Tag

, ,

image

Limbah udang yang berupa kulit, kepala, dan ekor dengan mudah didapatkan mengandung senyawa kimia berupa khitin dan khitosan.

وَإِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 205]

وَمَا يَسْتَوِى الْبَحْرَانِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَآئِغٌ شَرَابُهُ ۥ وَهٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing lautan) itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai, dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.
[QS. Fatir: Ayat 12]

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ ۥ مَتٰعًا لَّكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat, selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali).
[QS. Al-Ma’idah: Ayat 96]

Suka makan udang?? sebaiknya kulitnya jangan dibuang ya.

image

Habitat Udang Windu

UDANG

Udang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua “genangan” air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Udang biasa dijadikan makanan laut (seafood).

image

Udang merupakan anggota filum Arthropoda, sub filum Mandibulata dan tergolong dalam kelas Crustacea. Seluruh tubuh terdiri dari ruas ruas yang terbungkus oleh kerangka luar atau eksoskeleton dari zat tanduk atau kitin dan diperkuat oleh bahan kapur kalsium karbonat. Sebagian besar limbah udang yang dihasilkan oleh usaha pengolahan udang berasal dari kepala, kulit dan ekornya. Kulit udang mengandung protein (25%- 40%), kitin (15%-20%) dan kalsium karbonat (45%-50%)

Saat ini budidaya udang telah berkembang dengan pesat sehingga udang dijadikan komoditas ekspor non migas yang dapat dihandalkan dan merupakan biota laut yang bernilai ekonomis tinggi. Udang pada umumnya dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi. Udang di Indonesia pada umumnya diekspor dalam bentuk beku yang telah dibuang kepala, ekor dan kulitnya. Limbah udang dapat dimanfaatkan menjadi senyawa Chitosan. Namun sampai saat ini limbah tersebut belum diolah dan dimanfaatkan secara maksimal sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan khususnya bau dan estetika lingkungan yang buruk.

image

Pemanfaatan limbah udang

Manfaat cangkang udang sebagai pengolah limbah industri.

Limbah udang yang berupa kulit, kepala, dan ekor dengan mudah didapatkan mengandung senyawa kimia berupa khitin dan khitosan. Senyawa ini dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan penyerap logam-logam berat yang dihasilkan oleh limbah industri. Hal ini dimungkinkan karena senyawa khitin dan khitosan mempunyai sifat sebagai bahan pengemulsi koagulasi, reaktifitas kimia yang tinggi dan menyebabkan sifat polielektrolit kation sehingga dapat berperan sebagai penukar ion (ion exchanger) dan dapat berfungsi sebagai absorben terhadap logam berat dalam air limbah.

Chitosan dan Isolasi Chitin

Chitosan merupakan salah satu bahan kimia yang dapat digunakan untuk proses pengolahan limbah tekstil. Dengan struktur polimer yang dimilikinya, yaitu 2-amino-2-deoksi-D-glukosa, chitosan mengandung gugus amino bebas dalam rantai kabonnya dan bermuatan positif sehingga menyebabkan molekul tersebut bersifat resisten terhadap stress mekanik. Gugus amino bebas inilah yang banyak memberikan kegunaan bagi chitosan.

Chitosan dibentuk dari bahan baku chitin melalui proses deasetilasi. Semakin banyak gugus asetil yang hilang dari polimer chitin, semakin kuat interaksi ikatan hidrogen dan ion dari chitosan. Sehingga chitosan bermuatan positif, berlawanan dengan polisakarida alam lainnya. Sedangkan chitin merupakan bahan yang dapat diperoleh dari proses pengolahan limbah industri perikanan, seperti kulit udang, kulit dan kepala kepiting, dan lain lain.

Manfaat cangkang udang sebagai pembangkit listrik.

Penerapan tenaga surya sebagai sumber energi selama ini terhambat mahalnya teknologi solar sel. Namun sekelompok peneliti di Queen Mary University of London (QMUL) berhasil mengembangkan panel sel listrik dari bahan yang mudah dan sebelumnya tak terduga: cangkang udang.

Mereka mengklaim kandungan kitin dan kitosan pada cangkang udang lebih murah ketimbang rutenium—mirip platinum yang saat ini digunakan sebagai materi panel berstruktur nano. Kesimpulan ini bermula dari tim peneliti yang mencari cara membuat alat penghasil tenaga surya.

Semula penelitian itu ditujukan untuk mencari cara mengisi tablet, telepon seluler, dan jam tangan pintar, atau film semi-transparan di jendela. Para peneliti mengolah cangkang krustasea dan udang dengan proses hidrotermal karbonisasi untuk membuat titik kuanton karbon (CQDs), yang biasa ada dalam panel surya.

“Kemudian kami membuat mantel seng nanorod oksida dengan CQDs tersebut guna menghasilkan tenaga surya,” kata Joe Briscoe, anggota tim peneliti, seperti dikutip Science Daily. Dia mengatakan proyek ini menjadi terobosan karena proses pembuatan teknologi sel surya jadi lebih cepat, mudah, dan murah.

Mereka akan meningkatkan efisiensi sehingga teknologi ini dapat digunakan di mana saja selama tersedia cahaya matahari. Tim peneliti dari QMUL sebelumnya pernah menggunakan biomassa dari ganggang untuk membuat superkapasitor yang dapat menampung listrik dari tenaga surya.

“Kami akan mengelaborasi teknologi ganggang ini dengan teknologi yang baru ditemukan,” kata Magdalena Titirici, pakar teknologi material berkelanjutan dari QMUL.

Manfaat cankang udang bagi kesehatan.

penelitian membuktikan, pada kulit udang ada senyawa yang dikenal sebagai chondroitin yang dapat membantu menjaga kesehatan sendi. Senyawa ini dapat meningkatkan produksi proteoglikan dan kalogen yang merupakan komponen penting pada sendi, membantu lubrikasi pada sendi, dan berperan sebagai shock absorber.

MANFAAT kulit UDANG
– Bahan antirayap.
– Penghambat perbanyakan sel kanker lambung manusia.
– Meningkatkan daya tahan tubuh.
– Menurunkan kolesterol
– Mengurangi beban kerja liver.
– Mengurangi tekanan kerja organ tubuh lain akibat lemak berlebihan
– Mempercepat penyembuhan luka dan kerusakan tulang.
– Menghindarkan dari kemungkinan terjangkit penyakit typhus.
– Menghambat pertumbuhan berbagai mikroba patogen penyebab penyakit typhus.
– Pengganti MSG tau vetsin.

Wallahu A’lam.

Sumber: dikumpulkan dar berbagai bloger indonesia.

source:tempo.co