image

Islam pernah mengalami kejayaan pada awal abad VIII di Andalucia, Spanyol. Beberapa bukti bangunan yang masih utuh hingga sekarang ini adalah Alhambra yang terletak di Granada, Masjid Cordoba di Cordoba, dan Taman Real Alcazar di Seville.

Taman Real Alcazar atau sering disebut The Royal Alcazar Palace dalam bahasa inggris, adalah salah satu peninggalan kejayaan Islam di Andalucia. Bangunan ini didirikan pada awal abad X pada masa pemerintahan Abd Al Rahman III tepatnya pada tahun 913.

Pembangunan gedung-gedung dan juga taman yang ada di sekelilingnya pada masa itu, tak lepas dari impian sebuah surga yang digambarkan dalam kita suci umat Islam, Alqur’an. Surga merupakan sebuah tempat yang sangat dinanti-nantikan dan menjadi impian semua pemeluk agama Islam setelah mengalami kematian. Di dalam Alhadits juga disebutkan bahwa tempat ini sangat indah dan belum belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia.

Surga yang digambarkan sangat indah tersebut, memiliki sifat-sifat yang disebutkan dalam Alqur’an. Dan sifat dari surga itu tidak hanya sekali atau dalam satu surat saja disebutkan, melainkan dalam beberapa surat. Sifat-sifat surga dapat dijumpai dalam surat:

Surat Al-Hijr ayat 45-48: Sesungguh orang-orang yang bertakwa itu dalam taman-taman surga dan (dekat) mata air (yang mengalir). Dikatakan kepada mereka, masuklah kedalamnya dengan sejahtera dan aman. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan diatas dipan-dipan, mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.

Surat Al-Kahfi ayat 30-31: Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sholeh, tentulah Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan surga ‘Adn, sungai-sungai mengalir di bawahnya, dalam surga itu mereka diberi perhiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan tebal dan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah, itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.

Surat Shad ayat 49-54: Ini adalah kehormatan (bagi mereka) dan sesungguhnya bagi orang-orang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik (yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan meminum di dalamnya. Dan pada sisi mereka (ada bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Ini lah apa-apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.

Surat Ad-Dukhan ayat 51-57: Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada pada tempat yang aman (yaitu) dalam taman-taman dan mata air. Mereka memakai sutera yang dan tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan pernah merasakan mati didalamnya, kecuali mati di dunia, dan Allah memelihar mereka dari siksa neraka sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.

Surat Al-Waqi’ah ayat 13-38: Segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian, mereka bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan diatasnya berhadap-hadapan, mereka dikelilingi oleh anak-anak muda dengan membawa teko (cerek), cangkir-cangkir berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pusing meminumnya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa-apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan didalamnya ada bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang mereka kerjakan. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka hanya mendengan ucapan salam. Dan golongan kanan. Alangkah bahagianya, golongan kanan itu berada diantara pohon-pohon bidara yang tidak berduri dan pisang-pisang yang bersusun-susun buahnya dan naungan yang terbentang luas dan air yang tercurah dan buah-buahan yang banyak yang tidak berhenti. Dan sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan yang penuh cinta lagi sebaya umur mereka. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan.

Surat Al-Haqqoh ayat 19-28: Adapun orang-orang yang diberikan kitab (buku catatan amal)nya dari sebelah kanan, maka dia berkata, Ambilah, bacalah kitabku ini. Sesungguhnya aku yakin bahwasanya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi dalam surga yang tinggi, buah-buahnya dekat (kepada mereka), lalu dikatakan kepada mereka, makan dan minumlah dengan sedap di sebabkan amal yang kalian kerjakan pada hari-hari yang telah berlalu (dunia)

Surat Al-Insan ayat 11-15: Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu dan menjadikan muka mereka berseri-seri dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera, di dalamnya mereka tidak merasakan terik matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon) surga itu dekat diatas mereka dan buahnya dimudahkan untuk memetiknya dengan semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, yaitu kaca-kaca yang yang terbuat dari perak yang telah mereka diukur dengan sebaik-baiknya. Dalam surga itu mereka di beri minum segelas minuman yang campurannya adalah jahe, sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.

Dari beberapa surat di Alqur’an yang telah disebutkan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa surga memiliki sifat-sifat yang memiliki taman-taman, buah-buahan, mata air yang mengalir, sungai yang mengalir, dan pepohonan. Walaupun telah disebutkan dalam Alhadits bahwa surga belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia, namun setidaknya sifat-sifat yang disebutkan dalam Alquran dapat diapresiasikan pada sebuah bangunan untuk dirasakan keindahannya di dunia.

Salah satu contoh penerapan sifat-sifat surga yang dijelaskan dalam Alqur’an diimplementasikan pada bangunan Real Alcazar. Sang arsitek mencoba menerapkan dengan menghadirkan bangunan yang dikelilingi oleh taman, adanya air mancur dan airnya yang mengalir, serta pepohonan yang bisa dipetik buahnya.

Sebagai ruang publik kawasan dan juga sebagai ruang transisi menuju bangunan yang lebih privat, dihadirkan taman-taman yang tumbuh berbagai macam pohon dan juga tanaman lainnya. Kesan sejuk dan hijau dalam kawasan ini memberikan keserasian warna dengan bangunan yang didominasi warna merah bata. Komposisi kedua warna ini sering kita jumpai pada tanaman dan tanah yang memberikan suplai makanannya.

Ruang terbuka hijau ini akan sering dijumpai pada hampir semua bagian depan bangunan. Tak jarang beberapa taman-taman tersebut dihiasi dengan kolam air, dan diantara kolam-kolam air tersebut mengalir air yang berasal dari air mancur. Sang arsitek sengaja membuat adanya aliran air untuk menciptakan suasana aliran sungai yang digambarkan di dalam Alqur’an.
image

Gambar 1. Berbagai tanaman dan pohon serta kolam air pada The Gallery Garden
image

Gambar 2. Kolam air dan taman di Patio de las Doncellas (The Maiden’s Patio)

Dalam taman Real Alcazar ini sang penghuni dimanjakan juga untuk menikmati buah-buahan yang sengaja dihadirkan untuk memecah warna hijau daun yang mendominasi warna di dalam taman. Warna kuning buah jeruk terasa sangat anggun saat terlihat muncul di antara daun-daun yang berusaha menutupinya.
image

Gambar 3. Air mancur memberikan kesan air mengalir seperti aliran air pada sungai Konsep surga

Tidak hanya diterapkan dengan menghadirkan tanaman pada taman-taman yang merupakan ruang luar, melainkan juga pada beberapa bagian dalam ruang seperti pada dinding, pintu, jendela, dan atap. Ukiran yang berbentuk sulur dan dedauanan yang dibentuk dengan pola geometri memberikan kesan “hijau” pada sisi interior. Bukti ini benar-benar ditekankan oleh arsitek untuk memberikan suasana surga yang tidak hanya dapat dinikmati di bagian luar bangunan, melainkan juga di bagian dalam bangunan. Sehingga sang arsitek berharap sang penghuni akan merasakan suasana surga di dunia dengan menghadirkan konsep tanaman pada bagian dalam dan luar bangunan.
image

Gambar 4. Ulir pada sisi dinding bangunan sebagai perwujudan penerapan tanaman pada interior

Seni geometri dan kaligrafi yang merupakan warisan budaya islam juga turut andil dalam mempercantik bagian luar dan bagian dalam bangunan ini. Kesenian geometri yang bermula dari sebuah bentuk lingkaran, dengan ketrampilan sang arsitek menggabungkan beberapa garis dan titik akan didapatkan sebuah bentuk pola. Dari sebuah bentuk pola tersebut selanjutnya dilakukan perulangan dan akan mendapatkan sebuah motif yang sangat indah. Pujian atas nama Allah dan kalimat-kalimat Allah juga dituangkan dalam kesenian kaligrafi, yaitu kesenian berupa tulisan arab pada bidang datar. Pada umumnya kaligrafi mengambil dari ayat-ayat yang terkandung di Alqur’an. Kesenian tersebut berbaur dengan kesenian geometri dan juga konsep “hijau” pada beberapa bagian dinding bangunan baik itu dinding yang terletak di bagian dalam bangunan ataupun pada bagian fasade bangunan.
image

Gambar 5. Motif sulur tanaman berbaur dengan kesenian geometri dan kaligrafi dinding bagian dalam bangunan

image

Gambar 6. Detail motif yang terdapat pada bagian dinding atas

Refferensi :

http://my.opera.com/Lantaburo/blog/index.dml/tag/Surga
http://ahnaaf.wordpress.com/2009/12/09/beginilah-gambaran-penghuni-surga-dalam-al-quran-sunnah/

Sumber: oleh Andi Pramono (www.andipramono.com), Mahasiswa Master Arsitektur Universitas de Sevilla, Spanyol