Tag

image

Sub-Sahara Afrika memiliki epidemi HIV dan AIDS yang paling serius di dunia. Pada 2013, diperkirakan 24.700.000 orang hidup dengan HIV, merupakan 71% dari total global. Credit: Avert

Sebuah fakta menarik tentang persentase HIV/AIDS di negara-negara Afrika berdasarkan komposisi penduduk Muslim

BENUA AFRIKA dan HIV/AIDS

image

Credit : UNAID

Benua hitam Afrika merupakan rumah bagi sebanyak 1,1 milyar manusia. Sekitar 40% dari seluruh warga Afrika adalah kaum Muslimin. Komposisi Muslim Afrika paling banyak menyebar di wilayah utara.

Meliputi negara-negara penutur Arabic seperti Mesir, Libya, Maroko, Tunisia dan Aljazair. Serta Sudan, Somalia, Djibouti, Gambia, Mauritania, Mali, Niger, Senegal, Sierra Leone dan lain-lain. Dimana Islam menjadi agama mayoritas mutlak di negara-negara ini.

Di beberapa negara, komposisi penganut Islam dan Kekristenan relatif tak berbeda jauh, yaitu di sekitar kawasan Afrika bagian tengah. Contohnya adalah di Nigeria dan Ethiopia. Namun makin ke selatan, persentase penganut Islam makin mengecil di benua ini.

Kawasan sub-Sahara, atau wilayah di selatan gurun Sahara merupakan salah satu regional dengan tingkat penderita virus HIV/AIDS paling tinggi di dunia. Menurut data UNAIDS, pada tahun 2013 terdapat 24,7 juta orang sub-Sahara hidup dengan mengidap virus HIV di tubuhnya. Secara rerata, persentase penderita HIV/AIDS di benua Afrika mencapai 2,2%.

Afrika utara dengan penduduk mayoritas Muslim, menjadi tempat dengan persentase HIV/AIDS paling kecil. Di Senegal yang 96% Muslim, hanya 0,5% penderita virus ini dibandingkan rerata benua Afrika lebih dari 2% populasi.

image

Credit : UNAID

Sementara di Sudan, jumlah HIV/AIDS sebesar 0,2% persen dari jumlah penduduknya. Mayoritas penduduk Sudan adalah penganut Islam. Negara ini berpisah dengan Sudan Selatan pada tahun 2011 lalu. Berbeda dengan Sudan, mayoritas penduduk Sudan Selatan adalah penganut Kekristenan dan agama asli Afrika. Uniknya, tingkat HIV/AIDS di Sudan Selatan mencapai 2,7% dari penduduknya pada tahun 2014 (UNAIDS).

Kawasan Afrika paling parah tingkat penderita HIV/AIDS-nya adalah regional bagian selatan. Afrika Selatan misalnya, sebanyak 6,8 juta orang diperkirakan menderita HIV/AIDS, atau sekitar 18,9% populasi, naik dari 17% ditahun 2013. Di Afsel, jumlah Muslim sangat minoritas, kurang dari 2% penduduk.

Bahkan di Swaziland, tingkat HIV/AIDS mencapai 27,7%. Sedangkan jumlah penganut Islam di Swaziland tidak sampai 0,2% saja.

Berikut perbandingan jumlah penduduk penderita HIV/AIDS berkorelasi dengan komposisi penduduk Muslim di Afrika pada beberapa negara:

1. Mesir, 95% Muslim, angka HIV/AIDS:Kurang dari 0,1%
2. Senegal, 96% Muslim, angka HIV/AIDS: 0,2%
3. Mauritania, 99% Muslim, angka HIV/AIDS: 0,7%
4. Maroko, 99,9% Muslim, angka HIV/AIDS: 0,1%
5. Gambia, 95% Muslim, angka HIV/AIDS: 1,8%
6. Djibouti, 97% Muslim, angka HIV/AIDS: 1,6%
7. Mali, 92% Muslim, angka HIV/AIDS: 1,4%
8. Nigeria, 50% Muslim, angka HIV/AIDS: 3,2%
9. Chad, 55% Muslim, angka HIV/AIDS: 2,5%
10. Togo, Muslim < 20%, angka HIV/AIDS: 2,4%
11. Afrika Selatan, Muslim < 2%, angka HIV/AIDS: 18,9%
12. Swaziland, Muslim < 1%, angka HIV/AIDS: 27,7%
13. Zimbabwe, Muslim < 1%, angka HIV/AIDS: 16,7%
14. Lesotho, Muslim < 0,1%, angka HIV/AIDS: 23,4%

Meskipun banyak faktor yang menentukan penyebaran HIV/AIDS di benua Afrika, namun berdasarkan data yang dirilis UNAID, komposisi penduduk Muslim memiliki perbandingan terbalik dengan persentase penderita HIV/AIDS. Makin kecil populasi Muslim, justru terus membesar persentase penderita virus ini. Subhanallah hal tersebut merupakan bukti bahwa gaya hidup Islami merupakan gaya hidup yang sehat. Allahu Akbar

Wallahu a’lam

Sumber: Risalah (01/01/2016)