Tag

, , , , , , ,

imagepohon Marakh dengan nama latinnya yaitu Leptadenia pyrotechnica dari family Asclepiadaceae. Menariknya nama latin pyrotechnica – ini mempunyai arti pembuat api.pohon Marakh dengan nama latinnya yaitu Leptadenia pyrotechnica dari family Asclepiadaceae. Menariknya nama latin pyrotechnica – ini mempunyai arti pembuat api.

pohon Marakh dengan nama latinnya yaitu Leptadenia pyrotechnica dari family Asclepiadaceae. Menariknya nama latin pyrotechnica – ini mempunyai arti pembuat api.

imagePohon Affar atau pohon Iffar (pohon waru / Hibiscus Tiliaceus), Pohon Affar atau pohon Iffar (pohon waru / Hibiscus Tiliaceus),

Pohon Affar atau pohon Iffar (pohon waru / Hibiscus Tiliaceus),

Tahukah anda bahwa ternyata berabad-abad yang lalu Al-Quran telah memberikan petunjuk luar biasa tentang kayu dan kaitannya dengan api (energi)? setidaknya ada tiga petunjuk spesifik di Al-Qur’an yaitu di Surat Yaasiin 80, Al-Waqi’ah 71-72 dan An-Nur 35.

Tafsir Scientific Al Jalalain QS. Yasin 80 mengatakan

الَّذِى جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَآ أَنْتُمْ مِّنْهُ تُوقِدُونَ
(Yaitu Tuhan yang menjadikan untuk kalian) yakni segolongan umat manusia (dari kayu yang hijau) yakni kayu pohon Marakh dan Affar atau semua jenis pohon selain pohon anggur (api, maka tiba-tiba kalian nyalakan -api- dari kayu itu.”) kalian membuat api daripadanya. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah swt. yang mampu untuk menghidupkan kembali manusia yang mati. Karena sesungguhnya di dalam kayu yang hijau itu terhimpun antara air, api, dan kayu; maka air tidak dapat memadamkan api, dan pula api tidak dapat membakar kayu.

Bahan bakar kayu

Mengutip pernyataan Ibnu Abbas Para Ahli ilmu hikmah mengatakan bahwa segala jenis tanaman itu mengandung unsur api, kecuali tanaman pohon anggur.

Sedangkan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan

Ibnu Abbas ra. berkata : “ada dua jenis tanaman (pohon) didaratan, dikatakan bahwa yang satu bernama Marakh (cangkering / Erythrina Fusca) dan yang satu lagi bernama Iffar (pohon waru / Hibiscus Tiliaceus), barang siapa hendak menyalakan api, maka potonglah ranting dari masing-masing pohon tersebut, seperti potongan (kayu) yang aka digunakan untuk bersiwak, dimana kedua ranting tersebut masih hijau & masih menetes airnya, kemudian gosokkan kayu Marakh atas kayu Iffar, maka akan keluar api dari kedua kayu tersebut dengan izin Allah”.

Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Waqi’ah: Ayat 71-74

أَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِى تُورُونَ
(Maka terangkanlah kepada-Ku tentang api yang kalian nyalakan) yang kalian keluarkan dari gosokan-gosokan kayu yang hijau.

ءَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ
(Kaliankah yang menjadikan kayu itu) yang dimaksud adalah pohon Marakh dan pohon ‘Affar yang kayunya dapat dijadikan sebagai pemantik api (atau Kamikah yang menjadikannya?).

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَمَتٰعًا لِّلْمُقْوِينَ
(Kami menjadikan api itu untuk peringatan) yakni mengingatkan tentang neraka Jahanam (dan sebagai bekal) dalam perjalanan (bagi orang-orang yang mengadakan perjalanan) diambil dari lafal Aqwal Qaumu, yakni kaum itu kini berada di padang pasir yang tandus, tiada tumbuh-tumbuhan dan air padanya.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
(Maka bertasbihlah) artinya, Maha Sucikanlah (dengan menyebut nama) huruf Ba di sini adalah Zaidah (Rabbmu Yang Maha Besar) yakni Allah Yang Maha Besar.. Allahu Akbar

Marakh – Leptadenia pyrotechnica – pohon api

Muhaimin Iqbal, salah satu pakar pertanian muslim mengatakan, “Hasil pencarian saya tentang pohon Marakh ini ketemu nama latinnya yaitu Leptadenia pyrotechnica dari family Asclepiadaceae. Menariknya adalah nama latin pyrotechnica – ini mempunyai arti pembuat api. Artinya masyarakat yang tinggal dimana pohon tersebut berada mengenalnya sebagai pohon untuk membuat api.

Tanaman ini menyebar luas di Hijaz, Afrika Utara, Asia Tengah dan di Mediterania. Tanamannya seperti semak, selain digunakan untuk membuat api – bisa dibuat sayur dan bahkan juga bahan untuk berbagai pengobatan…”

Dalam kesempatan lain, beliau menyampaikan, “Hasil dari pepohonan tersebut yang berupa serat maupun karbohidrat, selain untuk pangan juga bisa diolah menjadi sumber energi – seperti bioethanol untuk jaman ini dan yang berupa minyak bisa diolah menjadi biodiesel. Bahwasanya energi itu berasal dari pohon-pohonan yang hijau seperti diisyaratkan di Al-Qur’an.

imagePembentukaan Biofuel dari kayu. credit: Max Planck SocietyPembentukaan Biofuel dari kayu. credit: Max Planck Society

Pembentukaan Biofuel dari kayu. credit: Max Planck Society

Subhanallah…

Tafsir Munkhatab (Translate by Quraish Shihab)
Yaitu Tuhan yang menciptakan api dari pohon hijau setelah mengalami pengeringan. Kekuatan surya dapat berpindah ke dalam tumbuh-tumbuhan melalui proses asimilasi sinar. Sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat hijau daun (klorofil) mengisap karbondioksida dari udara. Sebagai akibat terjadinya interaksi antara gas karbondioksida dan air yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dari dalam tanah, akan dihasilkan zat karbohidrat berkat bantuan sinar matahari. Dari situ kemudian terbentuk kayu yang pada dasarnya terdiri atas komponen kimiawi yang mengandung karbon, hidrogen dan oksigen. Dari kayu itu, manusia kemudian membuat arang sebagai bahan bakar. Daya yang tersimpan di dalam arang itu akan keluar ketika ia terbakar. Daya itu sendiri dapat dimanfaatkan untuk keperluan memasak, penghangatan, penerangan dan lain-lain. Batu bara yang kita kenal itu pun pada mulanya adalah pohon yang tumbuh dan membesar melalui proses asimilasi sinar tadi, kemudian mengalami penghangatan dengan cara tertentu sehingga berubah menjadi batu bara setelah berjuta tahun lamanya akibat pengaruh faktor geologi seperti panas, tekanan udara dan sebagainya. Perlu diketahui pula kiranya bahwa kata “akhdlar” (‘hijau’) dalam ayat ini bukan disebut secara kebetulan tanpa maksud. Frase “min al-syajar al-akhdlar” yang berarti ‘dari pohon yang hijau’ itu justru menunjuk kepada zat hijau daun yang sangat diperlukan dalam proses asimilasi gas karbondioksida.

image Asy-Syajar al Akhdhar (الشجر الأخضر) menurut sebagian ulama adalah zat hijau daun atau yang dikenal dengan klorofil (chlorophyll). Allah menjadikan dari pohon yang hijau suatu energi. Begitulah pemahaman dari ayat di atas..Asy-Syajar al Akhdhar (الشجر الأخضر) menurut sebagian ulama adalah zat hijau daun atau yang dikenal dengan klorofil (chlorophyll). Allah menjadikan dari pohon yang hijau suatu energi. Begitulah pemahaman dari ayat di atas..

Asy-Syajar al Akhdhar (الشجر الأخضر) menurut sebagian ulama adalah zat hijau daun atau yang dikenal dengan klorofil (chlorophyll). Allah menjadikan dari pohon yang hijau suatu energi. Begitulah pemahaman dari ayat di atas..

Bagaimana tumbuh-tumbuhan dapat mengandung tenaga yang muncul sebagai api atau tenaga kalori ketika bahan tersebut dibakar? Jawabannya diisyaratkan dari ayat tadi.

Dalam plasma sel tumbuh-tumbuhan terdapat zat yang dinamai chromatophone (pembawa zat warna). Bentuk dan warnanya adalah kuning, merah, jingga dan hijau. Yang paling penting adalah yang hijau yang dikenal dengan nama “chlorophyll” (dari bahasa Yunani yang berarti zat hijau daun). Istilah tersebut sebenarnya tidak terlalu tepat, karena zat itu tidak hanya terdapat pada daun, tetapi juga pada ranting-tanting yang muda, tepatnya pada semua bagian pohon yang hijau, dari sini terbukti bahwa istilah yang digunakan Al Quran lebih tepat, yaitu “asy-syajar al-akhdhar” yang terjemahan harfiahnya adalah pohon hijau.

imageTanaman hijau memiliki dinding sel dengan sellulosa dan mendapatkan sebagian besar energi mereka dari sinar matahari melalui fotosintesis dengan kloroplas primer,Tanaman hijau memiliki dinding sel dengan sellulosa dan mendapatkan sebagian besar energi mereka dari sinar matahari melalui fotosintesis dengan kloroplas primer,

Tanaman hijau memiliki dinding sel dengan sellulosa dan mendapatkan sebagian besar energi mereka dari sinar matahari melalui fotosintesis dengan kloroplas primer,

Klorofil terdiri dari ikatan zat-zat karbon, hidrogen, nitrigen, dan magnesium. Aktifitas utama klorofil adalah menjelmakan zat organik dari zat anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari. Proses ini disebut fotosintesis (photosynthesis), yakni mengadakan sintesis dengan cahaya (photon). Jelasnya klorofil mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kimiawi melalui proses fotosintesis atau dengan kata lain menyimpan tenaga matahari dalam tumbuh-tumbuhan berupa makanan dan bahan bakar yang nantinya akan muncul sebagai api atau tenaga kalori sewaktu terjadi pembakaran. Proses ini disebut respirasi atau menurut istilah Al Quran “faidza antum minhu tuqidun” (maka secara serta merta tanpa campur tangan kalian, kalian dapat menyalakan api).

imageSebuah pohon adalah organisme hidup dan bukan dari (benda mati) seperti atom, tetapi terdiri sel-sel hidup. Ini diambil bersama-sama membentuk jaringan selular yang hidup dari nutrisi yang diterima oleh pohon dari lingkungannya. Akibat terjadinya interaksi antara gas karbondioksida diudara dan air yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dari dalam tanah, akan dihasilkan zat karbohidrat berkat bantuan sinar matahari. Dari situ kemudian terbentuk kayu yang pada dasarnya terdiri atas komponen kimiawi yang mengandung karbon, hidrogen dan oksigen..Sebuah pohon adalah organisme hidup dan bukan dari (benda mati) seperti atom, tetapi terdiri sel-sel hidup. Ini diambil bersama-sama membentuk jaringan selular yang hidup dari nutrisi yang diterima oleh pohon dari lingkungannya. Akibat terjadinya interaksi antara gas karbondioksida diudara dan air yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dari dalam tanah, akan dihasilkan zat karbohidrat berkat bantuan sinar matahari. Dari situ kemudian terbentuk kayu yang pada dasarnya terdiri atas komponen kimiawi yang mengandung karbon, hidrogen dan oksigen..

Sebuah pohon adalah organisme hidup dan bukan dari (benda mati) seperti atom, tetapi terdiri sel-sel hidup. Ini diambil bersama-sama membentuk jaringan selular yang hidup dari nutrisi yang diterima oleh pohon dari lingkungannya. Akibat terjadinya interaksi antara gas karbondioksida diudara dan air yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dari dalam tanah, akan dihasilkan zat karbohidrat berkat bantuan sinar matahari. Dari situ kemudian terbentuk kayu yang pada dasarnya terdiri atas komponen kimiawi yang mengandung karbon, hidrogen dan oksigen..

Proses fotosintesis ini ditemukan oleh seorang sarjana Belanda bernama J. Ingenhousz, pada akhir abad ke-18 M dan diisyaratkan Al Quran pada abad ke-7.

Ternyata masih banyak misteri dalam Al-Quran yang belum terungkap oleh para ilmuwan. Menjadi tugas kita bersama untuk melakukannya. Mari kita jadikan Al-Quran sebagai sumber inspirasi sekaligus petunjuk kita dalam hidup ini.

Wallahu a’lam.

sumber:
• Tanzil Net (arabic) | Tanzil Net (Indonesia)
• Mukjizat Al Quran, M. Quraish Shihab)