Tag

, , , , , , , , , , , , , ,

image

Surah At-Takwir (Arab: التّكوير , "Menggulung") adalah surah ke-81 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 29 ayat. Dinamakan At Takwiir yang berarti terbelah dari kata dasar kata ‘’kuwwirat’’ yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Ayat-ayat surah at-Takwir disepakati turun keseluruhannya sebelum Nabi berhijrah ke Madinah, yakni Makkiyyah. Dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Sunan at-Tirmidzi, penafsiran kedua ulama itu terhadap ayat-ayat surah ini mereka letakkan di bawah judul surah Idza asy-Syamsu Kuwwirat.

Dalam Sunan at-Tirmidzi dan Ahmad melalui sahabat Nabi saw, Ibn ‘Umar ra., ditemukan bahwa Nabi saw bersabda: “Siapa yang ingin melihat Hari Kiamat bagaikan melihatnya dengan pandangan mata kepala, hendaklah dia membaca Idza asy-Syamsu Kuwwirat, dan Idza as-Sama’ Infatharat, dan Idza as-Sama’ Insyaqqat.

Dengan tiga surah tersebut (at-Takwiral-Infitar dan al-Insyiqaq), seseorang memang dapat membayangkan betapa dahsyatnya peristiwa kiamat nanti. Di ayat keenam surah at-Takwir, Allah Swt berfirman:

81. AT TAKWIR (MENGGULUNG)

81. AT TAKWIR (MENGGULUNG) : 6. Allah SWT berfirman:
“(Dan apabila lautan dinyalakan) lafal ini dapat dibaca Sujjirat, dan Sujirat, artinya dinyalakan sehingga lautan itu menjadi api.”
(Tafsir Al Jalalain QS. At-Takwir 81: Ayat 6)

Ada yang menafsirkan bahwa ayat tersebut menggambarkan phenomena Laut yang meluap (Dep. Agama RI, Yusuf Ali dl.) dan adapula yang menggambar tentang lautan api (Tafsir Misbah, Muhammad Quraish Shihab et. al. Tafsir Ibn Kathir dll.).

wa-idzaa albihaaru sujjirath Bila samudra berubah menjadi lautan api. (Muhammad Quraish Shihab Et Al.)

Ibn Kathir dalam tafsirnya menjelaskan:

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, dari Daud, dari Sa’id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa Ali r.a. bertanya kepada seorang lelaki Yahudi,”Di manakah neraka Jahanam itu?'” Lelaki itu menjawab, “Di laut.” Kemudian Ali berkata, bahwa menurutnya lelaki Yahudi itu benar dalam jawabannya, karena Allah Swt. telah berfirman: dan laut yang di dalam tanahnya ada api. (at-Tur: 6) Dan firman-Nya: dan apabila lautan dipanaskan (At-Takwir: 6)
Ibnu Abbas dan selainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan bahwa Allah mengirimkan angin dabur ke laut. Maka laut menjadi mendidih karenanya, kemudian berubah menjadi api yang menyala-nyala dengan hebatnya. Hal ini telah diterangkan sebelumnya pada tafsir firman Allah Swt.: dan laut yang di dalam tanahnya ada api. {At-Tur: 6)
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain ibnul Junaid, telah menceritakan kepada kami Abu Tahir, telah menceritakan kepadaku Abdul Jabbar ibnu Sulaiman alias Abu Sulaiman An-Naffat seorang syekh yang mirip dengan Malik ibnu Anas, dari Mu’awiyah ibnu Sa’id yang mengatakan bahwa laut ini mengandung berkah, yakni Laut Rum (sekarang Laut Tengah), ia berada di pertengahan bumi, dan semua sungai bermuara kepadanya, juga lautan-lautan yang besar. Sedangkan bagian bawahnya terdapat sumur-sumur yang ditutup dengan tembaga. Maka apabila hari kiamat tiba, laut ini menjadi lautan api. Akan tetapi. asar ini garib lagi aneh.
Di dalam Sunah Abu Daud disebutkan:
“لَا يَرْكَبُ الْبَحْرَ إِلَّا حَاجٌّ أَوْ مُعْتَمِرٌ أَوْ غَازٍ، فَإِنَّ تَحْتَ الْبَحْرِ نَارًا، وَتَحْتَ النَّارِ بَحْرًا” الْحَدِيثَ
Tidaklah laut ditempuh kecuali oleh orang yang pergi berhaji, atau umrah atau berperang. Dan sesungguhnya di bawah laut terdapat api, dan di bawah api terdapat laut lainnya. hingga akhir hadis, yang pembahasannya telah dikemukakan dalam tafsir surat Fathir.
Mujahid dan Al-Hasan ibnu Muslim mengatakan, sujjirat artinya dinyalakan menjadi api. Al-Hasan mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah dikeringkan atau menjadi kering. Ad-Dahhak dan Qatadah mengatakan bahwa airnya menjadi surut, lalu lenyap, hingga tiada setetes air pun yang tersisa padanya. Ad-Dahhak mengatakan pula bahwa makna sujjirat ialah diledakkan. As-Saddi mengatakan, yang dimaksud ialah dibuka dan diubah. Ar-Rabi’ ibnu Khaisam mengatakan bahwa makna sujjirat ialah diluapkan.

Makna bahasa menurut para ulama.

س-ج-ر
Seen-Jeem-Ra

Kata dasar (root) dari kata “sujjirat” adalah “Sajjara”  yg berarti “meluap” (swell, overflow) atau “Sajara” yang berarti “dinyalakan” (burn, fire up, boil). 

ada juga yang mengartikan
to fill (oven) with fuel, heat, burn, fill (with water), stock, groan, pour forth, overflow, drain away, swell, unite. masjur – dry, empty, swollen. sajjara – to become dry/empty.

Para ulama salaf menjelaskan kata “sujjirat” dalam ayat ini berarti: yang dinyalakan dan dibuka (As Sudi), dikeringkan (Al Hasan), dinyalakan (Imam Mujahid, Ad Dhahak) dst. Penjelasan mereka mengacu kepada makna bahasa tidak menjelaskan makna ayat tersebut secara ilmiah, sebuah tafsir yg didukung dengan kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terjemahan dalam berbagai bahasa:

Indonesian (Muhammad Quraish Shihab et al.) : Bila samudra berubah menjadi lautan api.

English (Muhammad Taqi-Ud-Din Al-Hilali And Muhammad Muhsin Khan) : And when the seas shall become as blazing Fire or shall overflow;

Indonesian (Dept. Agama RI) : dan apabila lautan dipanaskan.

Keterangan dari Hadits:

Diriwayatkan dari Al-Mubarak bin Fudhalah, dari Katsir Abi Muhammad, dari Ibnu. Ia berkata mengenai penafsiran ayat di atas, ”Lautan di panaskan sehingga menjadi api.”

Diriwayatkan dari Mujahid dari Mujahid, dari seorang syekh dari suku Bajilah, dari Ibnu ‘Abbas mengenai ayat diatas: Matahari, bulan dan bintang-bintang di gulung menjadi satu dengan lautan. Allah lalu mengutus angin barat dan menginap lautan sehingga menjadi api. (H.R. Ibnu Ad-Dunya dan Ibnu abi Al-Hatim).

Diriwayatkan dari Al-Mubarak bin Fudhalah, dari Katsir Abi Muhammad, dari Ibnu. Ia berkata mengenai penafsiran ayat di atas, Lautan di panaskan sehingga menjadi api.

•••●●●●●•••

Dalam tafsir Ibn Kathir di jelaskan mengenai air yang menyala didalam laut dalam QS. At-Tur 52: Ayat 6

Allah SWT berfirman:

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ
(Dan demi laut yang penuh) penuh airnya.
(QS. At-Tur 52: Ayat 6)

Tafsir Ibn Kathir tafsir QS. at-Tur: 6 dalam bahasa inggrisnya:
(And by the sea that is Masjur.) The majority say it refers to the oceans of the earth. Masjur, means, the sea will be kindled with fire on the Day of Resurrection just as Allah said in another Ayah,
(And when the seas become as blazing fire.)(81:6) i.e., it will be kindled with fire and become a raging fire that surrounds the people in the gathering area, this was reported by Sa`id bin Al-Musayyib from `Ali bin Abi Talib. It was also reported from Ibn `Abbas, and it is the view of Sa`id bin Jubayr, Mujahid, `Abdullah bin `Ubayd bin `Umayr and others. Qatadah said, “Masjur is the `filled sea.” Ibn Jarir preferred this explanation saying, “The sea is not lit with fire now, so it is filled.” Allah’s statement;

•••●●●●●•••

Seperti kita ketahui air terdiri dari unsur Oksigen dan Hidrogen yang mudah terbakar. Dengan dipisahkannya unsur Oksigen dan Hidrogen yang merupakan unsur-unsur kejadian air (samudra) sehingga melahirkan ledakan-ledakan dahsyat lautan dan berubahnya samudra menjadi api.. Adapun makna dipanaskannya lautan mungkin juga yang dimaksud adalah lautan meluap dan memancar sebagaimana dikatakan dalam surat lain ( lihat tafsir surat Al Infithaar ayat 3.)

82. AL INFITHAAR (TERBELAH)

82. AL INFITHAAR (TERBELAH) : 3
(Dan apabila laut-laut dijadikan meluap) maksudnya sebagian bertemu dengan sebagian lainnya sehingga seakan-akan menjadi satu lautan, maka bercampurlah air yang tawar dengan air yang asin.”
(Tafsir Al Jalalain QS. Al-Infitar 82: Ayat 3)

Tafsir QS. Al-Infitar 82: Ayat 3 oleh Ibn Kathir.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian yang lain.
Al-Hasan mengatakan bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian yang lain, lalu lenyaplah airnya.
Qatadah mengatakan bahwa airnya yang tawar bercampur baur dengan airnya yang asin. Menurut Al-Kalabi, makna yang dimaksud ialah meluap.

English: Muhammad Taqi-Ud-Din Al-Hilali And Muhammad Muhsin Khan: And when the seas are burst forth (got dried up);

Indonesian: Muhammad Quraish Shihab Et Al.: Bila seluruh lautan dibuka dengan dihilangkan batasan-batasanya.

Ayat-ayat ini adalah gambaran tentang keadaan pada Hari Kiamat apabila tiupan sangkakala berlaku. Apabila kita menghayati dan meneliti ayat-ayat di dalam surah ini, gambaran Hari Kiamat sungguh dahsyat.

Di dalam surah al-Infitar ayat 3 ini, Imam Fakhr al-Din al-Razi menjelaskan bahwa ia membawa kepada beberapa pengertian :
Pertama, ia menunjukkan bahawa laut-laut pada ketika itu meletup dengan meleraikan sempadan-sempadan yang wujud di antara laut-laut tersebut yang diciptakan Allah s.w.t. Laut-laut itu bersatu kerana sudah tiada sempadan lagi antaranya, kemudian berlaku goncangan dan gempa bumi untuk menghancurkan alam ini.
Kedua, pada asalnya air laut berada dalam keadaan tenang, dan apabila menjadi pecah menyebabkan ia akan meletup dan air-air laut mengalir dalam keadaan tidak teratur.
Ketiga, laut-laut tersebut akan berubah keadaannya, sama ada rupa asalnya dan ciri-cirinya.
Ayat-ayat ini menggambarkan bagaimana proses kehancuran alam ini yang berlaku pada laut-laut di dunia. Bermula dari surah al-Takwir ayat 6 kemudian surah al-Infitar ayat 3.

‘Abdullah Yusuf ‘Ali menterjemahkan al-Takwir ayat 6 adalah “When the ocean boil over with a swell” yang bermaksud “Dan apabila lautan meledak dan memecah dengan satu gelombang besar,” dan al-Infitar ayat 3 dengan “When the ocean are suffered to burst forth,” yang bermaksud “Dan apabila lautan mengalami tekanan untuk meledak keluar.” Daripada terjemahan beliau pada kedua ayat ini, dapatlah digambarkan bahawa keadaan Kiamat adalah sangat menggerunkan dan penuh gegak gempita.
Nota : Terjemahan perkataan al-Bihar pada kedua ayat berkenaan kepada ‘ocean’ adalah kurang tepat. Perkataan al-Bihar adalah kata jamak atau plural bagi al-Bahr. Manakala ‘ocean’ adalah bermaksud ‘lautan’. Lautan dalam Bahasa Arab disebut sebagai al-Muhit. Justeru, terjemahan lebih tepat adalah ‘seas’.

Apabila pembahasan para ulama diatas tadi mengacu pada makna bahasa dalam ayat ayat Al Quran tidak menjelaskan secara ilmiah, bagaimana dengan ilmu pengetahuan modern, apakah ada penemuan ilmiah yang mengkonfirmasikan ayat ayat Al Quran tersebut ?

Kesimpulan diatas kemungkinan adalah AIR LAUT TERBAKAR setelah melalui kondisi dipanaskan, meluap, tercampur dsbnya.

Wallahu a’lam bishawab.

Air Laut sebagai bahan Bakar.

image

Anda mungkin pernah mendengar tentang sebuah penemuan untuk membuat bahan bakar alternatif dari air garam.

Seorang peneliti John Kanzius berhasil memproduksi serta membakar Hydrogen dari air laut / air asin dengan menggunakan gelombang radio, di bawah kondisi yang tepat, air garam bisa terbakar pada suhu tinggi. Selain itu, gelombang radio generator  yang sama dapat juga digunakan untuk membunuh sell2 kanker.
.

‘Perjalanan Kanzius menuju inspirasi kejutan dimulai dengan leukemia diagnosis pada tahun 2003. Dihadapkan dengan prospek yang melemahkan kemoterapi , ia memutuskan mencoba untuk menemukan cara alternatif yang lebih baik untuk menghancurkan sel-sel kanker. Apa yang ditemukannya adalah radio frekuensi generator (RFG), sebuah mesin yang menghasilkan gelombang radio dan berfokus ke area terkonsentrasi. Kanzius menggunakan RFG untuk memanaskan partikel logam kecil yang dimasukkan ke dalam tumor, menghancurkan tumor tanpa merugikan sel normal.

Penguapan dan desalinasi air laut.

Selama demonstrasi dari RFG, dalam pengamatnya dia melihat bahwa alat itu menyebabkan air dalam tabung tes terdekat mengembun atau menguap (condensed). Dia lalu berfikir jika RFG dapat membuat air menguap, maka secara teoritis alat tersebut dapat juga digunakam sebagai alat untuk memisahkan garam dari air laut. Kemudian dia berkonsentrasi untuk membuat alat RFG tersebut dapat digunakan untuk desalinisasi air garam. Sebuah cara yang efektif menghilangkan garam dari air laut.

Pengapian air laut.

Fenomena air asin terjadi secara tidak sengaja ketika seorang asisten adalah membombardir tabung reaksi penuh garam dengan gelombang radio dan mengarah ketabung, menyebabkan flash kecil. Penasaran, Kanzius menyalakan korek. “Air menyala seperti api propana,” kenangnya.

image

Selama test pertama, dia melihat efek samping yang mengejutkan. Ketika ia menggunakan alat RFG tersebut pada tabung reaksi yg diisi dengan air laut, air laut tersebut terbakar. Ini bukan reaksi normal air. Kanzius mencoba tes lagi, namun tabung tersebut tetap terbakar selama alat tersebut RFG dinyalakan.

Cara Burn Saltwater sebagai Bahan Bakar

Penn State University materials scientist Rustum Roy berpikir natrium klorida dalam air dapat melemahkan ikatan antara oksigen dan hidrogen atom, yang rusak bebas oleh gelombang radio. Ini molekul gas tersebut yang memicu, ia menjelaskan, tidak cairan itu sendiri. Pengujian menunjukkan bahwa reaksi menghilang setelah gelombang radio berhenti.

image

Berikut caranya penemu John Kanzius berhasil membakar air asin untuk menghasilkan tenaga.
1. Sebuah generator memancarkan gelombang radio 14-megahertz.
2. Gelombang membombardir larutan garam meja biasa dan air atau air laut.
3. Apa yang terjadi selanjutnya tetap menjadi misteri, tetapi satu teori berpendapat bahwa natrium klorida dapat melemahkan ikatan kuat antara oksigen dan atom hidrogen dalam air. gelombang radio memutuskan ikatan molekul dan membebaskan molekul gas hidrogen yang mudah terbakar.
4. Sebuah match ignites hidrogen, menghasilkan api yang intens.
5. kekuatan panas yang dihasilkan berupa sebuah mesin sederhana.

Berikut demonstrasi videonya.

Methode lain cara membakar air.

Seandainya kita tahu banyak tentang Al Quran mungkin kita tidakengalami krisis energi. Al Quran telah menceritakan fenomena ini 1400 tahun lalu.

Waallahu a’lam bishawab.

Hikmah ayat.

Surat At Takwir mengabarkan tentang kejadian hari kiamat, tapi dimana lektak manfaatnya untuk manusia, dimana seluruh makhluk tidak mungkin survive.

Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِى خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوٰىٓ إِلَى السَّمَآءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 29)

Berikut beberapa teknologi yang menggunakan air laut.

Salt-Water Powered Car Mendapat Persetujuan Di Eropa – sebuah kenyataan dari dunia otomotiv.

■ Energi terbarukan. Alat tersebut dapat mengextrakt hydrogen dari air laut yang diperlukan sebagai bahan bakar motor hydrogen. Dan menjadi solusi kelangkaan bahan bakar didunia maritim Indonesia sebagai negara maritim transportasi antar pulau terwujud dengan baik.

■ Hyrdrogen sebagai pembangkit listrik terbarukan.

image

■ Selain berguna dibidang kedokteran juga teknologi ini juga bermanfaat untuk proses destilasi air bersih / minum mudah dibangun dipulau2 terpencil.

UPDATE 2017 : Tanda kiamat yang terjadi di Saudi Arabia.

image

Sebuah fenomena aneh terjadi di Timur Tengah. Di sebuah padang tandus, keluar air disertai dengan api. Orang-orang heram dan merekamnya. Videonya pun viral di media sosial.

Lebih lengkapnya klik link ini untuk melihat videonya.

Sumber:

Salt Water Can “Burn,” Scientist Confirms
SALT-WATER POWERED CAR GETS APPROVAL IN EUROPE – YES IT’S REAL

______________________________________

Patut dilihat.
http://kembaramakna.blogspot.com/2012/06/tsunami-di-dalam-al-quran.html.

Iklan