Tag

, , , , , , ,

image

Surat Adz-Dzariyat ayat 1-10

Di ayat ke 7 surat diatas Allah SWT. menerangkan tentang langit yang mempunyai dengan apa yang disebut “Al Hubuk”. Apa penafsiran istilah Arab ini? Dan bagaimana hal itu bisa merujuk ke web Cosmic?

Al hubuk, dalam bahasa arab.

ح-ب-ك
HA-Ba-Kaf

Arti dasar kalimat (الحبك) “al-hubuk“, pada ayat ke-7 dari surah Adz-Dzariyat (51), berasal dari akar kata (root) bahasa arab (حبك)“habaka” (yaitu tenunan atau jaringan), sebagaimana sering diucapkan orang Arab: “tukang tenun memerajut kain” atau menenunnya menjadi jaringan atau kain, orang Maroko dan negara-negara barat Islam lain menyebut “tali pengikat” dengan(حبك) “habak”. Dan (الحبك) “al-hubuk” plural dari kata (حبكة) “habikat” yaitu “jalan”.
image

Secara etminologie ( dari segi bahasa ) kata al – hubuk artinya tenunan yang baik dan anyaman yang kuat dan padat. Oleh karena itu disebut habaka ats-tsaubu jika tenunan baju tersebut baik. Juga disebut habalun mahbûk jika tali disebut kuat. Syamr mengatakan ” Al – mahbûk secara etimologie adalah sesuatu yang dikerjakan dengan baik”. Disebut “Dâbbah mahbûkah” (binatang yang baik) apabila bentuk tubuhnya bagus.

Sementara, menurut Abû ‘Ubaidah dan al Mubarrad kata al – hubuk berarti jalan. Bentuk tunggalnya hibâkun.

Sedangkan al Farra’ mengartikannya dengan pecahan segala sesuatu, misalnya kerikil atau air akibat hembusan angin. Bentuk kata tunggalnya habîkatun dan jamaknya hubukun seperti dalam pola thorîqotun dan thuruqun. Namun menurut Ibn ‘Abbâs yang mengatakan al hubuku adalah sesuatu yang tegak dan indah. Sedangkan menurut Qatâdah artinya adalah perilaku yang teguh dan keras. Mujahid menggantinya dengan konstruksi yang kokoh. Ia juga berkata al – hubuku memiliki jalan jalan yang jauh sehingga tidak dapat dilihat. Dalam hadits tentang sifat dajal ada ungkapan ” wa ra’suku hubukun” yang bearti rambutnya kriting.

Istilah Arab yang disebutkan dalam ayat memiliki berbagai arti sehingga komentator menjelaskan makna ini sesuai interpretasi mereka dari ayat, komentator merangkum arti dari kata “Al Hubuk” (antara lain Al-Kortoby, vol.17/18, and pp.22-23, dan lainnya):
· Hubuk adalah benang (filament) yang ditenun dengan kuat menjadi kain (web).
· Hubuk adalah riak gelombang ombak dipermukaan genangan air akibat tiupan angin.
· Hubuk adalah bentuk yang kita lihat di permukaan pasir yang disebut dengan riak gelombang pasir disebabkan oleh efekt tiupan angin.
· Hubuk adalah ombak kecil dari segala sesuatu, termasuk rambut berombak (keriting).
· Arsitektur atau bangunan dari gugusan bintang, galaksi dan orbit (jalan jalan) bintang.

image

Al hubuk: riak gelombang pasir hasil efekt tiupan angin

image

Al Hubuk : riak gelombang ombak dipermukaan air akibat tiupan angin.

Mukjizat Al Quran tentang kain kosmik.

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هٰذَا الْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka mendapatkan pelajaran.

قُرْءَانًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِى عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
(Yaitu) Al-Qur’an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.

[QS. Az-Zumar: Ayat 27-28]

Kalimat (الحبك) “al-hubuk” (Web) di dalam al-Qur’an hanya disebutkan sekali saja dalam bentuk plural, single-nya (الحبكة) “al-habikatu”, yaitu terdapat pada ayat ke-7 dari surah Adz-Dzariyat, Allah SWT berfirman dengan sebuah sumpah yang dahsyat :

وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الْحُبُكِ
“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,”
[QS. 51. Adz-Dzariyat: Ayat 7]

Dalam ayat ini kata (الحبك) “al-hubuk” dikaitkan dengan kata ( َالسَّمَآءِ ) “al-samaa-i” atau langit. Sebagai perumpamaan gambaran tentang langit. Dan di ayat ini yang menjadi subjek disini adalah samaa-i, bukan samaawaati, yang berarti al-hubuk ini ada di langit pertama atau langit dunia.

Ketika Allah mengadakan sumpah atas nama ciptaan-Nya, pastilah ada makna tersirat dibalik pernyataan sumpah tersebut.

Berikut beberapa makna “Hubuk” dalam surat Adz Dzariat ayat 7. menurut para Ahli tafsir :

• Berkata Ibnu Abbas : “yang memiliki keindahan dan keagungan” demikian pula pendapat Mujahid, Ikrimah, Sa’id bin Jubair, dll. Berkata Adh-dhahhak dan Minhal bin ‘Amr dan selainnya : “Seperti kerutan pada air, pasir, dan tanaman ketika diterpa angin, maka terjalinlah bagia-bagiannya sehingga membentuk (seperti) jalan-jalan, itulah “al-hubuk” (Tafsir Ibnu Katsir tafsir surat Adz-dzaryat ayat 7)

• Al Jalalain dalam tafsirnya menerangkan perihal Adz-Dzariyat Ayat 7: lafal Al Hubuk adalah bentuk jamak dari Habiikah, sama halnya dengan lafal Thariiqah yang bentuk jamaknya Thuruq, yakni sejak ia diciptakan mempunyai jalan-jalan, sebagaimana jalan di padang pasir. ”

• Sayyid Quthub mengatakan dalam tafsir “Dzilal”nya: Allah bersumpah demi langit yang tertata rapi dan tersusun, seperti susunan sarden atau barisan pasukan tentara yang bahu-membahu dan berantai…, hal ini bisa terjadi pada fenomena awan di langit ketika berjalan susul-menyusul, atau merupakan fenomena lumrah susunan bintang-bintang dan orbitnya yang selalu taut-menaut secara padu.

• Ash-Shabuni mengomentari firman Allah: “demi langit yang mempunyai jaringan-jaringan”: Yaitu Allah bersumpah demi langit yang mempunyai jalan-jalan teratur dan kebun yang apik.

• Imam Al-Qurthubi berkata pada kitab tafsirnya tentang kata (al-hubuk): «Apakah Anda tidak melihat para penenun pada saat menenun tenunan lalu baik dalam tenunannya, maka dikatakan kepadanya pemilik tenunan baju, tenunan yang sangat bagus atau ahli dalam tenunannya”.

Penafsiran paling baik mengenai al – hubuk adalah yang disebutkan oleh Imam Tirmidzî dalam hadits hasan yang bersumber dari Abû Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, ” Apakah kalian mengetahui apa yang terdapat diatas kalian semua? “. Para sahabat menjawab, ” Allah dan Rasul Nya yang lebih mengetahui “. Rasul mengatakan, ” Ia adalah langit, atap yang dijaga dan gelombang yang bertingkat “.

image

Arti literal ayat ke-tujuh di atas menurut sebagian besar komentator bahasa arab dan ahli tafsir diatas adalah “demi langit (wassamaa-i) yang penuh dengan (dzaati) jalan jalan“.

Sudah jelas bahwa makna komprehensif dari istilah ini adalah jauh lebih luas lagi melebihi di luar arti ini, namun arti yang satu ini juga merupakan deskripsi yang sangat akurat dari gambaran realitas langit.

Wallahu a’lam bish-shawabi.

Kebenaran Al Quran tentang al hubuk dilangit dibuktikan oleh para Astrophysika di teori cosmic web.

Allah SWT. berfirman:

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ
“Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”

[QS. Al-Hijr: Ayat 21]

Sejak akhir 1980-an dan awal 1990-an, Astronom telah meramalkan secara teori bahwa gas primordial dari Big Bang tidak tersebar merata di seluruh ruang angkasa, Simulasi computer dari alam semesta yang didominasi Materi gelap (Cold Dark Matter – CDM) memprediksi bahwa intergalaksi didistribusikan di “saluran” filamen di Cosmic web, dan seharusnya galaksi terbentuk disepanjang dan dipersimpangan (intersection) filamen tersebut (Bond et al. 1994; Miralda-Escude et al. 1996).

Untuk melacak evolusi pendistribusian materi dari struktur alam semesta dalam scala besar Max Planck Supercomputing Centre in Jerman telah membuat simulasi program dengan methode Algorithmen mathematika terbaru dengan visualisasi modelling output. Proyekt bernama “The Millennium Run” menggunakan input lebih dari 10 billion particles data hasil oberservasi.

إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

[QS. Al-Qamar: Ayat 49]

Dengan membandingkan data simulasi tersebut dengan survei observasional skala besar, peneliti berharap dapat memperjelas proses fisik yang mendasari penumpukan realitas galaksi dan lubang hitam.

image

Gambar Universe hasil dari Millennium Simulation Project in 2005.

Gambar diatas adalah hasil dari Millennium Simulation Project dimana para peneliti memanfaatkan super computer untuk mengsimulasi struktur dan pola dari universe secara theoritis dengan menggunakan data lokasi hasil obervasi dari galaxi yang sudah diketahui sebagai acuan atau pedoman.
Dimensi subjekt diatas sebenarnya sangat besar atau lebih tepatnya sangat gigantic, gambar diatas tidak dapat dilihat dengan kasat mata maupun dengan alat telescop tercanggihpun, karena sangat besar sekali dan luas; dengan lebar 2.4 billion (22,721,472,000,000,000,000,000,000 KM) tahun cahaya.

Sangat mengagumkan, hasilnya cocok persis dengan deskripsi para komentator dan pakar Tafsir yang menjelaskan tentang kalimat {وٱلسمآء ذات ٱلحبك} dalam buku-buku Tafsir yang meliputi tentang langit [Samaa ‘] “ditenun seperti anyaman baju besi, seperti gelombang air dan pasir yang berlapis lapis ketika tertiup oleh angin “, juga ” ditenun dengan bintang ” atau seperti ” bulu wol domba “. Masha Allah.

image

Gambar dari kiri kekanan: hasil simulasi, bentuk tenunan permukaan air yang diterpa angin, tenunan baju besi dan tenunan pasir yang diterpa angin, suatu persamaan yang menakjubkan.

Video diatas adalah hasil simulasi “Al Hubuk”; yang menunjukkan struktur di web kosmik, kain kosmis [Samaa’] atau the universe.

Perlu diketahui bahwa setiap “titik” atau “dot” yang kita lihat adalah galaxi yang terdiri dari ratusan billion bintang……. “Allahu Akbar”.

Fakta eksitensi al hubuk dalam Cosmic Web di alam semesta.

Al Quran maupun Hadis menerangkan tidak hanya sebatas teori didalam pemikiran otak manusia atau dicomputer simulasi saja melainkan juga sesuai dengan kenyataan alam dalam realita.

Allah berfirman dalam Al Quran :

وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعْدَ حِينٍۭ
Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur’an) setelah beberapa waktu lagi.”

[QS. Sad: Ayat 88]

لِّكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.

[QS. Al-An’am: Ayat 67]

Al hubuk dan WMAP.

Interpretasi dari komentator dari Hubuk Al-samaa (sejak 700 tahun yang lalu) sangat mirip dengan karakter dari CMB (Cosmic Microwave Background) yang diberikan oleh WMAP (2003-2008) yang menemukan bahwa CMB mirip dengan “riak yang dihasilkan dari melempar kerikil di kolam“. Para ilmuwan melihat sekilas awal dari alam semesta dengan mempelajari riak halus dibuat oleh gelombang gravitasi. Para astronom (Smoot dan, Keay, 1993) dan lain-lain menggunakan kata-kata yang sama yang digunakan oleh para komentator untuk menggambarkan “riak halus ( subtle ripples ) ” terdeteksi di langit (Smoot, G. et al.1977 dan 1987). [1]

image

The CMB (Cosmic Microwave Background). Credit: NASA/WMAP Science Team

Map WMAP diatas menampilkan komposisi dari komponen alam semesta; atom (biru muda), materi yang memiliki gravitasi tapi tidak memancarkan cahaya yang sering disebut “materi gelap” (hijau) dan materi yang merupakan sumber anti-gravitasi (kadang-kadang disebut “energi gelap”) yang mendorong percepatan ekspansi alam semesta (biru tua)

فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,

[QS. Al-Haqqah: Ayat 38]

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ
dan demi apa yang tidak kamu lihat.

[QS. Al-Haqqah: Ayat 39]

Setelah Big Bang, fluktuasi kepadatan muncul di Cosmic Microwave Background (Dr. Smoot [Hadiah Noble 2006] menyebutnya Ripples). Riak ini adalah cikal bakal pengembangan struktur scala besar seperti galaksi alam semesta kita.

image

Image credit: 2MASS, IPAC / Caltech and UMass.

Gambar diatas adalah peta struktur kosmos skala besar yang diambil dengan infrared. Struktur alam semesta: galaksi, cluster dan filamen di luar lingkungan galaksi kita. Dalam gambar diatas, terlihat jelas struktur jaringan dari kain kosmik sesuai dengan pengertian al hubuk.
Allahu akbar

image

Image credit: ESA and the Planck Collaboration.

Gambar diatas adalah peta perbedaan suhu temperatur di berbagai daerah di alam semesta atau fluktuasi di latar belakang gelombang mikro kosmik. Hanya beberapa ratus microKelvin memisahkan daerah terpanas dari terdingin di sini, dengan terdingin (biru) daerah daerah ruang dari 1382 billion tahun silam yang memiliki sedikit lebih banyak materi (dan karenanya gravitasi juga lebih kuat membuat foton sulit untuk lepas dari pengaruh gravitasi, membuat mereka tampak lebih dingin) dari rata-rata, sedangkan paling merah (terpanas) daerah adalah daerah paling kecil kepadatannya. Motif al hubul riak air dari kain kosmik nampak dengan jelas.

Penemuan Al-Hubuk dan Hadiah Nobel
 
Penzias dan Wilson (1965) menemukan the remnant afterglow sisa dari big bang dan dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1978 untuk penemuan mereka, alat penerima microwave – 1965. WMAP membawa pola ke fokus jauh lebih baik untuk mengungkap kekayaan informasi tentang sejarah dan kejadian Semesta, 2003. George Smoot dan John Mather (NASA) memenangkan 2006 Nobel dalam Fisika tentang penelitian dari Al-Hubuk (riak halus atau subtle ripples ) dan materi gelap mengkonfirmasikan big bang.

Struktur cosmic web sebagai kerangka dasar dari alam semesta ditemukan tujuh miliar tahun cahaya dari Bumi.

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَا ۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

[QS. Fatir: Ayat 41]

Astronom dari European Southern Observatory (ESO), untuk pertama kalinya telah melihat sebagian dari “kain kosmik” dari intergalaksi, yang telah menahan keberadaan alam semesta, beberapa berjarak sekitar tujuh miliar tahun cahaya dari Bumi.

image

The galaxies located in the newly discovered structure that binds the universe are highlighted in red in this photo. ESO/SUBARU/NATIONAL ASTRONOMICAL OBSERVATORY OF JAPAN/M. TANAKA

“Kumpulan galaksi membentuk filamen sepanjang jutaan tahun cahaya dan merupakan kerangka alam semesta, Galaksi berkumpul di sekitar mereka, dan cluster galaksi besar terbentuk di persimpangan (interceptions) antar filamen”.

image

“Ini adalah pertama kalinya bahwa kami telah mengamati struktur penuh aneka ragam dan penting seperti ini di alam semesta,” kata ESO Masayuki Tanaka, pimpinan team peneliti.

Ini adalah koleksi galaksi raksasa yang sebelumnya tidak diketahui dalam jarak sejauh ini. Penemuan ini menjanjikan wawasan penting ke dalam struktur skala besar alam semesta kita – sesuai dengan segala yang kita tahu, jaringan filamen terjalin, yang masing-masing terdiri dari segudang galaksi.

“Filamen terletak sekitar 6,7 miliar tahun cahaya dan kemungkinan bisa lebih luas lagi melebihi setidaknya 60 juta tahun cahaya, para ilmuwan mengatakan, kemungkinan struktur membentang lebih luas di luar wilayah yang mereka diselidiki, hal ini memerlukan pengamatan lebih lanjut.”

Para astronom melakukan penemuannya dengan menggunakan kombinasi dua telescop tercanggih didunia saat ini, Very Large Telescope di Chile’s Paranal Observatory dan National Astronomical Observatory’s Subaru Telescope di Jepang.

أَفَلَمْ يَنظُرُوٓا إِلَى السَّمَآءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنٰهَا وَزَيَّنّٰهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٍ
Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya, dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?

[QS. Qaf: Ayat 6]

Penemuan filamen sesuai deskripsi Al Quran tentang fenomena al hubuk di alam semesta.

Team dari Scientists at the University of California, Santa Cruz, telah menemukan quasar yang menerangi sebuah nebula gas besar yang menyebar, dan mengungkapkan untuk pertama kali bagian dari jaringan filamen yang diperkirakan menghubungkan inter galaksi di web kosmik dan mengambil gambar untuk pertama kalinya dari Web Cosmic yang mempersatukan alam semesta. quarsar, adalah salah satu benda paling jauh dan bercahaya alam semesta

Allah berfirman :

سَنُرِيهِمْ ءَايٰتِنَا فِى الْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

[QS. Fussilat: Ayat 53]

Menggunakan 10 meter Keck I Telescope di WM Keck Observatory di Hawaii, para peneliti mendeteksi nebula gas bercahaya yang sangat besar dan meluas sekitar 2 juta tahun cahaya ruangan intergalaksi.

image

Image Credit: S. Cantalupo, UCSC

Gambar diatas menunjukkan Nebula (cyan) dengan ukuran 2 juta tahun cahaya ditemukan di sekitar UM287 quasar (di tengah gambar). Radiasi energik dari quasar yang membuat sekitar intergalaksi gas bercahaya mengungkapkan struktur fisik dari filamen jaringan kosmik.

image

Simulasi komputer menunjukkan bahwa materi di alam semesta didistribusikan dalam “jaringan kosmik” filamen, seperti yang terlihat pada gambar di atas dari simulasi materi gelap skala besar (Bolshoi simulasi, oleh Anatoly Klypin dan Joel Primack). Inset adalah, gambar resolusi tinggi zoom-in dari bagian yang lebih kecil dari jaringan kosmik, 10 juta tahun cahaya, dari simulasi yang mencakup gas serta materi gelap (kredit: S. Cantalupo). Radiasi dari quasar bisa, berfungsi seperti senter, menerangi bagian dari jaringan kosmik sekitarnya (disorot dalam gambar) dan membuat filamen gas bercahaya, seperti yang diamati dalam kasus UM287 quasar.

Sampai sekarang filamen ini belum pernah terlihat. Gas intergalaksi telah terdeteksi oleh penyerapan cahaya dari sumber latar belakang cerah, namun hasil tersebut tidak mengungkapkan bagaimana gas didistribusikan. Dalam studi ini, para peneliti mendeteksi cahaya fluorescent neon gas hidrogen yang dihasilkan dari pencahayaan sebesar radiasi dari quasar.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

[QS. Ar-Rahman: Ayat 30]

Wallahu A’lam …

Referensi.

Tafsir dan bahasa Arab.
• Buku ” Buku Sumpah Allah, tafsir Al Quran pilihan”. Oleh Ibn Qayyom Al Jauziyah. Penerbit Cendekia.
• Kumpulan beberapa artikel online lainnya.

Cosmic Web.
• fussilat.org.
• The Cosmic Web, or: What does the universe look like at a VERY large scale?
http://news.discovery.com/space/oh-what-a-cosmic-web-we-weave.html
http://apod.nasa.gov/apod/ap110111.html
http://www.nature.com/nature/journal/v380/n6575/abs/380603a0.html
http://news.discovery.com/space/cosmic-web-galaxies-universe.html
• Simulating the cosmic web.
• Discover channel news.

*) opini atau pendapat penulis.