Tag

, , , , , , ,

Masjid Patimburak di Fakfak, Papua Barat, menandai hadirnya Islam di tanah Papua sejak tahun 1700 lampau.

Banyak yang mengira Islam adalah agama ‘pendatang’ di Papua. Tak sedikit pula yang menyebut Nuu Waar (Papua) identik dengan Kristen.

Padahal, kenyataannya orang asli Papua yang beragama Islam sangat banyak. Islam juga punya sejarah panjang di Bumi Cenderawasih, bahkan agama Allah ini datang lebih dulu ketimbang Kristen.

Sejumlah literatur menyebut, Islam pertama kali mendarat di Papua pada sekitar 1200 M ketika Putra Mahkota Kerajaan Melaka, Sultan Iskandar Syah, mengirimkan sejumlah mubaligh untuk menyebarkan Islam di Papua melalui Teluk Bernuer.

Ketika itu, Islam menghapuskan kepercayaan animisme yang masih dianut rakyat Papua dan menggantinya dengan konsep keIlahian.

Versi lain yang dikemukakan sejumlah ahli sejarah menyebut, Islam bahkan telah sampai di Papua sejak zaman Kerajaan Majapahit. Pada masa itu, Islam dibawa oleh para pedagang dan saudagar Muslim. Papua diketahui sebagai jalur perdagangan mereka.

Sejumlah kerajaan yang berkuasa di kawasan Indonesia timur juga dianggap memiliki andil dalam penyebaran Islam di daerah tersebut, seperti Kerajaan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Selanjutnya, sejumlah kerajaan yang ada di Papua pun meng anut Islam. Mereka adalah Kerajaan Waigeo, Misool, Salawati, Sailolof, Sekar, dan Patipi.

Islam di Papua juga dikaitkan dengan seorang bernama Aria Way yang memeluk Islam pada 1420. Setelah menjadi Muslim, dia mengganti namanya menjadi Samay.

Sosok Samay diyakini memiliki kaitan erat dengan keberadaan Islam di Tunas Gain, Papua. Selain itu, tersembul pula fakta tentang kehadiran mubaligh dari Aceh bernama Abdul Ghaffar di Fatagar Lama, Kampung Rumbati, Fakfak, pada 8 Agustus 1360.