Tag

, ,

imageWater-building molecule in the Helix Nebula (image credit: Hubble image: NASA/ESA/C. R. O'Dell (Vanderbilt University), M. Meixner & P. McCullough (STScI); Herschel data: ESA/Herschel/SPIRE/MESS Consortium/M. Etxaluze et al.)Water-building molecule in the Helix Nebula (image credit: Hubble image: NASA/ESA/C. R. O'Dell (Vanderbilt University), M. Meixner & P. McCullough (STScI); Herschel data: ESA/Herschel/SPIRE/MESS Consortium/M. Etxaluze et al.)Water-building molecule in the Helix Nebula (image credit: Hubble image: NASA/ESA/C. R. O'Dell (Vanderbilt University), M. Meixner & P. McCullough (STScI); Herschel data: ESA/Herschel/SPIRE/MESS Consortium/M. Etxaluze et al.)

Water-building molecule in the Helix Nebula (image credit: Hubble image: NASA/ESA/C. R. O'Dell (Vanderbilt University), M. Meixner & P. McCullough (STScI); Herschel data: ESA/Herschel/SPIRE/MESS Consortium/M. Etxaluze et al.)

Air ternyata tidak hanya dimiliki bumi. Komponen yang satu ini tersebar di alam semesta dalam bentuk cair, padat, dan gas. Di suatu tempat yang jauh di alam semesta, para astronom berhasil menemukan keberadaan air terjauh yang pernah terlihat. Air tersebut berada di sebuah galaksi yang jaraknya lebih dari 11 milyar tahun cahaya dari Bumi. Sebelumnya, air paling jauh yang berhasil ditemukan berada di galaksi yang berjarak 7 milyar tahun cahaya dari Bumi. Tanda-tanda keberadaan air ini berhasil ditemukan menggunakan teleskop radio raksasa dengan diameter 100 meter di Effelsberg, Jerman, dan Very Large Array milik National Science Foundation di New Mexico.

imageAir di Orion nebula Spektrum. Para astronom mengamati uap air dalam Orion Molekuler Cloud, interstelar awan gas raksasa terutama terdiri dari molekul hidrogen.. Astrofisikawan telah memprediksi bahwa setiap kali suhu melebihi 200 derajat Fahrenheit, reaksi kimia akan mengkonversi sebagian besar atom oksigen didalam interstellar gas ke dalam air. Dan itulah apa yang diamati di Orion. Konsentrasi tinggi air yang diukur di Orion mungkin memiliki implikasi bagi asal usul air di tata surya. Image harvard.eduAir di Orion nebula Spektrum. Para astronom mengamati uap air dalam Orion Molekuler Cloud, interstelar awan gas raksasa terutama terdiri dari molekul hidrogen.. Astrofisikawan telah memprediksi bahwa setiap kali suhu melebihi 200 derajat Fahrenheit, reaksi kimia akan mengkonversi sebagian besar atom oksigen didalam interstellar gas ke dalam air. Dan itulah apa yang diamati di Orion. Konsentrasi tinggi air yang diukur di Orion mungkin memiliki implikasi bagi asal usul air di tata surya. Image harvard.eduAir di Orion nebula Spektrum. Para astronom mengamati uap air dalam Orion Molekuler Cloud, interstelar awan gas raksasa terutama terdiri dari molekul hidrogen.. Astrofisikawan telah memprediksi bahwa setiap kali suhu melebihi 200 derajat Fahrenheit, reaksi kimia akan mengkonversi sebagian besar atom oksigen didalam interstellar gas ke dalam air. Dan itulah apa yang diamati di Orion. Konsentrasi tinggi air yang diukur di Orion mungkin memiliki implikasi bagi asal usul air di tata surya. Image harvard.edu

Air di Orion nebula Spektrum. Para astronom mengamati uap air dalam Orion Molekuler Cloud, interstelar awan gas raksasa terutama terdiri dari molekul hidrogen.. Astrofisikawan telah memprediksi bahwa setiap kali suhu melebihi 200 derajat Fahrenheit, reaksi kimia akan mengkonversi sebagian besar atom oksigen didalam interstellar gas ke dalam air. Dan itulah apa yang diamati di Orion. Konsentrasi tinggi air yang diukur di Orion mungkin memiliki implikasi bagi asal usul air di tata surya. Image harvard.edu

Air alam semesta selama ini memang telah ditemukan tapi jaraknya belum pernah sejauh in. Oriont nebula dalam gambar diatas berjarak 1,344 tahun cahaya dan Helix nebula hanya berjarak 694,7 tahun cahaya. Komponen yang satu ini ditemukan banyak tersebar di alam semesta dalam bentuk cair, padat, dan gas. Termasuk air galaksi kita maupun di galaksi lainnya.

Quarsar  MG J0414+0534.

Air telah terdeteksi dalam galaksi hasil pengamatan jauh ditepi alam semesta, dikisaran 11 miliar tahun cahaya, dimana sebagai perbandingan umur alam semesta diperkirakan 13,7 milliar tahun cahaya, yang berarti sangat dekat dengan Big Bang – awal dari alam semesta. Penemuan sinyal seperti ini bisa membantu menjabarkan sifat lubang hitam raksasa di alam semesta awal.

imageAwan uap air mengelilingi lubang hitam supermasif disebut quasar terletak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Penemuan ini menunjukkan bahwa air telah lazim di alam semesta selama hampir seluruh keberadaannya, kata para peneliti. Karena cahaya yang kita lihat meninggalkan quasar ini lebih dari 12 miliar tahun yang lalu, kita melihat air yang hadir hanya sekitar 1,6 miliar tahun setelah awal alam semesta. Source: space.com.Awan uap air mengelilingi lubang hitam supermasif disebut quasar terletak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Penemuan ini menunjukkan bahwa air telah lazim di alam semesta selama hampir seluruh keberadaannya, kata para peneliti. Karena cahaya yang kita lihat meninggalkan quasar ini lebih dari 12 miliar tahun yang lalu, kita melihat air yang hadir hanya sekitar 1,6 miliar tahun setelah awal alam semesta. Source: space.com.Awan uap air mengelilingi lubang hitam supermasif disebut quasar terletak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Penemuan ini menunjukkan bahwa air telah lazim di alam semesta selama hampir seluruh keberadaannya, kata para peneliti. Karena cahaya yang kita lihat meninggalkan quasar ini lebih dari 12 miliar tahun yang lalu, kita melihat air yang hadir hanya sekitar 1,6 miliar tahun setelah awal alam semesta. Source: space.com.

Awan uap air mengelilingi lubang hitam supermasif disebut quasar terletak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Penemuan ini menunjukkan bahwa air telah lazim di alam semesta selama hampir seluruh keberadaannya, kata para peneliti. Karena cahaya yang kita lihat meninggalkan quasar ini lebih dari 12 miliar tahun yang lalu, kita melihat air yang hadir hanya sekitar 1,6 miliar tahun setelah awal alam semesta. Source: space.com.

Tanda-tanda adanya air dialam semesta dapat diketahui melalui emisi maser yang berasal dari uap air hangat di dalam quasar yang jauh, quasar adalah lubang hitam supermasif yang memancarkan cahaya yang sangat terang. Galaksi berenergik didukung oleh gas dan debu berputar-putar ke sebuah lubang hitam raksasa.

Galaksi berair atau dikenal dengan nama MG J0414+0534, memiliki quasar di intinya. Pada area di dekat inti, molekul air bertindak sebagai maser (Microwave Amplification by Stimulation Emission of Radiation) – setara microwave sinar laser, dan menguatkan gelombang radio pada frekuensi tertentu.

Penemuan ini mengindikasikan keberadaan maser air raksasa lebih umum terdapat pada saat alam semesta dini dibanding sekarang.

imageQuasar MG J0414 + 0534Quasar MG J0414 + 0534Quasar MG J0414 + 0534

Quasar MG J0414 + 0534

Quasar MG J0414 + 0534, begitu jauh letaknya, cahayanya telah bepergian selama 11,1 miliar tahun untuk mencapai bumi, setelah meninggalkan quasar asal ketika alam semesta baru berusia 2,5 miliar tahun. Pengamatan yang dilakukan sekarang berhasil melihat kondisi MG J0414+0534 saat alam semesta masih berusia 1/6 dari usia sekarang.

سَنُرِيهِمْ ءَايٰتِنَا فِى الْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ ۥ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

[QS. Fussilat: Ayat 53]

Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya kali ini melalui efek Lensa Gravitasi, dari makhluk ciptaan-Nya galaksi.

imagePelensaan gravitasi yang disimulasikan (lubang hitam berlalu di depan galaksi latar). Gambar Wikipedia.Pelensaan gravitasi yang disimulasikan (lubang hitam berlalu di depan galaksi latar). Gambar Wikipedia.Pelensaan gravitasi yang disimulasikan (lubang hitam berlalu di depan galaksi latar). Gambar Wikipedia.

Pelensaan gravitasi yang disimulasikan (lubang hitam berlalu di depan galaksi latar). Gambar Wikipedia.

هُوَ الَّذِى يُرِيكُمْ ءَايٰتِهِۦ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ رِزْقًا ۚ وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ
Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan)-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu. Dan tidak lain yang mendapat pelajaran hanyalah orang-orang yang kembali (kepada Allah).
[QS. Ghafir: Ayat 13]

Pada dasarnya di galaksi yang jaraknya sangat jauh ini, penguatan gelombang radio dengan tingkat terkuat yang dilakukan oleh maserpun tidak akan cukup kuat untuk bisa dideteksi oleh teleskop radio. Namun, para ilmuwan justru mendapat bantuan melalui alam dalam bentuk galaksi lain yang berjarak hampir 8 milyar tahun cahaya yang berada di garis pengamatan MG J0414+0534 dan Bumi. Gravitasi galaksi tersebut berperan sebagai lensa yang membuat galaksi jauh itu lebih terang dan pancarian molekul air jadi tampak oleh teleskop radio. Teleskop kosmik tersebut mereduksi waktu yang dibutuhkan untuk dapat mendeteksi air dalam faktor sekitar 1000… Subhanallah.

image
Sebuah galaksi latar mendistorsi quasar MG J0414 + 0534 menjadi empat gambar; dua mengungkapkan emisi maser air. Dilihat dari dekat, quasar yang mungkin terlihat mirip dengan galaksi M87 (inset di kanan bawah) (Ilustrasi: Data Milde Ilmu Komunikasi / HST Arsip / CFHT / J-C Cuillandre / Coelum)


Sebuah galaksi latar mendistorsi quasar MG J0414 + 0534 menjadi empat gambar; dua mengungkapkan emisi maser air. Dilihat dari dekat, quasar yang mungkin terlihat mirip dengan galaksi M87 (inset di kanan bawah) (Ilustrasi: Data Milde Ilmu Komunikasi / HST Arsip / CFHT / J-C Cuillandre / Coelum)

Sinyal air pertama kali dideteksi oleh teleskop Effelsberg dan kemudian digunakan VLA untuk mempertajam kemampuan pencitraan yang bisa mengkonfirmasi asal galaksinya. Keberadaan lensa gravitasi memberikan 4 citra MG J0414+0534 yang terlihat dari Bumi. Dengan VLA, para peneliti bisa menemukan gelombang radio yang spesifik yang menyatakan keberadaan air pada 2 citra terang yang dihasilkan. Dua citra lainnya terlampau lemah untuk bisa dideteksi keberadaan sinyal airnya. Frekuensi yang dipancarkan molekul air merupakan pergeseran Doppler akibat pengembangan alam semesta mulai dari 2,2 GHx hingga 6,1 GHz.

Air yang bertindak sebagai maser sudah ditemukan pada sejumlah galaksi yang jaraknya dekat. Biasanya, air diperkirakan berada dalam piringan molekul yang mengorbit lubang hitam supermasif pada jarak yang sangat dekat di inti galaksi. Pancaran gelombang radio yang mengalami penguatan biasanya akan teramati saat piringan tampak dari samping dan terlihat tepiannya. Namun, ternyata orientasi galaksi MG J0414+0534 saling berhadapan dengan Bumi. Dengan demikian, molekul air yang kita lihat dalam maser bukan di dalam piringan melainkan dalam materi yang terlontar sebagai akibat lontaran gravitasi lubang hitam dari orbitnya. Materi yang terlontar tersebut bergerak dalam kecepatan yang sangat cepat.

Air dan kehidupan diluarangkasa.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوٓا أَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?
[QS. Al-Anbiya: Ayat 30]

Pertanyaan lanjutan yang seterusnya kita ajukan adalah, “Jika memang air adalah sumber kehidupan dan keberadaannya tersebar di alam semesta yang luas ini, apakah kehidupan lain juga bisa ditemukan selain yang ada di bumi??”.

Marilah kita berspekulasi dan berteori berdasarkan dengan apa yang kita yakini. Jawabannya bisa berupa “Ya” bisa juga “Tidak”. Misterinya sudah mulai menyentuh dimensi di luar 3 dimensi kita. Yang pasti dari penelitian para ilmuwan, Komponen yang menjadi awal sebuah kehidupan yaitu air, juga terdapat di berbagai sudut galaksi di alam semesta yang maha luas ini.

APM 08.279 + 5255.

Penemuan terbaru lain juga dicapai oleh astronom dari NASA, yang telah menemukan reservoir massa air sangat besar dan tua diluar angkasa, terbesar dan tertua yang pernah terdeteksi – raksasa, awan 12-miliar-tahun menyimpan 140 triliun kali lebih banyak air daripada semua lautan bumi digabung.

imageQuasar yang basah kuyup dalam Uap Air.
Konsep artis menggambarkan Quasar, atau pemberian makan lubang hitam, mirip dengan APM 08.279 + 5255, di mana para astronom menemukan jumlah besar uap air. Gas dan debu kemungkinan membentuk torus di sekitar pusat lubang hitam, dengan awan gas bermuatan diatas dan dibawah. APM 08.279 + 5255 adalah 12 miliar tahun cahaya quasar yang berada jauh di konstelasi Lynx. Gambar kredit: NASA / ESA

Quasar yang basah kuyup dalam Uap Air.
Konsep artis menggambarkan Quasar, atau pemberian makan lubang hitam, mirip dengan APM 08.279 + 5255, di mana para astronom menemukan jumlah besar uap air. Gas dan debu kemungkinan membentuk torus di sekitar pusat lubang hitam, dengan awan gas bermuatan diatas dan dibawah. APM 08.279 + 5255 adalah 12 miliar tahun cahaya quasar yang berada jauh di konstelasi Lynx. Gambar kredit: NASA / ESA

Air berada diawan disekitar lubang hitam besar yang sedang dalam proses menghisap materi dan menyemprot keluar energi (lubang hitam aktif seperti ini disebut quasar), dan lubang hitam melepas gelombang energi membuat air dengan secara harfiah mengetuk hidrogen dan atom oksigen secara bersamaan menjadi air.

Fenomena ini menjadi bukti sebuah quasar tunggal memiliki kemampuan untuk memproduksi galaksi penuh air.

imagePerbandingan spektrum air Mrk 231 dengan yang di APM 08.279 + 5255, yang diukur dengan Z-Spec. Bradford et al. (2011).Perbandingan spektrum air Mrk 231 dengan yang di APM 08.279 + 5255, yang diukur dengan Z-Spec. Bradford et al. (2011).Perbandingan spektrum air Mrk 231 dengan yang di APM 08.279 + 5255, yang diukur dengan Z-Spec. Bradford et al. (2011).

Perbandingan spektrum air Mrk 231 dengan yang di APM 08.279 + 5255, yang diukur dengan Z-Spec. Bradford et al. (2011).

Dalam sebuah galaksi khas seperti Bima Sakti, sebagian besar air beku seperti es. Dalam kasus APM 08.279 + 5255, jumlah besar energi yang dikeluarkan terus oleh quasar adalah air di fase gas nya. Air-es sublimates menjadi uap air ketika dipanaskan di atas ~ 100 K. Faktanya, uap air di APM 08.279 + 5255 yang diamati memiliki suhu berkisar 100-650 K. Massa uap air berenergi yang sangat aktiv terus mendingin; menghasilkan pengamatan pendinginan luminositas total minimal ~ 6,5 miliar kali Matahari luminositas. Penemuan ini menunjukkan bahwa air adalah umum di seluruh alam semesta dan dapat terjadi pada massa ginormous bahkan diawal alam semesta.

imageGeometri sebuah torus. Credit: WikipediaGeometri sebuah torus. Credit: WikipediaGeometri sebuah torus. Credit: Wikipedia

Geometri sebuah torus. Credit: Wikipedia

Yang menakjubkan adalah usia pabrik air tersebut. Kedua tim astrofisikawan yang menemukan quasar, mencari diruang yang berjarak 12 miliar tahun cahaya. Artinya mereka juga melihat kembali mundur ke masa 12 miliar tahun silam, ketika alam semesta itu sendiri baru berusia 1,6 miliar tahun. Mereka sedang mengamati air di masa awal terbentuknya alam semesta yang terdeteksi, berarti dapat dikatakan, air adalah salah satu zat yang pertama kali dibentuk, dibuat di masa lalu dalam bilangan volume galaktic . Penemuan ini menunjukkan bahwa air telah lazim di alam semesta selama hampir seluruh keberadaannya, kata para peneliti. Rekan penulis studi Alberto Bolatto, dari University of Maryland, dalam sebuah pernyataan. “penemuan ini mendorong deteksi air satu miliar tahun lebih dekat dengan Big Bang daripada penemuan sebelumnya”. Kekuatan kreatif yang ada dalam air dapat membentuk geologi, iklim dan biologi, … sangat dramatis.

imageThe illustration shows the distribution of dark matter, massive halos, and luminous quasars in a simulation of the early universe, shown 1.6 billion years after the Big Bang. Gray-colored filamentary structure shows the distribution of dark matter; small white circles mark concentrated ‘halos’ of dark matter more massive than 3 trillion times the mass of the sun; larger, blue circles mark the most massive halos, more than 7 trillion times of the sun, which host the most luminous quasars. The strong clustering of the quasars in the SDSS sample demonstrates that they reside in these rare, very massive halos. The box shown is 360 million light years across.
Credit: Paul Bode and Yue Shen, Princeton University.

The illustration shows the distribution of dark matter, massive halos, and luminous quasars in a simulation of the early universe, shown 1.6 billion years after the Big Bang. Gray-colored filamentary structure shows the distribution of dark matter; small white circles mark concentrated 'halos' of dark matter more massive than 3 trillion times the mass of the sun; larger, blue circles mark the most massive halos, more than 7 trillion times of the sun, which host the most luminous quasars. The strong clustering of the quasars in the SDSS sample demonstrates that they reside in these rare, very massive halos. The box shown is 360 million light years across.
Credit: Paul Bode and Yue Shen, Princeton University.

Wallahu a’lam.

Sumber :
Space.com.
http://langitselatan.com/
Wikipedia
Dan lain lain.