Alam semesta ini penuh dengan kepulan asap, dan para ilmuwan telah menduga sejak lama bahwasanya yang tampak seperti kepulan asap itu adalah awan molelul dan mereka menyebutnya dengan dust (debu). Namun, temuan ilmuwan NASA baru-baru ini menunjukkan bahwa di alam semesta terdapat sejumlah besar asap!

image

Awan molekul

Para ilmuwan telah mengambil rincian dari debu kosmik ini dan hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa apa yang diyakini debu ini adalah asap yang telah terbentuk sejak awal. Mereka mengatakan bahwa kata terbaik yang dapat mengekspresikan molekul-molekul ini adalah kata asap. Yang mengagumkan bagi kita adalah bahwa hal ini telah disebutkan dalam Al-Quran sejak 14 abad yang lalu. Firman-Nya:

ثُمَّ اسْتَوٰىٓ إِلَى السَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَآ أَتَيْنَا طَآئِعِينَ
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh.”

Tsumma Staway ila- sSama-i waHiya Dukha-nun (S. Fushshilat, 11). Kemudian Ia menyengaja kepada langit dan dia (berisi) dukhan (41-11).

Dalam ayat (41:11) langit dinyatakan dalam bentuk mufrad (tunggal, singular) asSama-u , ini bermakna bukan benda-benda langit sSamawati yang jama’, atau seluru 7 langit, melainkan bermakna ruang antar bintang-bintang, yang berisi dukhan.

image

Debu kosmik asap

QS. Fussilat ayat 11 digabungkan dengan ayat 12 berikutnya menggambarkan proses pembentukan alam semesta dari awan molekul di langit yang masih berbentuk asap.

Dalam kosmologi diketahui prasyarat untuk pembentukan bintang, adalah kehadiran relatif padat, awan dingin materi, yang disebut-awan molekul, atau sebagai “asap” dalam ayat diatas.

Dengan pendinginan lebih lanjut dari alam semesta, di bawah pengaruh gravitasi dan dari fluktuasi kepadatan, secara bertahap terbentuk awan dari gas hidrogen (QS: ..”Kami datang dengan patuh.”), yang awalnya menggumpal menjadi galaksi luas dengan protostars dalamnya.

فَقَضٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوَاتٍ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحٰى فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصٰبِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian, langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.

QS. Fussilat ayat 12 menceritakan mengenai bintang dilangit terdekat yang berfungsi sebagai hiasan dan pemelihara.

Mahasuci Allah!

Referensi:

1- Abduldaem Al-Kaheel, http://www.kaheel7.com dan Al Quran yang ajaib.

2- Astronomy Picture of the Day, NASA, 21/9/2007.

3- G. Jeffrey Taylor, A New Type of Stardust, Hawai’i Institute of Geophysics and Planetology, Hawaii University. 29/8/2003.

4- Messenger, S., Keller, L. P., Stadermann, F. J., Walker, R. M., and Zinner, E. (2003) Samples of stars beyond the solar system: silicate grains in interplanetary dust. Science, vol. 300, p. 105-108.

5- Nittler, L. R. (2003) Presolar stardust in meteorites: recent advances and scientific frontiers. Earth and Planetary Science Letters, vol. 209, p. 259-273.