Tag

, , , ,

image

Kisah tentang kerajaan Nabi Sulaiman telah menjadi cerita yang menarik dan lestari dari generasi ke generasi. Al Quran telah menceritakan secara detail, akan tetapi kita tidak mampu memahami sepenuhnya inti pesan yang Allah sampaikan melalui ayat ayat itu.

Tidak sedikit dari kita yang hanya menceritakan kembali cerita cerita yang kita dengar dari orang dahulu, tanpa meneliti kembali bagian bagian penting dari kisah tersebut. Sehingga dapat dihindari dan melepaskan diri dari kesalahan yang mungkin diwariskan secara turun menurun.

Bagian yang cukup penting yang perlu kita teliti adalah siapa yang telah berhasil memindahkan singgasana Ratu Saba’ ke dalam istana nabi Sulaiman.

Sebagian dari kita mungkin telah mendapat cerita bahwa yang telah memindahkan singgsana itu adalah jin Ifrit, karena dia dikenal sebagai jin yang cerdik dan kuat fisik. Akan tetapi, mari kita perhatikan ayat Al Quran 27:38-41 yang menceritakan tentang hal ini.
image

27:38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

image

27:39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

image

27:40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

image

27:41. Dia berkata: “Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal (nya)”.
image

27:42. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”.

Ayat tersebut diatas jelas menyatakan bahwa yang membawa singgasana ke istana Sulaiman bukan jin Ifrit, karena dia kalah cepat dan cerdik oleh hamba Allah yang soleh yang memiliki ilmu dari Kitab. Hamba Allah itu mampu memindahkan singgasana dengan izin Allah kehadapan Nabi Sulaiman sebelum dia mengedipkan mata. Sedangkan Ifrit hanya mampu memindahkan singgasananya kehadapan nabi Sulaiman sebelum dia bangkit dari tempat duduknya.

Peristiwa tersebut menggambarkan keunggulan manusia terhadap makhluk Allah lainnya, termasuk bangsa Jin. Hamba Allah yng meindahkan singgasana tersebut digambarkan dengan kata alladzi ‘indahû ‘ilmun minal kitâb (yang mempunyai ilmu dari kitab). Silahkan mengamati kata kata tersebut dan cobalah cerna, apa pesan yang Allah ingin sampaikan kepada kita melalui peristiwa itu.
image

Hamba Allah tersebut telah membawa singgasana dengan berat ratusan kilogram dengan menempuh jarak antara negeri Ratu Saba’ yang berada disekitar wilayah Yaman ke negeri nabi Sulaiman yang berada sekitar wilayah Yerusalem (sekitar 4.044 km) dalam jangka waktu kurang dari satu kedipan mata.

Apakah itu merupakan mujizat ? Atau karomah? Atau merupakan kemajuan teknologi transportasi yang telah ada pada masa itu? Redaksi pada ayat tersebut sangat jelas menyatakan bahwa hamba Allah teresebut memiliki ilmu yang digali dari kitab, alladzi ‘indahû ‘ilmun minal kitâb (yang mempunyai ilmu dari kitab). Sehingga dengan ilmu itu dia mampu melakukannya. Dalam tafsir Ibn Kathir disebutkan hamba Allah tersebut bernama Asif bin Barkhiya’ yang mengetahui Nama Nama Besar Allah swt.

Sehingga Nabi Sulaiman sangat bangga dengan apa yang dilakukan hambanya tersebut dan mengucapkan: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Apakah teknologi transportasi masa kini sudah ada yang mempunyai kemampuan seperti itu?
image

Diatas adalah illustrasi kecepatan kedipan mata yang diperlambat atau “slow motion”. Per menit mata manusia berkedip sekitar 10 sampai 15 kali, atau setiap 4 sampai 6 detik dengan kecepatan rata rata sekitar 300 sampai 400 Millidetik.

Allah swt memberikan suatu stimulasi untuk kita mau mempelajari dan meneliti ilmu pengetahuan hanya dalam beberapa ayat. Menyingkap suatu disiplin ilmu yang belum terungkap agar bisa memberi manfaat untuk manusia.

Pada setiap ayat tersebut diatas, Allah swt. selalu menyertai pemberitahuan bahwa tidak ada sesuatupun di jagat raya ini yang tidak dalam kendali-Nya. Dan kepada Allah swt. juga kita kembali dan bertanggung jawab.