macam-macam air dan pembagiannya

Jenis jenis Air

1. Air yang suci dan menyucikan

yaitu air yang jatuh dari langit dan memancar dari bumi, di antaranya :
a. Air hujan
b. Air laut
c. Air sumur
d. Air salju yang mencair
e. Air embun
f. Air yang keluar dari mata air.
Firman Allah Swtوينزل عليكم من السمآء ليطهركم به

” Dan Allah Swt menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu ” (Al-anfal :11)

2. Air Suci tapi tidak menyucikan

yaitu air yang tidak sah untuk bersuci, di antaranya ialah :

a. Air yang berubah sifatnya karena bercampur dengan suatu benda. Seperti kopi,teh dan sebagainya.
b. Air yang kurang dari 2 kulah, ( sebagian ulama berfatwa air yang kurang dari 500 liter.
c. Air yang keluar dari buah-buahan dan dari pohon seperti air kelapa dan sbagainya.

3. Air yang bernajis

yaitu air yang tidak suci dan tidak pun menyucikan, seperti :
a. Air kotoran manusia dan bintatang atau air limbah dan sbagainya
b. Air yang sudah berubah warna karena najis yang kurang dari 2 kulah, akan tetapi kalau air itu lebih dari 2 kulah maka hukumnya tetap suci dan menyucikan.

Sabda rasulullah Saw

الماءلاينجسه شيءإلاماغلب على طعمه اولونه او ريحه

” air itu tak di najisi sesuatu, kecuali apabila berubah rasa,warna,atau baunya.” ( HR. IBNU MAJAH dan BAIHAQI).

4. Air yang Makruh

yaitu yang terjemur oleh matahari dalam bejana, atau air yang dapat menimbulkan penyakit, seperti air yang di jemur di dalam tong besi atau sbagainya,

sabda rosulullah saw :

عن عائشه رضىالله عنها سخنت ماءفىالشمس فقالى صلىالله عليه وسلم لها لاتفعلى يا حميراءفإنه يورث البرص.

” Dari A’isya ra. Sesungguhnya ia telah memanaskan air pada cahaya matahari, maka Rosulullah saw berkata padanya, ” janganlah engkau berbuat demikian, ya A’isyah, sesungguhnya air yang di jemur itu dapat menimbulkan penyakit sopak.” ( HR. Baihaqi ).

Pembagian Air

 Air,  dalam ibadah umat Islam,  merupakan materi yang sangat diperlukan.  Betapa tidak,  sebelum shalat,  memegang Al Quran,  istinja dan aktifitas ibadah lainnya yang memerlukan wudlu,  tentu saja memerlukan air sebagai sarana untuk bersuci.
Secara garis besar,  dalam fiqih,  air terbagi menjadi 2 bagian.
1.  Air sedikit.
2.  Air banyak.Definisi air sedikit adalah air yang kurang dari 2 qullah,  sedangkan air benyak adalah air yang berukuran 2 qullah.  Ukuran 2 qullah jika disamakan dalam bentuk bak air persegi adalah banyaknya/volume air dengan ukuran panjang,  lebar,  tinggi dari bak tersebut masing-masing ukuran 1 1/4 (5/4) panjang tangan sampai siku.  Jika diukur dalam standar ukuran internasional kira-kira 60 cm x 60 cm x 60 cm.  Ya,  jadi ukuran air 2 qullah adalah volume air dalam bak yang berukuran panjang = 60 cm,  lebar = 60 cm dan tinggi = 60 cm.  Karena ukuran tiap bak seseorang berbeda,  maka yang dijadikan patokan adalah volume bak tersebut harus sama,  yakni sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm = 216000 cm kubik atau 216 liter.  Jadi ukuran bak boleh berbeda yang penting volume bak minimal 216000 cm kubik bisa disebut air 2 qullah.

Hukum Air

Pembagian ini ditujukan untuk mengetahui air mana yang boleh digunakan untuk bersuci atau beribadah.  Jadi tidak sembarang air yang bisa dipakai secara ilmu fiqih.  Atau jika dikiaskan untuk zat cair lainnya seperti minyak kelapa,  susu dan lainnya untuk mengetahui bisa atau tidaknya zat cair tersebut dipakai atau dikonsumsi jika terkena najis.
Air sedikit atau air yang kurang 2 qullah hukumnya bisa menjadi mutanajis jika air tersebut terkena najis,  walaupun air tersebut tidak berubah dari segi warna,  bau dan rasanya,  dalam arti jika air tersebut sudah kemasukan najis maka air tersebut tidak bisa dipakai untuk bersuci.
Namun ada sebagian najis yang dimaafkan jika mengenai air (zat cair) sedikit sehingga air tersebut bisa dipakai untuk bersuci atau zat cair tersebut bisa digunakan.  Berikut ini najis-najis yang ringan dan dimaafkan :

  • bangkai hewan tanpa darah yang mengalir.
  • najis yang sangat kecil sehingga sampai-sampai tak terlihat mata.
  • kotoran ikan yang tidak merubah air.
  • makanan unta dan sejenisnya yang keluar lagi akibat memamah biak dan masuk ke dalam air.
  • kotoran burung yang berenang di air.
  • sedikit kotoran sapi/domba yang masuk ke air susu ketika diperah.
  • kotoran-kotoran yang sulit sekali dibersihkan.
  • sedikit rambut/bulu yang terpisah dari hewan yang nggak bisa dimakan dagingnya,  selain najis mugholadzoh.
  • darah sisa pada daging/tulang hewan yang dikonsumsi dan belum tercampur dengan air atau lainnya.
  • sedikit asap api dari pembakaran najis.

Sedangkan air banyak/2 qullah maka tidak akan menjadi mutanajis jika terkena najis,  artinya air tersebut bisa di pakai bersuci,  kecuali kalau ada perubahan ciri air dari rasa atau warna atau rupa air tersebut.

About these ads

One thought on “macam-macam air dan pembagiannya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s