Oleh : Hakimi

Kitab Suci AlquranHuruf-huruf yang dipakai sebagai Ayat Mutasyabbihat itu ada 14, yaitu : alif, lam, mim, shad, ra, kaf, Ha, ya, ‘ain, tha, sin, ha, qaf, dan nun. Huruf-huruf tersebut dipakai sebagai Ayat Mutasyabbihat di 29 surat Alquran, yaitu surat ke : 2, 3, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68.

Ke 29 nomor surat-surat itu ada 17 yang merupakan bilangan genap, dan 12 yang merupakan bilangan ganjil. Dan dari 29 nomor surat itu ada 10 bilangan prima yang dipakai, yaitu : 2, 3, 7, 11, 13, 19, 29, 31, 41, 43. Jika bilangan prima ini kita kelompokkan sbb : (2, 3, 7) lalu (11, 13) lalu (19, 29) lalu (31, 41) maka jumlah angka-angka pada pengelompokan itu adalah 12, 24, 48, 72.

Terlihat bahwa 4 bilangan penjumlahan itu semuanya merupakan kelipatan 12. Dan dari ke 10 bilangan prima itu tersisa sebuah bilangan yaitu 43. Bilangan 43 ini jika dibaca sebagai “empat tiga” maka 4 dan 3 ini sama dengan jumlah huruf nun dan mim pada akhir ayat-ayat Surat Alfatihah, dan sama dengan kebalikan 114 basis 5 jika didesimalkan.

Caranya ialah : 1×5pangkat 2 + 1 x 5 pangkat 1 + 4 x 5 pangkat 0 = 25 + 5 + 4 = 34 > 43.

Jika hal ini merupakan “kebetulan” alangkah banyaknya “kebetulan” dalam Al-Quran (dan Al-Quran tidak akan mengajar teori “kebetulan.” Dan jika ini “bukan kebetulan,” bukan tidak ada arti Mutasyabbihat/yang disamarkan di dalamnya).