunkan hujan menurut kadar yang secukupnya. Seandainya Dia menurunkan hujan yang banyak sekali, niscaya akan robohlah semua bangunan; atau bila hujan diturunkan sedikit kurang dari yang diperlukan, niscaya tidak akan dapat tumbuhlah tanam-tanaman dan pepohonan. Sebagai gambaran tentang kelembutan dan rahmat-Nya ialah Dia mengirimkan ke negeri —seperti Mesir— air kiriman dari negeri lain, karena penduduk Mesir tidak memerlukan hujan. Seandainya Dia menurunkan hujan kepada mereka, tentulah banyak bangunan yang ambruk dan tembok-tembok rumah penduduknya banyak yang runtuh.

************

Firman Allah Swt.:

{وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ}

Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan keluar (dari siksaan). (Asy-Syura: 35)

Artinya, tiada jalan selamat bagi mereka dari siksaan Kami, karena sesungguhnya mereka dikalahkan oleh kekuasaan Kami.

***** *****

Tafsir Ibn Kathir dalam bahasa Inggris lengkapnya bisa diliat disini.

■ Referensi menarik di website khusus mengenai Titanic.
Fakta, analisa dan statistic mengenai kapal Titanic..
Sejarah, data data, foto tentang Titanic.
● The New York Times.
● Wikipedia.
● Texas State university.
Teknologi dan konstruksi Titanic.
● Last but not least: Wikipedia, gudang informasi.

Iklan