image

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan

“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang berpengetahuan dengan orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS Az-Zumar Ayat 9).

Potongan dari ayat di atas adalah salah-satu bentuk teguran Allah SWT agar manusia senantiasa mempelajari ilmu pengetahuan (sains) terutama yang tertuang dalam sabda Allah di Al Qur’an. Ayat tersebut juga merupakan penekanan atas keunggulan ‘orang alim’ yang memiliki Ilmu pengetahuan.

Seharusnya teguran-teguran seperti itu membuat masyarakat muslim menyadari betapa pentingnya mempelajari sains, juga menjadi sebuah pendorong untuk lebih berfikir secara ilmiah.

Allah memberikan petunjuk pada manusia untuk terus menggali Ilmu pengetahuan dan rahasia-rahasia alam semesta yang menggambarkan kebesaranNya. Semua itu dijelaskan dalam Al Qur’an.

Sebagai contoh: Allah berfirman,

”Dan sesungguhnya telah kami ciptakan manusia dari saripati tanah, kemudian kami jadikan saripati itu tersimpan di dalam tempat yang kokoh. Kemudian kami dari saripati itu segumpal darah. Maka kami ciptakan dari segumpal darah itu segumpal daging. Maka kami ciptakan dari daging itu, tulang-belulang dan kami bungkus tulang belulang itu dengan daging, kemudian Kami jadikan dia mahluk dalam bentuk lain. Maka maha Sucilah Allah. Pencipta yang paling baik.” (QS Al Mukminun 39: Ayat 12-14)

Surat Al Mukminun itu jika kita telaah lebih jauh, sebenarnya menjelaskan tentang proses terciptanya manusia, dari proses pembuahan hingga perkembangan janin di dalam rahim yang sampai saat ini dipakai dunia kedokteran untuk menjelaskan pertumbuhan bayi dalam rahim. Sungguh Allah Mahabesar, dan mengetahui apa seisi langit dan bumi.

Sebelum orang-orang Eropa berhasil mengungkap dan menjelaskan proses perkembangan janin dalam rahim, Al Qur’an sudah mengatakan hal itu 1500 tahun yang lalu. Di Kitab yang Laa Roiba Fii (Tak ada keraguan di dalamnya) itu juga memuat berbagai pengetahuan lainnya.

Ada penjelasan bagaimana peredaran darah dalam tubuh, masalah perbintangan, rotasi bumi dan ilmu-ilmu fisika. Siklus hujan dan lain sebagainya. Bahkan beberapa ilmuwan dengan tegas menyatakan masuk Islam setelah mereka membuktikan kebenarannya melalui kajian ilmiah.

Maka dari itu, sudah saatnya umat Islam kembali ke Al Qu’ran. Semoga kedepan peradaban kita akan semakin maju, dan Islam akan menyongsong masa emas dan daulah kepemimpinan Islam terwujud. Amin ya robbal a’lamin….