Tag

, , , , , ,

image

semua materi di alam semesta; kucing, mobil, gunung, kompleks rumah … semuanya, bersatu kedalam satu titik kepadatan tak terbatas (infinite) dengan gravitasi yang sangat kuat dan ruang sekitarnya akhirnya berkontraksi ke satu titik. Teori relativitas umum hanya menjelaskan peristiwa sesudah ledakan singularitas, tapi tidak mampu mendefinisikan titik singularitas itu sendiri. Pertanyaan lainnya apa yang terjadi sebelum titik singularitas? Apa mungkin dilihat dari segi ilmiah sesuatu yang tidak ada tiba tiba meledak?

Singularity dalam Astronomi di definisikan menurut Wikipedia: sebagai kondisi umum di mana hukum-hukum fisika tidak bisa didefinisikan.

Teori titik Singularitas dari Big Bang merupakan gagasan dari George Lemaitre, seorang pendeta Nasrani dan biarawan Katolik Roma Belgia dan astronom di vatikan, dianggap sebagai orang pertama yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai “hipotesis atom purba” atau “telur kosmik“, munculnya gagasan itu kemungkinan juga bisa melibatkan faktor religi.

image

The World egg atau telur dunia, telur kosmik atau telur biasa adalah motif mitologis yang ditemukan dalam mitos penciptaan dari banyak budaya dan peradaban. Biasanya, telur dunia adalah awal dari beberapa macam, dan alam semesta atau makhluk primordial.

Para filsuf Yunani kuno percaya bahwa fakta ilmiah dapat ditemukan melalui akal, atau hanya dikaitkan dengan tindakan para dewa.

image

Pada tahun 1610, Galileo menerbitkan karyanya Sidereus Nuncius (Pembawa Pesan Berbintang), tentang penemuannya dengan teleskop barunya. Hal-hal ini dan penemuan-penemuan lainnya melahirkan kesulitan-kesulitan besar dengan banyak cendekiawan gereja menyerang penemuan teorinya sebab terlihat bertentangan dengan beberapa kutipan dari Kitab Suci. Bagian Galileo di dalam kontroversi atas teologi, astronomi dan filosofi ini berpuncak pada pengadilan dan penjatuhan hukumannya pada tahun 1633 atas dasar kecurigaan yang mendalam akan paham yang melawan ajaran Gereja. atheis

Ibn al-Haytham seorang cendekiawan islam, ilmuwan pertama dalam sejarah yang bersikeras bahwa dalam sains segala sesuatu harus dapat dibuktikan. Anda tidak dapat mengklaim tentang teori-teori ilmiah yang didasarkan hanya pada asumsi tanpa eksperimen. Para ilmuwan menyebutnya sebagai “metode ilmiah” sebuah penelitian secara sistematis.

Sebuah hipotesis harus bisa dibuktikan dengan eksperimen berdasarkan prosedur yang dapat dikonfirmasi kebenarannya atau dengan bukti matematika.

Big Bang dan titik singularitas

Kerangka model teori big bang bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang.

Big Bang terjadi karena alam semesta mengalami singularitas. Namun, teori big bang memiliki masalah yang serius. Big Bang Singularity memprediksi alam semesta dimulai dari titik yang tak terhingga padat di mana hukum fisika tidak berlaku lagi, berarti teori mengandung kontradiksi sendiri.

image

Singularitas didasari dari matematika teori Einstein relativitas umum, dan persamaan lain disebut persamaan RaychaudhuriAmal Kumar Raychaudhuri, 1950. Berdasarkan gabungan teori tersebut, dan mengikuti evolusi dengan bergerak mundur kembali ke waktu silam, menurut persamaan ini, semua materi di alam semesta bersatu kedalam satu titik kepadatan tak terbatas (infinite) dengan gravitasi yang sangat kuat dan ruang sekitarnya akhirnya berkontraksi ke satu titik – singularitas Big Bang.

Tapi itu tidak sepenuhnya benar. Dalam formulasi Einstein, hukum fisika Einstein teori relativitas memberikan solusi untuk apa yang terjadi sebelum singularitas (mundur dari masa kini), tapi hukum tersebut benar-benar terputus sebelum mencapai singularitas. Namun ilmuwan tetap mengextrapolasi (memperkirakan, di luar jangkauan pengamatan asli) mundur seakan akan persamaan fisika masih terus berlaku, komentar Robert Brandenberger, seorang ahli kosmologi teoritis di McGill University di Montreal.

image

Dalam definisi relativitas umum, gaya pada partikel jatuh bebas hanya dipengaruhi oleh gravitasi dan benar-benar tidak dipengaruhi oleh unsur kekuatan lain. Partikel seperti itu bergerak sepanjang jalur (jalan, orbit dsb) dengan berusaha selurus mungkin melalui ruang-waktu.
Ruang-waktu singularitas ialah apabila keberadaan partikel-partikel ini berakhir dan menghilang secara tiba-tiba atau apabila sebuah eksistensi mendadak dimulai dan partikel dari ketiadaan muncul secara tiba-tiba.
Sebagai analogi singularitas dapat digambarkan sebagai suatu akhir atau awal geodesik diatas sebuah lembar kertas dengan permukaan dua dimensi. Geodesik pada selembar kertas adalah garis lurus. Gerakan geodesik dari partikel yang jatuh secara bebas dapat diumpamakan diatas kertas dengan menerapkan penggaris dan seperti mulai menggambar garis lurus. Pada lembar kertas yang tak terbatas kita bisa memperpanjang garis lurus tanpa batas, sesuai dengan perumpamaan sebuah partikel dalam kondisi terus jatuh.
Berbeda dengan apabila saat geodesik memiliki lubang atau tepi, dimana tidak ada kertas, tidak ada kemungkinan segmen garis untuk terus diperpanjang, dan garis diatas kertas akan putus atau gugur mendadak tanpa peringatan. Hal ini menggambarkan singularitas

Teori relativitas umum menggambarkan fenomena skala besar kosmos dari orbit planet di tata surya dengan bintang dan galaksi serta evolusi alam semesta secara keseluruhan, sebuah teori geometri mengenai gravitasi yang diperkenalkan oleh Albert Einstein pada 1916. Teori ini merupakan penjelasan gravitasi termutakhir dalam fisika modern. Ia menyatukan teori Einstein sebelumnya, relativitas khusus, dengan hukum gravitasi Newton.

image

Ilustrasi model singularitas di ruang tanpa gravitasi menurut teori relativitas

Dilain pihak teori kuantum mengatur sifat materi dalam skala mikroskopis, (termasuk singularitas) setidaknya sebagai fundamental yang menjadi dasar fisika partikel elementer, mengatur perilaku atom, dan meletakkan dasar fisika solid state, teori Relativitas Einstein tidak mencakup hukum skala mikroskopis seperti teori kuantum.

image

gambar menunjukkan ukuran sistem sistem, yang diatur oleh aturan dalam teori kuantum. Mekanika kuantum mengatakan bahwa perilaku partikel subatomik kecil pada dasarnya tidak pasti. Hal ini bertentangan dengan relativitas umum Einstein, yang deterministik, yang berarti bahwa setelah semua hukum alam yang diketahui, masa depan benar-benar telah ditentukan oleh masa lalu.
Properti deterministik fisika klasik digantikan oleh propabilitas untuk benda berukuran kecil. Dalam domain ini kemungkinan jumlah dan proses tertentu hanya dapat diperkirakan. Dengan kata lain kedua teori “tidak nyambung”.

Untuk memahami apa yang terjadi di dalam singularitas yang sangat kecil, fisikawan harus menggabungkan relativitas umum dengan mekanika quantum kedalam satu teori – gravitasi quantum (deskripsi gravitasi dalam kerangka fisika quantum).

● Ada masalah lain dalam penerapan ramuan fisika – yaitu, bahwa dua teori yang paling dominan, mekanika kuantum dan relativitas umum, tidak sesuai untuk dapat digabungkan untuk menciptakan teori gravitasi kuantum yang lengkap dan konsisten..

● Big Bang singularitas menjadi masalah yang paling serius dari relativitas umum karena hukum fisika yang ada mendadak tidak berlaku lagi disana.

Dr Ahmed Farag Ali dari Benha University, Mesir. Bekerja sama dengan Profesor Saurya Das dari Universitas Lethbridge, Kanada, telah berusaha untuk menyatukan karya David Bohm dan Amal Kumar Raychaudhuri, untuk menyatukan mekanika kuantum dengan teori relativitas. Bagian dari pekerjaan mereka telah diterbitkan dalam Physics Letters B, sementara tindak lanjut paper oleh Das dan Rajat Bhaduri dari Manchester University, Kanada, sedang menunggu publikasi. Demikian diberitakan LiveScience.

Ketika mereka mengganti geodesics klasik teori relativitas (jalur terpendek antara dua titik pada permukaan melengkung) dengan quantal (Bohmian) trajectori didalam persamaan Raychaudhuri telah menimbulkan suatu koreksi kuantum (Quantum error correction) pada formasi singularitas, yang mengandung variabel tersembunyi yang menentukan perilaku aneh dari partikel subatomik. Dan tak seperti formula lain dalam mekanika kuantum, ia bisa menyediakan cara untuk mengkalkulasi lintasan partikel.

Ali dan Das menjelaskan dalam makalah mereka yang model mereka menghindari singularitas karena perbedaan utama antara geodesics klasik dan lintasan Bohmian. geodesics klasik diujung akhirnya saling silang, dan titik-titik di mana mereka berkumpul adalah singularitas. Sebaliknya, lintasan Bohmian tidak pernah saling silang, sehingga singularitas tidak muncul dalam persamaan.

Lintasan kuantum tidak pernah bisa bertemu atau melintas satu sama lain. Oleh sebab itu jika titik di alam semesta kita saat ini diekstrapolasi jauh kembali ke masa lalu, mereka tidak lagi bertemu di sebuah titik singularitas Big Bang, hal ini membuktikan bahwa Singularitas tidak mungkin ada.

● Hasil formulasi baru dari persamaan Quantum ini juga menyebutkan bahwa alam semesta mungkin tak pernah mengenal awal, dulu memang jauh lebih kecil, tetapi tidak pernah memiliki kepadatan yang tak terbatas, jadi tak ada singularitas, dan bahwa usia alam semesta tak terhingga tuanya.

Para fisikawan mengetahui kalau teori big bang tidak lengkap: menurut teorema singularitas Hawking, Penrose dan lain-lain, teori big bang mengandung benih kehancurannya sendiri: dalam deskripsi matematis tidak ada ruang yang tepat bagi sebuah infinities seperti “singularitas” dari alam semesta, akibatnya persamaan Einstein – sebagai dasar untuk memprediksi evolusi kosmos – juga runtuh. Relativitas umum tidak lengkap, dan persamaan formulanya tidak sanggup menggambarkan singularitas big bang itu sendiri.

Peraih Nobel Hannes Olof Gösta Alfven berpendapat tentang masalah Big Bang bahwa astrofisikawan mencoba untuk memperkirakan asal mula alam semesta dari teori matematika yang dikembangkan di papan tulis, bukan dimulai dari gejala yang tampak yang diketahui. Dia juga menganggap Big Bang menjadi sebuah mitos ilmiah yang dirancang untuk menjelaskan penciptaan.

Fisikawan teoritis Dr. Erik Verlinde, berkomentar tentang gagasan ledakan besar; “Adalah pemikiran tidak logis bahwa sesuatu yang tidak ada dan kemudian tiba tiba meledak”

Masalah lain yang sering dipertanyakan para ilmuwan adalah apa yang terjadi sebelum big bang? Dan apa pemicunya?.

Berikut video pendapat para pakar tentang big bag.

Pendapat NASA

Bagi NASA sendiri tidak menutup kemungkinan teori big bang bisa saja salah, berikut beberapa cuplikan dari FAQ’s tentang big bang yang diambil dari NASA WMAP site FAQ.

● NASA FAQ’s: What happened before the Big Bang? What happened right at the moment of the Big Bang?

We don’t know. To even address these questions we need to have a quantum theory of gravity. We have a quantum theory, and we have a gravity theory, but these two theories somehow need to be combined. We know that our current gravity theory does not apply to the conditions of the earliest moments of the Big Bang. This is exciting research now in progress!

● NASA FAQ’s: What kind of material does the Big Bang theory say the universe is made of?

The Big Bang theory really does not directly predict anything about what kinds of material are in the universe. We need additional theories to explain why certain amounts of different materials are present. The Big Bang theory does say how the temperature and concentration of materials change, thus allowing us to conclude, for example, that the lightest chemical elements in the universe were made in nuclear fusion reactions when the universe was very hot and concentrated.

● NASA FAQ’s: The Big Bang theory is just a theory. Couldn’t it be wrong?

Yes, it could be wrong. In science, no theory is ever absolutely proved true. Some theories, however, are stronger and better supported than others. This depends on many factors, including how well the theory explains observed facts, whether the theory has made successful predictions later borne out by observation, how long the theory has been around, and whether there are alternate theories that do almost as well. The Big Bang theory is one of the most strongly supported theories in all of science. It explains the observed facts; it has made successful predictions; it has stood the test of time; and there is no alternate theory that the professional scientific community deems valid. New observations could always cause the Big Bang theory to be abandoned, but that is not likely. Scientists have a theory of why the sky is blue. One day you could wake up to find the sky is green and the “blue-sky theory” was wrong, but that’s not likely to happen either. It is likely that the Big Bang theory will take on additional add-on ideas, or models, to explain more than it currently explains.

Quantum loop gravity.

Kebuntuan teori big bang diharapkan dapat diatasi dengan bantuan apa yang disebut gravitasi kuantum loop. Dalam model kuantum loop, evolusi alam semesta mempunyai sejarah evolusi jauh melampaui titik singularitas big bang, yang mungkin berarti mempunyai sejarah evolusi.

image

Skema evolusi alam semesta sesuai dengan model Agullo et al., Berdasarkan loop-quantum-gravitasi (LQG), yang merupakan salah satu upaya untuk menggabungkan mekanika kuantum dan relativitas umum, sebagai perpanjangan paradigma inflasi (gambar tidak sesuai skala). LQG digunakan untuk menggambarkan alam semesta awal era Planck mundur mencapai ekstensi nol pada titik di mana relativitas umum memprediksi singularitas big bang. Para author menunjukkan bahwa teori ini dapat secara mulus dihubungkan dengan teori kosmologi inflasi konvensional, memberikan prediksi serupa mengenai pengamatan latar belakang gelombang mikro kosmik. Model ini didasarkan pada big bounce sebagai alternativ big bang: transisi dari kontraktsi ke fase perluasan alam semesta. Kredit: APS / Alan Stonebraker

Singularity di Blackhole.

Tidak hanya dalam theori Big Bang saja titik singularitas terbukti tidak mungkin eksis, tapi dalam teori Black Hole juga terbukti bahwa titik singularitas mengalami ” dead-lock”.

Dalam sebuah penelitian yang berbeda mengenai Black hole, dengan menggabungkan dua teori yang tampaknya bertentangan, Laura Mersini-Houghton, seorang profesor fisika di UNC-Chapel Hill in the College of Arts and Sciences, yang telah mempelajari masalah ini selama lebih dari 50 tahun, telah membuktikan secara matematis bahwa black hole tidak pernah terwujud di posisi awalnya, karena singularitas tidak ada.

image

Ilustrasi Black hole dan singularitas dalam analogi sebagai pusaran air. Sangat mengherankan memang, banyak penemuan ilmiah hasil dari penelitian mempunyai karakteristik sesuai dengan sifat yang dimiliki sebuah cairan atau liquid dynamik

Panggilan untuk mendefinisi ulang teori blackhole juga berasal dari Stephen Hawking. Dalam sebuah makalah yang diposting online, fisikawan, berbasis di University of Cambridge, Inggris, dan salah satu pencipta teori lubang hitam modern, yang merupakan salah satu selebritis ilmuwan terkenal dunia, mengatakan bahwa blackhole tidak ada. Dalam teori klasik relativitas tidak ada yang lepas dari sebuah lubang hitam, tapi teori kuantum memungkinkan energi dan informasi untuk dapat melepaskan diri.

Hawking memposting makalahnya pada arXiv preprint server dengan judul humor, ‘Informasi pelestarian dan ramalan cuaca untuk lubang hitam’.

Mersini-Houghton setuju dengan Hawking. Ketika bintang kolaps, maka dia akan mengemisikan radiasi. Namun, lewat matematika, ia lalu menemukan bahwa saat bintang mengemisikan radiasi, maka bintang itu juga akan kehilangan massa.

Kehilangan massa akan memperkecil densitas bintang yang kolaps. Kalau itu terus terjadi hingga densitas sangat kecil, maka lubang hitam dan horison peristiwa tidak akan bisa terbentuk.

image

NASA/ESA
Ilustrasi lubang hitam monster di galaksi kerdil M60-UCD01

Mengetahui bahwa lubang hitam tidak akan bisa terbentuk lewat proses yang selama ini diyakini, Mersini-Houghton seperti dikutip dalam rilis University of North Carolina pada selasa 923/9/2014), kemudian menyatakan bahwa lubang hitam tidak ada.

Mersini-Houghton mengatakan bahwa eksperimen bisa saja dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya lubang hitam. Namun, ia mengatakan bahwa secara matematis sudah konklusif. Lubang hitam tak ada.

Jika terbukti benar, lubang hitam tidak eksis, berarti semua teori alam semesta yang dimulai dengan singularitas termasuk Big Bang, juga salah.

● Penelitian diatas menunjukan bahwa Singularitas Tidak Ada – dibuktikan baik secara fisikalis maupun matematis (hal mengingatkan kita pada Geocentric model di Era Galileo Galilei). Singularitas adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Kesimpulan.

● Singularitas menurut teori adalah sebuah “titik” dengan kepadatan, temperatur dan gravitasi yang sangat besar. Lantas bagaimana bisa meledak?

image

Gravitasi adalah tekanan kedalam "titik" (lihat bumi) dan ledakan adalah ekpansi tekanan mendadak keluar (g >> p).

● Teori Relativitas tidak bisa menerangkan titik singularitas.
● Pada singularitas semua hukum fisika hancur. Jadi, bahkan fisikawan tidak tahu persis apa yang ada di sana. Hal ini teoritis; yang titik dengan kepadatan tak terbatas dan volume nol. Bingung? .. Anda memang sudah seharusnya bingung …

Dalam hadis dikatakan:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak sekalipun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum yahudi dan nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR Musim – Shahih)

Masih percaya bahwa big bang atau blackhole ada? , sangat memprihatinkan banyak para ulama dan cerdik pandai sadunia sering dengan yakinnya mengutip teori ini sebagai bukti kebenaran Al Qur’an khususnya ayat QS. Al Anbiya : 30 sebagai ayat awal pembentukan alam. Berarti penafsiran tersebut harus ditulis ulang, batal demi ilmu pengetahuan.

Tapi bagaimana seharusnya karena alam semesta itu sudah jelas ada?, apa kata Al Quran tentang materi yang membentuk alam semesta?
Makhluk Allah yang pertamakali diciptakan adalah air bukan langit dan bumi. Simak disini selengkapnya.

Wallaahu a’lam. Allah lebih mengetahui segalanya.