Tag

, , ,

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Setiap benda yang terlihat tidak berarti bahwa benda itu saja yang eksis. Akan tetapi apa yang kita lihat adalah merupakan batasan dari kemampuan daya lihat kita. Karenanya, apa yang tidak dapat dilihat oleh mata luar adalah bukti keterbatasan kemampuan kita.Selain itu, juga merupakan bukti kekurangan manusia dan kemustahilan dirinya untuk mengetahui semua hal yang tidak dilihatnya, kecuali jika Allah SWT berkehendak untuk memperlihatkannya.Untuk dapat melihat setiap benda di jagad raya ini, kita harus berada pada suatu tempat yang memungkinkan kita untuk melihatnya, sehingga posisi benda itu berada pada hitungan jarak yang dekat dan tidak terlalu jauh. Karena kalau jaraknya jauh, seperti halnya benda-benda langit, kita tidak akan dapat melihatnya.

Disamping itu, benda tersebut harus memiliki besaran yang memungkinkan kita untuk melihatnya dengan mata luar kita. Karenanya kita tidak bisa melihat elektron dan proton yang terdapat pada nuklir, disebabkan bentuknya yang sangat kecil.

Dengan kemajuan sains, dewasa ini, manusia telah dapat mengatasi sebagian dari problema keterbatasan pandangannya, misalnya, dengan diciptakannya teleskop. Dengan alat bantu ini, manusia mampu untuk melihat benda yang berada pada jarak yang sangat jauh. Contoh lain, ditemukannya mikroskop yang digunakan untuk melihat benda yang berukuran sangat kecil.

Akan tetapi dengan adanya alat bantu ini, tidak dapat dipastikan bahwa manusia dapat melihat semua benda di alam raya ini, baik yang berjarak jauh maupun yang berukuran kecil. Karena di luar yang dapat mereka lihat dengan bantuan alat-alat canggih ini, akan tetap tersisa, banyak benda yang berjarak jauh dan berukuran kecil yang belum dapat dilihat oleh mereka.

Kalau sekiranya, manusia pada beberapa dekade ini telah banyak menemukan berbagai benda yang sebelumnya tidak dapat terlihat dengan jelas, namun berkat teknologi yang ditemukannya, mereka berhasil melihatnya.

Maka Al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu telah memberikan petunjuknya berkaitan dengan benda yang tidak bisa terlihat, sebagaimana yang terdapat dalam surah Al-Haqqah ayat 38-39. Allah SWT berfirman: “Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.”