Tag

, ,

image

Penafsiran Kumpulan 20 Ayat tentang HIKMAH beserta Pengklasifikaiannya:

1. Hikmah Yang terkait dengan makna al-Kitab sebagai ilmu pengetahuan yang dibawa oleh para Nabi Allah :

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمْ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(البقرة/129).

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS Al Bagarah,2:129)

Sesuai dengan ayat diatas, bahwa rasul yang diharapkan bertugas untuk “terus membacakan kepada mereka ayat-ayat Mu, baik berupa wahyu yang Engkau turunkan maupun alam raya yang engkau ciptakan, dan terus mengajarkan kepada mereka kandungan al kitab yakni Al Quran, atau tulis dan baca al hikmah, yakni as sunnah, atau kebijakan dan kemahiran melaksanakan hal yang mnedatangkan mafaat serta menampik madarat. Serta mensucikan jiwa mereka dari segala hal yang kekotoran, kemunafikan serta penyakit-penyakit jiwa. kata terus disini memiliki makna masa kinio maupun masa yang akan datang.

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمْ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ(البقرة/151).

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS Al-Baqarah,2:151)

Ayat ini merupakan pengabulan doa Nabi Ibrahim as yang dipanjatkan oleh nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail. Sama seperti ayat QS al Baqoroh 151, ayat 129 ini menyucikan pada peringkat terahir dari empat macam permohonan, yaitu: 1).rasul dari kelompok mereka 2).memabacakan ayat2 Allah 3).menyucikan mereka 4).mengajarkan kitab dan hikmah 5).mengajarkan apa yang belum diketahui.

Bisa dilihat bahwa Allah Maha Pemberi. Yang dikabulkan oleh Allah lebih banyak daripada yang diminta oleh nabi Ibrahim yang hanya meminta empat permintaan, tapi oleh Allah ditambahkan, yakni: ”mengajarkan apa yang belum mereka ketahui”. memang sejak awal Al Quran telah mengisyaratkan melalui wahyu pertama(IQRA’) bahwa ilmu yang diperoleh manusia dapat diraih melalui 2 cara, yakni: melalui belajar mengajar dan melalui anugrah langsung dari Allah berupa ilham dan intuisi.

“serta mengajarkan kepada kamu Al Kitab dan Al Hikmah”

Dalam kalimat ini tercakup segala hal yang telah disebutkan dimuka, yaitu pembacaan ayat-ayat Al Quran dan penjelasan terhadap meteri pokok di dalamnya, yaitu Al Hikmah. Hikmah adalah:pendidikan dari kitab ini, yakni penguasaan yang besar dan datang bersama al hikmah pada suatu masalah dengan suatu timbangan yang benar serta mengetahui tujuan-tujuan perkara dan arahan-arahannya. Begitu juga akan terealisir hikmah ini secara masak mendapatkan bimbingan dan penyucian dari Rasulullah dengan ayat-ayat Allah tersebut.

وَإِذَا طَلَّقْتُمْ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَلاَ تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِتَعْتَدُوا وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَلاَ تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ(البقرة/231).

“Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka[145].
Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS Al-Baqoroh,2: 231)

Ayat ini mejelaskan tentang adat talak dan rujuk yang baik, dan agar kita mengingat segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita(Al Kitab dan Al Hikmah). Al Quran mengingatkan kepada mereka tentang nikmat Allah kepada mereka, beserta Al Kitab dan Al Hikmah yang diturunkan kepada mereka untuk memberikan pengajaran kepada mereka yang mengandung makna-makna yang besar dan realistis bagi kehidupan mereka yang meliputi segala aspek kehidupan(hikmah).

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab[196], Hikmah, Taurat dan Injil”
(QS Ali Imran, 3:48)

Setelah Sayyidah Maryam diberitahu oleh Allah bahwa ia akan mendapatkan anak, beliau sangatlah terheran. Lalu malaikatpun menyampaikan pesan Allah untuk menjawab penasaran yang diderma oleh Maryam, kata malaikat:”Allah akan mengajarkan kepadanya al Kitab, yakni tulis baca, hikmah, yakni kemampuan memahami dan melaksanakan sesuatu yang benar, sesuai, wajar dan tepat, juga mengajarkannya Taurat, yaitu kitab suci yang pernah diturunkan kepada nabi Musa, karena kadungannnya yang menjadi syariat agama nasrani dan mewahyukan injil kepadanya serta akan ditunjuk menjadi Rasul khusus kepada bani Israil.

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

(آل عمران/79).

“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.(QS Ali Imron, 3: 79)

Tidak wajar dan tidak dapat tergambar di benak siapapun dan betapapun tinggi kedudukannya, baik Muhammad saw maupun iIsa AS. Dan selain mereka yang Allah berikan kepada nya Al Kitab , dan Al Hikmah yang digunakannya untuk menentukan hukum putusan.

Hikmah adalah ilmu amaliah dan amal ilmiah dan kenabian yakni informasi yang diyakini bersumber dari Allah yang diajarkan dan disampaikan kepada orang-orang pilihan Nya yang mengandung ajakan untuk mengesakanNya.

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنْ الشَّاهِدِينَ(آل عمران/81).

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman:
“Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui.” Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi(pula) bersama kamu.”

Pada penjelasan ayat kali ini, lagi-lagi al Quran disejajarkan dengan al Hikmah. Lalu disandingkan dengan rasul. Menandakan bahwa bagaimanapun ummatnya, mereka telah dipandu oleh al Kitab dan al Hikmah, dan datanglah rasul untuk membenarkan ajaran yang dibawanya dengan panduan al Kitab dan al Hikmah tadi agar tidak tersesat. Menunjukkan bahwa ketiganya tidak bisa berpisah sampai akhir hayat manusia.

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمْ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلاَلٍ مُبِينٍ (آل عمران/164).

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS Ali Imron, 3: 164)

Ayat ini ingin menunjukkan bahwa anugrah terbesar yang ada di dunia adalah diutusnya Rasulullah sebagai penuntun ummat, mengentas mereka dari kesesatan yang nyata menuju ilmu, hikmah, dan kesucian mengandung banyak sentuhan-sentuhan Qurani yang mendalam. Dari ayat ini sendiri menjelaskaan keadaan transformasi seseorang yang berubah ketika seseorang itu mau berpijak dengan al Quran dan al Hikmah. Maka pengetahuan disinilah yang mereka sebagai juru jagad “hukama” dunia. Rasul dengan alQuran dan Hikmahnya telah mengantarkan manusia dari kejahilan menuju ilmu-ilmu yang berkaitan dengan materi, produk, maupun kemajuan peradaban.

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمْ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا(النساء/54).

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia[311] yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”

(QS AN NISAA, 3: 54).

Allah memeberikan kepada mereka al kitab berupa Taurat, Injil Dan Zabur dan Hikmah berupa pengetahuan yang benar serta kemampuan mengamalkannya.

وَلَوْلاَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلاَّ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِنْ شَيْءٍ وَأَنزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا(النساء/113).

“Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu” (QS. An-Nisaa, 4:113).

Hikmah di sini memiliki arti: kemampuan pemahaman dan pengalaman agar bisa menjadi teladan bagi yang lain. Dan hikmah ini merupakan karunia Allah yang sangat besar kepad makhluk Nya.

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنْ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلاَّ سِحْرٌ مُبِينٌ(المائدة/110).

“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” (QS Al-Maidah, 5: 110)

Jika al Hikmah diletakkan dalam ayat ini, maka ia menunjukkan bahwa al Hikmah tadi merupakan salah satu dari beberapa anugrah yang Allah berikan kepada Nabi Isa selain niikmat ajaran Allah tulis menulis, kitab yang turun sebelum sebelum taurat.

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنْ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيد(لقمان/12).

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Luqman, 31 : 12)

Menurut Fath Qadr, sesungguhnya hikmah yang diberikan oleh Allah kepada Luqman adalah paham, berakal dan tepat.

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا (الأحزاب/34).

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. ” (QS Al-Ahzab, 33: 34)

Banyak ulama yang memperselisihkan makna dari hikmah dalam ayat ini. Ada yang memaknainya dengan sunnah Nabi, ada yang menafsirkannya dalam artian umum mencakup segala ilmu amalliah dan amal ilmaiah. Dan ada yang mempersempit maknanya, yakni mencakup pesan-pesan dan hokum-hukum agama secara khusus yang ada dalam al Quran.

وَلَمَّا جَاءَ عِيسَى بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَِلأَبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ(الزخرف/63).

“Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat[1364] dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku.” (QS al-Zukhruf, 43:63)

Nabi Isa datang untuk menjelaskan tentang hikmah, yakni ilmu amalaiah dan amal ilmiah. Yakni apa yang ada di dalam kitab Taurat dan Injil.

[1364]. Yang dimaksud dengan hikmat di sini ialah kenabian, Injil dan hukum.

وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ الأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ(القمر/4)

حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ(القمر/5).

Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). Itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka) (QS al-Qomar, 54: 4-5).

Risalah yang disampaikan oleh Rasulullah adalah hikmah, yakni pengetahuan amaliah dan ilmu ilmiah untuk mencapai puncak dalam kebenaran.

II. Hikmah berupa pengetahuan ilahiyah (al-Kitab) yang dibawa para nabi tersebut digabungkan dengan kekuasaan sebagai kualifikasi kepemimpinan atas umat manusia :

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمْ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا(النساء/54).

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia] yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar

(QS An Nisa’, 3: 54)

Allah memeberikan kepada mereka al kitab berupa taurat, injil dan zabur dan hikmah berupa pengetahuan yang benar serta kemampuan mengamalkannya.

فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ وَلَوْلاَ دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتْ الأَرْضُ وَلَكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ(البقرة/251)

“Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah[157] (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.”

(QS Al Baqoroh, 2: 251)

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ(ص/20)..

“Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah[1301]dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.“ (QS Shaad, 38: 20)

Hikmah dipahami oleh sebagian ulama dengan arti kenabian, Al Baqa’I memaknainya dengan arti ilmu ilmiah dan amal ilmiah. Ia adalah ilmu yang didukung oleh amal dan amal yang tepat adalah didukung oleh ilmu.

[1301]. Yang dimaksud hikmah di sini ialah kenabian, kesempurnaan ilmu dan ketelitian amal perbuatan.

III. Hikmah adalah hukum-hukum Tuhan Allah yang merupakan prinsip-prinsip normatif yg harus mengatur kehidupan manusia:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا الأَلْبَابِ

(البقرة/269).

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah.”

(QS Al Baqoroh, 2: 269)

Hikmah berasal dari kata hakama, pada mulanya berarti menghalangi, kemudian bermakna kendali(mengantar kepada kebaikan dan menghalangi keburukan), dan untuk untuk mencapai hal tersebut dipeerlukan ilmu dan keemampuaan untuk menerapkannya.

Hikmah pada ayat ini dipahami dengan arti pengetahuan tentang baik dan buruk serta kemampuan menerapkan yang baik dan menjauhkan yang buruk. Maka dialah yang telah mendapatkan diaugrahi hikmah.

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنْ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (لقمان/12).

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Luqman, 31: 12)

menurut Luqman, hikmah adalah sesuatu yang didapat dengan cara duduk bersama orang-orang shalih yang dijadikan panutan. Sebagaimana wasiat ayahnya kepadanya.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ(النحل/125).

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.“ (QS An-Nahl, 16: 125)

Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil. Ayat ini menjelaskan tentang etika pergaulan sosial. Bagaimana mengajak seseorang untuk menuju kepada yang Haq dengan komperhensif. Bersungguh-sungguh dalam ucapan dan perbuatan, dan menggunakan hikmah dalam berdakwah.

ذَلِكَ مِمَّا أَوْحَى إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِ وَلاَ تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَتُلْقَى فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًا (الإسراء/39).

“Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).“

(QS Al-Isra, 17: 39)

Sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud Hikmah disini adalah perintah-perintah Allah yang ada pada ayat sebelumnya yang juga menonjol dalam agama-agama samawi selain islam dan tak pernah dihapuskan. Dalam ayat sebelumnya menjelaskan tentang larangan kekafiran . sesuai dengan ayat tersebut, bahwa: (perintah) itu adalah sebagian dari hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu.

Share this:
Twitter1Facebook5

Related
AQIDAH DAN SYARI’AH DALAM ISLAM
In “Aqidah”
INTISARI USHUL FIQH
In “Hukum Islam”
MENGENAL AKIDAH
In “Aqidah”
January 21, 2013Leave a reply
« Previous
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Name *
Email *
Website
Comment

Notify me of new comments via email.

View Full Site

Blog at WordPress.com.

Now Available! Download WordPress for Android