Tag

,

Ingin tahu tafsir Al-Qur’an? Sebarapa penting ilmu ini dan
keutamaan-keutamaannya? Artikel berikut akan membahas pengantar dari
macam-macam ilmu Tafsir Al-Qur’an.

Sesungguhnya hal yang paling berhak diperhatikan ilmunya dan dicapai
puncak ma’rifatnya, adalah ilmu yang diridhoi Alah dan yang menunjukkan
jalan yang benar kepada pemiliknya. Yang itu semua terdapat dalam
Kitabullah, yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Turun
dari-Nya tanpa kebimbangan di dalamnya.

Setiap pembacanya akan menemukan gudang yang berlimpah dan pahala
yang agung. Tidak ada kebatilan di hadapan dan di belakangnya.
Diturunkan oleh Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.

Dialah Al-Qur’an yang merupakan tali Allah yang kokoh, peringatan
yang penuh hikmah, halan yang lurus, tidak diselewengkan oleh hawa
nafsu, tidak tercampur lisan-lisan manusia, tak usang walau
diulang-ulang, tidak habis keajaibannya, tidak puas-puasnya para ulama mengambil
kandungannya.

Barangsiapa yang berucap dengannya akan benar, barangsiapa yang
mengamalkannya
dijanjikan dengan pahala, barangsiapa yang berhukum dengannya akan
adil, barangsiapa yang menyeru kepadanya akan ditunjukkan oleh Allah
ke jalan yang lurus, barangisapa yang meninggalkannya karena kesombongan
akan dibinasakan oleh Allah dan barangsiapa yang mencari petunjuk
selainnya akan disesatkan oleh Allah. Allah berfirman,

Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku lalu barangsiapa yang
mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan
barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang amat sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada
hari kiamat dalam keadaan buta.

Berkatalah ia, “Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku
dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah orang yang melihat?”.

Allah berfirnan, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat
Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini, kamupun
dilupakan.” (QS. Thoha: 123 – 126)
HREF=”#foot21″>1


Pentingnya Ilmu Tafsir

Tidaklah Allah menurunkan Al-Qur’an Al-Karim kepada manusia melainkan
agar mereka memahaminya, memikirkan dan mengamalkannya. Allah Ta’ala
berfirman,

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shod: 29)

Ibnu Jarir Ath-Thobari berkata,

Di dalam hasungan Allah kepada hamba-hamba-Nya agar mereka mengambil
ibroh dari ayat-ayat Al-Qur’an terpadat perintah yang mewajibkan mereka
mengetahui tafsir ayat-ayat yang mampu diketahui oleh manusia.
HREF=”#foot28″>2

Ibnu Mas’ud berkata,

Sungguh seseorang di antara kami (sahabat) jika mempelajari sepuluh
ayat dari Al-Qur’an tidak akan melampauinya sampai dia mengetahui
maknanya dan mengamalkannya.
HREF=”#foot31″>3

Dan merupakan hal yang dimaklumi bahwa yang dimaksud dengan setiap
perkataan adalah pemahaman makna-maknanya, bukan sekedar lafadznya.
Maka Al-Qur’an lebih berhak untuk dipahami daripada semua perkataan.

HREF=”#foot33″>4

Sa’id bin Jubair berkata,

Barangsiapa membaca Al-Qur’an kemudian tidak tahu tafsirnya, maka
seakan-akan dia seperti orang buta atau orang badui (Arab gunung).

HREF=”#foot35″>5

Dan Allah telah mencela ahli kitab karena mereka berpaling dari
kitabullah
yang diturunkan kepada mereka. Mereka sibuk mengurusi dunia dan
mengumpulkannya.
Maka wajib bagi kita kaum muslimin untuk berhenti dari apa yang dicela
oleh Allah dan melaksanakan perintah-Nya untuk mempelajari kitabullah
dan memahaminya. Allah berfirnan,

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk
hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun
(kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang
sebelumnya
telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang
panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan
di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al-Hadid:
16)

Imam Suyuthi berkata, “Para ulama telah sepakat bahwa ilmu
tafsir termasuk dari fardhu-fardhu kifayah.”
HREF=”#foot42″>6

Dengan ungkapan senada, Al-Anshori berkata, “Pekerjaan yang
paling mulia untuk digeluti manusia adalah tafsir Al-Qur’an.”

HREF=”#foot45″>7


Catatan Kaki


HREF=”#tex2html1″>1
Majmu’ Fatawa 13/330.


HREF=”#tex2html2″>2
Tafsir Thobari: 1/161.


HREF=”#tex2html3″>3
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya 1/60 dengan sanad yang
shahih.


HREF=”#tex2html4″>4
Majmu’ Fatawa: 13/332.


HREF=”#tex2html5″>5
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya 1/60 dengan sanad
hasan.


HREF=”#tex2html6″>6
Al-Itqon fi Ulumil Qur’an: 2/385.


HREF=”#tex2html7″>7
Dinukil oleh Suyuthi dalam Al-Itqon: 2/386.


Dikutip dari majalah Al Furqon 01/II/1424H hal 16 – 17