image

SELAMA ini kita mendapatkan ilmu penegtahuan dari sekolah. Bukan hanya di sekolah, di tempat-tempat mencari ilmu lainnya pun, kita akan mendapatkannya. Padahal, bila kita kaji lebih dalam tentang isi kandungan al-Qur’an, ternyata apa yang kita dapat dari hasil mencari ilmu itu tidak jauh beda dengan apa yang diterangkan dalam al-Qur’an. Baik itu tentang alam semesta, kehidupan sehari-hari dan kehidupan yang akan datang pun sudah tertera dalam al-Qur’an.

Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan wahyu yang pertama kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yaitu surat al-Alaq ayat 1-5. Dimana isi dalam surat tersebut berisi tentang perintah untuk membaca atau belajar dan menggunakan akalnya.

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah .Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan kalam. Dia mengajarkan manusia sesuatu yang tidak diketahui.”

Turunnya surat yang pertama tersebut, menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan. Demikian pula ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat Adam alaihis salam sebagai manusia pertama menjadi khalifah-Nya di muka bumi dan bukan para Malaikat-Nya karena adanya ilmu pengetahuan. Dalam surat al-Baqarah ayat 31-32

Allah berfirman, “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!’ Mereka menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana’.”

Dengan dimilikinnya ilmu pengetahuan itu, Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan Adam alaihis salam sehingga memerintahkan malaikat-Nya untuk bersujud kepada Adam alaihis salam. Allah subhanahu wa ta’ala menempatkan derajat paling tinggi di sisi Allah. Dalam surat Al-Mujaadilah ayat 11 Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majlis,’ maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dalam surat al Mukminun itu jika kita telaah lebih jauh, sebenarnya menjelaskan tentang proses terciptanya manusia, dari proses pembuahan hingga perkembangan janin didalam rahim yang sampai saat ini dipakai dunia kedokteran untuk menjelaskan pertumbuhan bayi dalam rahim. Sungguh Allah Maha Besar, dan mengetahui apa seisi langit dan bumi. Sebelum orang-orang Eropa berhasil mengungkap dan menjelaskan proses perkembangan janin dalam rahim, al-Qur’an sudah mengatakan hal itu 1500 tahun yang lalu.

Di Kitab yang Laa Roiba Fiih (tak ada keraguan di dalamnya) itu juga memuat berbagai pengetahuan lainnya. Ada penjelasan bagaimana peredaran darah dalam tubuh, masalah perbintangan, rotasi bumi dan ilmu-ilmu fisika. Siklus hujan dan lain sebagainya. Bahkan beberapa ilmuwan dengan tegas menyatakan masuk Islam setelah mereka membuktikan kebenarannya melalui kajian ilmiah. Maka dari itu, sudah saatnya umat Islam kembali ke al-Qu’ran. Semoga ke depannya peradaban kita akan semakin maju, dan Islam akan menyongsong masa emas dan daulah kepemimpinan Islam terwujud. [rika/islampos/untirta/cyberdakwah]